Janice Tjen akan tampil di arena Grand Slam Australia Terbuka. Ini menjadi Grand Slam kedua bagi Janice setelah Amerika Serikat Terbuka 2025.
18 Jan 2026 17:09 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Bersama petenis top dunia, Janice Tjen bersaing dalam turnamen Australia Terbuka. Hanya menjadi Grand Slam kedua bagi petenis Indonesia berusia 23 tahun itu, tak ada ekspektasi yang ditetapkan dari sudut pandang hasil.
Janice akan bertanding dalam nomor tunggal dan ganda putri dalam kejuaraan yang berlangsung 18 Januari–1 Februari tersebut. Di tunggal putri, petenis peringkat ke-59 dunia itu akan berhadapan dengan unggulan ke-22, Leylah Fernandez, pada babak pertama.
Mereka berada di paruh bawah undian bersama pemegang enam gelar juara Grand Slam, Iga Swiatek, Amanda Anisimova, Elena Rybakina, dan Jessica Pegula. Jika bisa membuat kejutan dengan memenangi babak pertama, Janice bisa berjumpa Karolina Pliskova atau Sloane Stephens.
Pertandingan melawan finalis Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2021, sebagai debut bagi Janice di Australia Terbuka, akan berlangsung pada hari ketiga turnamen, Selasa (20/1/2026), di ANZ Arena. Arena yang sebelumnya hanya bernama Lapangan 3 ini adalah lapangan besar kelima dari sisi kapasitas di Melbourne Park.
ANZ Arena berkapasitas 3.000 penonton, sama seperti 1573 Arena (Lapangan 2). Adapun lapangan lain yang lebih besar adalah KIA Arena (5.000 penonton), Margaret Court Arena (7.500), John Cain Arena (10.300), dan Rod Laver Arena (sekitar 15.000).
Dalam persaingan ganda, Janice berpasangan dengan Kataryzna Piter (Polandia) dan akan melawan ganda tuan rumah, Daria Kasatkina/Arina Rodionova, pada babak pertama. Piter adalah partner Janice saat menjuarai salah satu turnamen pemanasan Australia Terbuka, WTA 250 Hobart, pekan lalu dan WTA 250 Guangzhou, 20-26 Oktober 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/ee0f61e863dcdce1206b3699549ed641-janice_hobart_SC_WTA.jpeg)
Janice menemani seniornya, Aldila Sutjiadi, yang sejak 2022 menjadi satu-satunya petenis Indonesia yang bisa menembus persaingan Grand Slam. Dalam Australia Terbuka untuk keempat tahun secara beruntun, Aldila bermain bersama Giuliana Olmos (Meksiko). Aldila/Olmos kalah pada babak kedua di WTA Hobart, tetapi mereka berpengalaman mencapai final WTA 500 Guadalajara pada September 2025.
Sementara Aldila akan tampil di Australia Terbuka untuk keempat kali dan mencapai babak ketiga pada 2023 sebagai hasil terbaik, Janice akan bermain untuk pertama kalinya dalam Grand Slam pada setiap awal musim kompetisi ini. Pengalaman pertama bersaing dalam level tertinggi turnamen tenis profesional dijalani di AS, Agustus 2025. Saat itu, Janice mendapat tiket kualifikasi, memenangi tiga pertandingan fase tersebut untuk tampil di babak utama, dan kalah dari Emma Raducanu pada babak kedua.
Setelah itu, Janice tampil pada empat turnamen WTA Tour level 250 dan 1000 serta dua turnamen WTA 125. Dia mencapai final di WTA Sao Paulo dan juara WTA Chennai, keduanya dengan level 250. Gelar tunggal putri di Chennai, India, dilengkapi dengan gelar ganda bersama Aldila.
Dalam masa persiapan untuk bermain di Melbourne Park, Janice mengikuti dua turnamen di Australia setelah latihan pramusim bersama Aldila di Bali. Namun, dia kalah pada babak pertama di WTA Auckland dan Hobart.
Melihat perjalanan Janice di arena profesional, terutama Grand Slam dan WTA Tour, pelatihnya, Chris Bint, tak menetapkan target berupa hasil tertentu di Australia Terbuka. Dia ingin Janice memberikan yang terbaik dan berjuang untuk setiap poin.
Bint adalah pelatih asal Inggris yang melatih di Selandia Baru sejak 2023. Dia bertemu Janice untuk pertama kali ketika petenis kelahiran Jakarta itu bermain dalam turnamen ITF di Selandia Baru pada Desember 2024. Kerja sama keduanya dimulai pada April 2025 saat Janice bermain di Korea Selatan.
Pada periode awal kerja sama itu, seperti diceritakan dalam The Athletic pada Agustus 2025, Bint fokus pada hal dasar, seperti nutrisi dan pola istirahat Janice. Di area teknis, dia mengembangkan akurasi servis dan meningkatkan level permainan net Janice.
Dalam faktor-faktor itu pula Bint ingin melihat perkembangan Janice, alih-alih menetapkan hasil sebagai target di Australia Terbuka. Bint menjawab pertanyaan Kompas tentang rencana serta target dia dan Janice melalui akun media sosialnya.
Australia Terbuka adalah Grand Slam kedua bagi Janice. Apa ekspektasi Janice dan Anda sebagai pelatih?
Kami tidak pernah menetapkan ekspektasi pada hasil akhir. Dia masih sangat baru dan kurang berpengalaman berkompetisi di ajang WTA di level ini. Dia akan memberikan yang terbaik dan berjuang untuk setiap poin, terlepas dari siapa lawannya, seperti yang selalu dilakukan Janice.
Janice bermain di AS Terbuka 2025 dan WTA Tour. Pelajaran apa yang dia dapat untuk menjalani perjalanan selanjutnya?
Setiap hari dan setiap pertandingan adalah kesempatan bagi Janice untuk belajar dan mengembangkan permainannya serta dirinya sendiri. Setiap lawan berbeda dengan gaya bermain, kekuatan, dan kelemahan masing-masing. Bisa berkompetisi melawan pemain terbaik di dunia setiap minggu adalah tempat yang ingin dia tuju dalam perjalanan tenisnya.
Perkembangan apa yang Anda lihat dari Janice selama menjadi pelatihnya?
Sejak bekerja sama, kami benar-benar meluangkan waktu untuk mengembangkan sifat/nilai-nilai kepelatihan, dia ingin dikenal sebagai pribadi dan pemain yang seperti apa, juga edukasi tentang apa yang dibutuhkan untuk menjadi atlet profesional.
Janice juga mulai memahami identitasnya dan pola permainan yang ingin dia perhatikan lebih banyak lagi melalui analisis video. Mengembangkan permainan agresif dengan variasi sangat penting, begitu pula dengan memperbaiki biomekanik/teknik servis dan pukulan forehand-nya agar memiliki senjata andalan.
Mampu melawan pemain yang memukul bola lebih keras secara konsisten adalah hal selanjutnya yang perlu dikembangkan, baik dari sisi forehand maupun backhand.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/a99ef9fd60fb3ad7492e22170ecfcd9a-FAK_5334.jpg)
Lalu, perkembangan apa yang ingin Anda lihat dari Janice pada tahun ini?
Setiap pemain selalu berupaya meningkatkan berbagai aspek permainannya. Jadi, kami akan terus mengembangkan area-area tersebut tanpa melupakan apa yang membuat Janice menjadi pemain seperti sekarang.
Kami menerapkan rasio sekitar 80-20 di lapangan latihan, yaitu terus mengembangkan kekuatannya dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk area yang perlu ditingkatkan. Kami telah mendatangkan pelatih kebugaran penuh waktu untuk ikut bepergian bersama kami tahun ini guna menjaga kondisi tubuhnya, mengembangkan gerakannya, dan melakukan segala yang kami bisa untuk mencegah cedera mengingat jadwal turnamen tenis yang padat.
Dalam jangka panjang, mendatangkan fisioterapis ke dalam tim juga akan penting. Namun, semuanya memiliki biaya. Jadi, kami berusaha mengelola anggarannya sebaik mungkin.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar