Tahan Rasa Sakit, Sabar/Reza ke Perempat Final Indonesia Terbuka

Sabar/Reza akan tampil pada perempat final Indonesia Terbuka. Mereka ingin mengulang hasil baik setahun sebelumnya.

05 Jun 2025 22:27 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani, rebiyyah salasah

JAKARTA, KOMPAS — Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani bermain dengan kondisi fisik tidak fit dalam turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Mereka bertahan dan menjaga peluang untuk, setidaknya, menyamai hasil semifinal, setahun sebelumnya.

Dengan rasa sakit di pinggang Reza, ganda putra ranking kedelapan dunia itu mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren, pada babak kedua yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Sabar/Reza menang dengan skor 21-13, 21-9 untuk membalas kekalahan mereka pada perempat final Thailand Terbuka, Mei.

Selain Sabar/Reza, kemenangan pada babak kedua diraih Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang berhadapan dengan Chen Bo Yang/Liu Yi (China) 21-18, 21-12. Setelah menang atas Chen/Liu, Fajar/Rian akan melawan pemain China lain pada perempat final, yaitu Huang Di/Liu Yang  yang mengalahkan rekan senegara, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Kekalahan Sabar/Reza di Thailand menjadi salah satu catatan penampilan baik Puavaranukroh/Kedren, terutama pada tahun ini. Dalam empat turnamen pada Januari, mereka dua kali lolos ke semifinal. Di Eropa, Puavaranukroh/Kedren menjadi juara Swiss Terbuka.

Pasangan Gutama/Isfahani saling memberi semangat saat tampil di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (05/06/2025). Pasangan Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani melaju ke perempat final setelah mengalahkan pasangan Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh 21-13, 21-9 di turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025.

Seusai kalah di Thailand, Sabar/Reza memiliki kesempatan bertemu mereka lagi, kali ini di depan penonton di Istora. Dukungan penonton, strategi bermain yang tepat, masukan teknis, dan rasa percaya diri yang ditanamkan Hendra Setiawan sebagai pelatih membuat Sabar/Reza bisa membalas kekalahan. Mereka, bahkan, menang dengan skor cukup telak dalam kondisi tidak fit.

”Kalau ditanya sakit, pasti terasa. Saya bermain sambil menahan sakit. Namun, saya, Sabar, dan Koh Hendra sudah berdiskusi tentang pola main, misalnya Sabar lebih banyak bermain di belakang atau smes enggak usah terlalu kencang supaya kami bisa langsung mencegat di depan net,” tutur Reza.

Duet yang menjadi semifinalis All England itu juga mengatakan, bermain di depan pendukung sendiri menambah energi bagi mereka untuk bermain maksimal. Apalagi, Sabar/Reza memiliki hasil baik pada Indonesia Terbuka 2024 dengan mencapai semifinal. Mereka setidaknya ingin mengulang hasil tersebut. Saat itu, langkah Sabar/Reza dihentikan pemain Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, yang juga lolos ke perempat final tahun ini.

Selain itu, Sabar bercerita, setelah kalah di Thailand Terbuka, Hendra meyakinkan mereka bisa menang jika bertemu kembali Puavaranukroh/Kedren. ”Koh Hendra membawa aura positif. Dia selalu memberi masukan ’to the point’, misalnya lawan pemain ini harus seperti apa, lawan ini harus kaya gimana,” kata Sabar.

Pada nomor ganda putri, dua pasangan memberi perlawanan ketat pada pemain peringkat sepuluh besar dunia meski akhirnya kalah. Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum berhadapan dengan pasangan Korea Selatan ranking ketiga dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na, dan kalah 21-16, 16-21, 14-21. Sementara, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari harus mengakui keunggulan duet peringkat keempat, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia), 18-21, 21-16, 21-17.

Pasangan Gutama/Isfahani berfoto untuk jurnalis saat tampil di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (05/06/2025). Pasangan Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani melaju ke perempat final setelah mengalahkan pasangan Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh 21-13, 21-9 di turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025.

”Hari ini kami memang tidak mendapatkan hasil yang baik. Hanya, yang kami syukuri itu adalah ada pembelajaran baru untuk saya dan Febi. Febi harus tahu bagaimana pola main kalau sudah melawan pemain yang memang levelnya pasangan peringkat lima besar. Bukan Febi saja sih, saya juga. Saya harus mengingat kembali bagaimana mengatasi pemain top,” kata Apriyani.

Sementara, Fadia/Lanny menuturkan, mereka harus bisa tampil lebih baik pada momen kritis, yaitu menjelang akhir setiap gim saat melawan pemain top dunia.

Dengan kekalahan Apriyani/Febi dan Fadia/Lanny, ganda putri tinggal memiliki Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang akan bersaing di perempat final. Mereka memenangi ”perang saudara” atas Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu 15-21, 21-12, 21-19 dan akan berhadapan dengan Baek/Lee di perempat final.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani, rebiyyah salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan