Ke mana Megawati Hangestri Pertiwi berlabuh, ke situ pula prestasi selalu menghampirinya sepanjang 2024.
27 Sep 2024 10:15 WIB · Olahraga
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/625ebb96-4418-439d-a514-2924beede5d4_jpg.jpg)
Tidak ada pebola voli putri Indonesia yang banyak disorot layaknya Megawati Hangestri Pertiwi sepanjang 2024. Tahun ini seperti milik Megawati karena capaian-capaian gemilangnya di berbagai kompetisi. Ke mana Megawati berlabuh, ke situ pula prestasi menghampirinya.
PON Aceh-Sumut 2024 yang rampung digelar pada 20 September lalu menandai kesuksesan terbaru Megawati. Pebola voli putri asal Gresik, Jawa Timur, ini menyumbang 32 poin untuk mengalahkan Jabar, 3-1 (22-25, 25-23, 25-23, 25-23), pada partai final di GOR Sumut Sport Center, Deli Serdang, 19 September.
Hasil itu mengantar Jatim meruntuhkan dominasi Jabar dalam tiga edisi PON terakhir. Tak hanya itu, Megawati juga membawa Jatim mengakhiri paceklik medali emas di PON dalam 24 tahun.
Tim putri Jatim terakhir kali meraih medali emas PON pada 2000 ketika provinsi tersebut menjadi tuan rumah. Pada PON Papua 2021, langkah Jatim hanya bisa menembus delapan besar.
Baca juga: Pembuktian Megawati Hangestri Pertiwi, Sang ”Ratu” Bola Voli
Megawati pun tak kuasa menahan haru selepas memastikan kemenangan Jatim di PON Aceh-Sumut 2024. Capaian juara itu istimewa tidak hanya karena diraih setelah penantian lebih dari dua dekade, tetapi juga merupakan PON terakhir Megawati.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/1846e8fb-c436-46cf-abc2-5f0967c50f01_jpg.jpg)
Cabang bola voli di PON memberlakukan batasan usia 25 tahun bagi para pemain yang ikut serta. Adapun Megawati baru menginjak usia tersebut saat penutupan PON Aceh-Sumut 2024 pada 20 September.
”Saya bangga dengan penampilan teman-teman. Mereka ini yang akan meneruskan saya di perbolavolian Indonesia,” ucap Megawati.
”Saya bersyukur dan senang. Kami sempat terburu-buru di set pertama, tapi kami mencoba tenang dan akhirnya kami bisa mengatasi kendala tersebut,” ujarnya kemudian.
Baca juga: Megawati Hangestri Pertiwi Menatap Musim Kedua di Korea
Kedatangan Megawati untuk memperkuat Jatim di PON Aceh-Sumut 2024 terbilang mengejutkan. Sejak awal September, Megawati sudah bertolak ke Korea Selatan untuk menjalani musim kedua bersama klub ”Negeri Ginseng”, Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/ec9f5b9a-b2f7-4d32-962e-dcf74ff49563_jpg.jpg)
Lantaran itu pula, tidak ada Megawati dalam laga-laga awal Jatim di PON. Pemain yang sudah debut di timnas putri sejak 2017 ini baru muncul pada babak semifinal. Dalam laga 18 September tersebut, pemain yang dijuluki ”Megatron” ini membawa Jatim menumbangkan DKI Jakarta sekaligus memastikan tiket ke partai puncak.
Kehadiran Megawati di Sumut tidak terduga karena dia sedang mempersiapkan diri bersama Red Sparks untuk menyambut Liga Bola Voli Korea 2024-2025. Mereka akan mengikuti turnamen pramusim, KOVO Cup, mulai Minggu (29/9/2024).
Namun, Megawati menyempatkan diri hadir dan memberikan suntikan semangat untuk timnya. Setelah itu, dia kembali ke Korea Selatan untuk bergabung lagi dengan klubnya. ”Kedatangan Megawati sangat membantu. Mental anak-anak jadi naik,” ucap Alim Suseno, Pelatih Jatim.
Baca juga: Megawati Hangestri Pertiwi ”Membeli” Konsistensi di Korea Selatan
Sebagai pelatih yang tidak hanya sekali menangani Megawati, Alim tahu betul kapasitas sang pemain. Mantan pelatih timnas voli putri pernah mengatakan, kegemilangan Megawati tak hanya karena lompatan tinggi dan kekuatan pukulan yang luar biasa saat tampil, tetapi juga karena sikapnya yang bagus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/cfaa5d82-1c5c-45d8-80b4-5d23317cffb6_jpg.jpg)
Selain disiplin, Megawati juga berjiwa petarung sehingga memiliki daya juang tinggi. Alim mencontohkan ketika Megawati mengalami cedera punggung hanya lima hari sebelum keberangkatan ke SEA Games Kamboja 2023.
Alih-alih bersedih karena cedera punggung akan membuatnya tidak bisa tampil di Kamboja, Megawati memilih fokus pada pemulihan. Pada akhirnya, Megawati berhasil pulih dengan cepat dan turut membawa Indonesia meraih medali perunggu.
Dengan kualitas yang dimiliki Megawati, Alim pun tak heran jika sang pemain konsisten menorehkan prestasi ke mana pun dia pergi. Prestasi di PON ini hanya berselang dua bulan dari keberhasilannya di kompetisi bola voli kasta tertinggi Indonesia, Proliga.
Baca juga: Sedikit demi Sedikit, Megawati ”Megatron” Hangestri Kian Eksplosif
Pada Juli lalu, Megawati mengantarkan Jakarta BIN meraih gelar juara Proliga setelah mengalahkan Jakarta Electric PLN pada partai final. Megawati menjadi motor serangan Jakarta BIN pada partai final dengan sumbangan poin terbanyak (29). Selain meraih gelar juara, Megawati pun dinobatkan sebagai pemain terbaik atas penampilan impresifnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/f94eb1d0-f936-4aa7-b1cd-7153b4b33423_jpg.jpg)
Gelar juara merupakan prestasi pertama Megawati pada ajang tersebut. Kendati sudah debut di Proliga sejak usia 16 tahun, mantan pemain Jakarta Pertamina Energi ini belum pernah sekali pun mencicipi gelar juara Proliga pada edisi-edisi sebelumnya.
Ketika pulang ke Indonesia dan memperkuat Jakarta BIN, Megawati telah menjadi bahan pembicaraan karena penampilannya bersama Red Sparks. Publik Tanah Air dan Korea Selatan ramai-ramai membicarakannya. Dia tak hanya membawa efek di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan berupa perhatian besar terhadap V League dan Red Sparks.
Pada Maret atau tiga bulan sebelum mengantarkan Jakarta BIN juara Proliga, Megawati membawa Red Sparks mengakhiri puasa tampil di fase playoff V League selama tujuh tahun. Ia turut membantu Red Sparks meraih tujuh kemenangan beruntun, pertama kali dalam 15 tahun.
Baca juga: Efek Berganda Megawati ”Megatron” bagi Klub Liga Voli Korea
Tak hanya itu, Megawati menempati posisi ketujuh daftar peringkat pencetak poin terbanyak V League. Dari 35 pertandingan dan 132 set yang dilakoni, Megawati mencetak 736 poin. Dalam aspek serangan, pemain yang juga pernah membela klub Thailand, Supreme Chonburi-E.Tech, ini bahkan menempati peringkat keempat dengan efektivitas serangan mencapai 43,95 persen.
Dengan segala kegemilangan yang diciptakannya sepanjang tahun ini, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa 2024 merupakan tahunnya Megawati. Patut dinanti kejutan prestasi apa yang bakal diraihnya pada sisa tahun ini.
Penulis:
REBIYYAH SALASAHEditor:
YULVIANUS HARJONO