Selain wajib menang untuk lolos ke semifinal Final WTA, Iga Swiatek harus menggantungkan nasib pada Cori ”Coco” Gauff.
07 Nov 2024 12:53 WIB · Olahraga
Oleh Yulia Sapthiani - [email protected]
RIYADH, RABU—Dalam laga berbeda, Iga Swiatek dan Barbora Krejcikova akan memperebutkan satu tiket untuk tampil pada babak empat besar turnamen Final WTA. Selain harus menang, Swiatek juga membutuhkan bantuan Cori ”Coco” Gauff untuk lolos dari penyisihan grup.
Satu tiket tersisa itu tersedia di Grup Oranye melalui pertandingan terakhir fase penyisihan yang akan berlangsung di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, Kamis (7/11/2024). Swiatek akan berhadapan dengan Daria Kasatkina (pengganti Jessica Pegula yang mundur karena cedera lutut) pada laga pertama, dilanjutkan Coco melawan Krejcikova. Dari dua pertandingan tersebut, hanya Swiatek atau Krejcikova yang bisa mendampingi Coco ke semifinal.
Sementara dua petenis dari Grup Ungu yang akan tampil di semifinal adalah Aryna Sabalenka dan Zheng Qing Wen. Zheng, yang menjalani debut di Final WTA, akan bersaing di semifinal setelah mengalahkan Jasmine Paolini dengan skor 6-1, 6-1, Rabu. Dengan hasil tersebut, Zheng berada di peringkat kedua, di bawah Sabalenka yang kalah dari Elena Rybakina dengan skor 4-6, 6-3, 1-6.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/07/b7060f950c6fb5544f276f3a5ff74d15-AFP_36LM28U.jpg)
Turnamen di pengujung musim yang diselenggarakan sejak 1972 ini diikuti delapan wakil terbaik, baik tunggal maupun ganda, berdasarkan prestasi sepanjang 2024. Mereka bersaing dalam dua grup melalui format round robin untuk berebut peringkat dua teratas tiap-tiap grup, sebagai syarat lolos ke semifinal. Juara grup akan bertemu peringkat kedua grup berbeda pada babak empat besar, Jumat.
Pertandingan yang berlangsung Kamis malam itu merupakan laga wajib menang bagi Swiatek dan Krejcikova. Namun, Swiatek membutuhkan tambahan syarat untuk melanjutkan perjalanan dan mempertahankan peluang mempertahankan gelar.
Petenis dengan lima gelar juara Grand Slam itu memerlukan ”pertolongan” Coco agar dia mengalahkan Krejcikova. Jika Coco kalah, kemenangan Swiatek akan sia-sia.
Sementara Krejcikova masih bisa mendampingi Coco ke semifinal seandainya kalah. Itu bisa terjadi jika Kasatkina mengalahkan Swiatek.
Berbagai skenario tersebut, termasuk menggantungkan nasib pada orang lain, biasa terjadi pada persaingan di grup dengan format round robin, apalagi jika perjalanan seorang peserta diwarnai kekalahan.
Swiatek mempunyai kesempatan besar menang atas Kasatkina jika mengacu pada statistik pertemuan sebelumnya. Petenis Polandia itu unggul 5-1. Namun, Swiatek tak tampil dengan kemampuan terbaik setelah menjuarai Grand Slam Perancis Terbuka, Juni.
Di Riyadh, dia hampir kalah dari Krejcikova dan kalah straight sets dari Coco. Rasa frustrasi karena tidak bermain pada level yang diinginkan, bahkan terlihat pada raut wajah Swiatek sejak awal pertandingan melawan Coco.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/07/e38e5efb4424773fb9b6ff91ae2620e8-AFP_36LL92X.jpg)
Maka, kalaulah menang atas Kasatkina, yang merupakan petenis alternatif di Final WTA ini, Swiatek harus berharap pada Coco agar bisa mengulang kemenangan atas Krejcikova. Coco menang pada satu-satunya pertemuan dengan Krejcikova, yaitu pada Perancis Terbuka 2021.
”Saya tidak bisa mengontrol isi kepala. Dua bulan tak bertanding membuat saya lupa bagaimana mengatasi situasi sulit. Apalagi, tenis adalah permainan ketika momentum bisa berubah dengan cepat. Kita harus konsisten bermain baik sepanjang pertandingan untuk bisa menang,” tutur Swiatek yang bertanding di Final WTA setelah tersingkir pada perempat final AS Terbuka, pekan pertama September.
Petenis China yang membuat kejutan pada awal 2024, dengan mencapai final Grand Slam Australia Terbuka, yakni Zheng Qin Wen, akan melanjutkan penampilan dengan bersaing di semifinal. Zheng lolos dari babak penyisihan dalam debutnya di Final ATP setelah menang 6-1, 6-1 atas Paolini.
Kunci kemenangan petenis berusia 22 tahun itu adalah kelebihannya, yaitu servis keras yang bisa menghasilkan 12 as. Zheng adalah salah satu dari tiga big server yang bergabung di Grup Ungu, selain Sabalenka dan Rybakina. Hanya satu dari 10 servis pertama Zheng yang bisa dikembalikan Paolini.
”Dia memulai pertandingan dengan servis yang baik dan semakin lama semakin baik. Saya sangat kesulitan membaca servisnya. Saya sangat gugup menghadapi pertandingan tadi dan tak dapat menemukan solusi untuk mengatasi permainan Zheng,” ujar Paolini yang bisa saja menjadi semifinalis seandainya menang atas Zheng.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/07/bd6a2db8c5a782b3c62840e8326bb5d5-AFP_36LN4TG.jpg)
Zheng menilai, dia bisa melancarkan servis dengan baik selama bermain di Riyadh. ”Selama 2022, servis saya cukup kuat, entah kenapa kualitasnya menurun pada 2023. Beberapa bulan terakhir, mulai terasa bahwa servis saya membaik,” ujar petenis ranking ketujuh dunia itu dalam laman resmi ATP.
Performa Zheng melesat pada 2024 ketika mencapai final Australia Terbuka sebelum kalah dari Sabalenka. Dia pun menjadi tunggal putri terbaik di Olimpiade Paris 2024, salah satunya berkat kemenangan atas Swiatek di semifinal.
Sebanyak 28 kemenangan dari 31 pertandingan, sejak pertengahan Juli, turut membawanya lolos ke Final WTA untuk pertama kalinya dan kini Zheng menjadi debutan termuda yang melaju ke semifinal setelah Petra Kvitova pada 2011. Ini menjadi semifinal ketujuh penggemar mantan petenis China, Li Na, tersebut pada 2024.
Lawannya pada semifinal nanti adalah antara Krejcikova dan Coco yang memiliki peluang paling besar untuk menjadi juara Grup Oranye. Zheng mengatakan, setiap kali akan bertanding, dia merasa gugup sekaligus percaya diri. Dia pun yakin memiliki kemampuan untuk bisa mengatasi tekanan, termasuk pada semifinal nanti. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko Prihananto