Penunjukan Karki menjadi simbol kemenangan melawan korupsi. Karki memiliki waktu enam bulan untuk memulihkan kepercayaan publik dan menyiapkan pemilu, Maret 2026.
13 Sep 2025 17:58 WIB · Internasional
KATHMANDU, SABTU — Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki (73), mendapat mandat menjadi perdana menteri sementara Nepal. Kantor berita Associated Press, Sabtu (13/9/2025), memberitakan, Presiden Ram Chandra Paudel menunjuk Karki setelah menggelar negosiasi secara intensif dengan Panglima Angkatan Bersenjata Nepal Jenderal Ashok Raj Sigdel serta perwakilan kaum muda.
Yang unik, generasi Z—motor unjuk rasa di Nepal—menggunakan aplikasi Discord untuk membahas pencalonan dan penunjukan Karki, serta membahas langkah selanjutnya. Kehadiran Karki sebagai perempuan perdana menteri pertama Nepal disambut baik warga negeri itu.
Sebagai satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung, ia adalah pilihan utama para demonstran. Oleh warga negeri itu, Karki dikenal karena kejujuran, reputasi, dan kegigihannya melawan korupsi, virus yang sangat ditentang oleh generasi Z Nepal.
”Masalah utama bagi masyarakat, terutama kaum muda, saat ini adalah korupsi,” kata Durga Magar (23). ”Untuk saat ini, keputusan pemerintah, sementara ini, baik. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi kami puas hari ini dan ke depan kami berharap situasinya tidak akan sesulit saat ini,” katanya menambahkan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/13/55beb314-b376-4e49-9278-871849272050_jpg.jpg)
Meski demikian, bukan perkara mudah bagi Karki untuk memulihkan Nepal. Selain persoalan korupsi, kondisi ekonomi yang buruk, Karki juga diharapkan mampu memulihkan keamanan dan kepercayaan rakyat Nepal kepada pemerintah.
Pakar dan analis konstitusi Nepal, Bipin Adhikari, mengatakan, tantangan pertama Karki adalah menyelidiki kekerasan dan perusakan properti publik saat terjadi unjuk rasa, serta membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. ”Ia harus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, mengendalikan korupsi, menegakkan hukum dan ketertiban, meyakinkan rakyat tentang kondisi keamanan, dan memperkuat kepolisian,” kata Adhikari.
Karki akan memimpin pemerintahan transisi selama enam bulan ke depan seligus mempersiapkan pemilu ulang yang direncanakan digelar pada Maret 2026. Karki dilantik oleh Paudel dalam sebuah upacara kecil di Istana Kepresidenan. Pelantikan itu disiarkan oleh televisi pemerintah.
Penunjukan Karki juga menandai akhir dari kekosongan pemerintahan Nepal setelah PM Sharma Oli mengundurkan diri Selasa lalu dan parlemen dibubarkan.
Penunjukan Karki tidak terjadi begitu saja. Selama dua hari, proses negosiasi berlangsung alot. Secara intensif Paudel berembug dengan Raj Sigdel serta perwakilan gen Z yang menggunakan Discord untuk berdiskusi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/10/c0391a805a18e1d9f6d4063d2d5f3ab1-Nepal_Protest_132424421.jpg)
Partai-partai utama Nepal, termasuk Kongres Nepal, CPN-UML, dan CPN (Maois), menyatakan, pemerintahan yang baru harus mematuhi konstitusi. Mereka juga meminta agar pemerintah menghindari pembubaran parlemen. Namun, tokoh-tokoh lain, termasuk Wali Kota Kathmandu Balen Shah, mendesak agar parlemen dibubarkan.
Sikap Shah didukung anak-anak muda. Mereka menginginkan transisi politik yang radikal. ”Kami memulai gerakan ini agar Nepal jadi lebih baik. Saya yakin tentara akan mau mendengarkan,” kata James Karki (24), salah satu pengunjuk rasa.
Saat menjabat Ketua MA, Karki dikenal sebagai sosok yang menentang korupsi. Ia juga dikenal karena kejujuran, independensi, dan integritasnya.
Selama ia menjabat, MA tidak berpihak pada partai politik mana pun dan disegani oleh rakyat. Namun, elite politik tak menyukainya.
Beberapa anggota parlemen mencoba memakzulkannya pada April 2017 dan menuduhnya bias. Akan tetapi, langkah tersebut tidak berhasil. Langkah itu justru menuai kritikan sebagai serangan terhadap lembaga peradilan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/13/ccd8a7b8-fbaa-454c-adff-ea2c4c6e44cc_jpg.jpg)
Latar belakang hukum dan reputasi Karki-lah yang menjadikannya orang yang tepat untuk mengawasi transisi. ”Ia pandai bicara, rendah hati, memegang nilai-nilai Nepal, dan punya pengetahuan mendalam tentang konstitusi dan sistem politik Nepal. Tepat yang dibutuhkan untuk masa transisi,” kata Sapkota, salah satu pengunjuk rasa.
Seusai diambil sumpahnya, Karki yang mengenakan sari merah tidak memberikan pidato. Ia tersenyum dan membungkuk berulangkali dengan kedua telapak tangan dirapatkan.
”Ini adalah momen kemenangan. Akhirnya kekosongan kekuasaan berakhir,” kata Amrita Ban, seorang pengunjuk rasa gen Z.
”Kita berhasil”, tulis kelompok protes pemuda Hami Nepal di Instagram, menyerukan persatuan. ”Hargai nyawa mereka yang telah berkorban untuk momen ini,” imbuh seruan itu.
Merujuk pemberitaan Indian Express, Karki segera menyusun jajaran kabinetnya. Ia akan memasukkan Kul Man Ghising sebagai Menteri Energi yang baru.
Ghising, seorang insinyur, sebelumnya menjabat Kepala Eksekutif Otoritas Listrik Nepal. Ia dipuji karena manajemen dan distribusi daya yang efektif. Namun, mantan PM Oli memecatnya.
Om Prakash Aryal, seorang pengacara, kemungkinan juga akan bergabung di Kabinet Karki. Kabinet yang baru mungkin tidak akan mengakomodasi perwakilan dari partai-partai politik arus utama.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/13/367debc4-827d-46ee-9d71-603ebc8f879c_jpg.jpg)
Beberapa jam setelah pelantikan Karki, India menyambut baik pembentukan pemerintahan sementara dan penunjukan Karki. ”Selamat yang tulus kepada Yang Terhormat Sushila Karki atas pelantikannya sebagai Perdana Menteri Sementara Nepal. India berkomitmen penuh untuk perdamaian, kemajuan, dan kemakmuran saudara-saudari Nepal,” ujar Perdana Menteri India Narendra Modi dalam sebuah unggahan di X.
Kementerian Luar Negeri India melalui pernyataan mengatakan, India berharap hal itu akan membantu menciptakan perdamaian dan stabilitas di Nepal.
”Kami menyambut baik pembentukan Nepal yang berbagi perbatasan dengan China dan India dan berpenduduk 30 juta jiwa yang dilanda kekacauan pekan ini setelah pasukan keamanan mencoba membubarkan demonstrasi para demonstran muda anti-korupsi,” tulis pernyataan Kemenlu India.
Pelantikan Karki, merujuk pemberitaan BBC, membawa suasana Nepal lebih tenang. Rakyat Nepal juga menyambut dan menaruh harapan baik pada Karki.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/13/b91a2202-85df-411d-88a2-450c5420b7fb_jpg.jpg)
Pada Sabtu ini, situasi di Kathmandu sudah tenang seusai pelantikan Karki. Kehidupan sehari-hari kembali normal setelah jam malam dilonggarkan. Tentara mengurangi kehadiran mereka di jalanan.
Suasana di jalanan lebih tenang. Pasar-pasar dibuka, lalu lintas kembali normal, dan keluarga-keluarga mengunjungi kuil-kuil.
Bagi banyak warga Nepal, pengangkatan Karki membawa bobot simbolis sekaligus janji perubahan. ”Nepal telah mendapatkan perempuan perdana menteri pertamanya,” kata seorang pekerja sosial, Suraj Bhattarai (51).
”Kami yakin perdana menteri yang adalah mantan kepala hakim agung kami akan menangani perjuangan Nepal melawan korupsi dan memajukan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Bhattarai.
(AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto