ANCAMAN PERDAMAIAN

Tak Raih Nobel, Trump Ngotot Caplok Greenland

Trump menyatakan tak lagi merasa wajib berpikir soal perdamaian karena tidak mendapat Nobel Perdamaian.

20 Jan 2026 10:30 WIB · Internasional

AFP/Mandel NGAN and Vano SHLAMOV

Oleh Irene Sarwindaningrum

WASHINGTON, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaitkan kegagalannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian dengan sikap agresifnya terhadap Greenland. Dalam pesan pribadi kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, Trump menyatakan tidak lagi merasa wajib berpikir demi perdamaian.

”Mempertimbangkan bahwa negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan delapan perang dan lebih, saya tidak lagi merasa memiliki kewajiban untuk berpikir murni tentang perdamaian,” tulis Trump yang dirilis Pemerintah Norwegia, Senin (19/1/2026).

Dalam pesan itu, ia mempertanyakan kedaulatan Denmark atas Greenland. Ia mempersoalkan dasar historis dan hukum kepemilikan wilayah tersebut.

Menurut Trump, tidak ada dokumen tertulis yang menguatkan klaim Denmark. Dengan demikian, katanya, AS juga memiliki dasar historis karena pernah mendaratkan kapal di wilayah itu.

Trump kembali menegaskan bahwa Denmark tidak mampu melindungi Greenland dari ancaman Rusia dan China. Ia menyebut tindakannya demi keamanan dunia. ”Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki Kendali Penuh dan Total atas Greenland,” tulis Trump.

A woman with the Greenlandic flag is seen as people take part in a demonstration that gathered almost a third of the city population to protest against the US President's plans to take Greenland, on January 17, 2026 in Nuuk, Greenland, in front of the US Consulate to Greenland. US President Donald Trump escalated his quest to acquire Greenland, threatening multiple European nations with tariffs of up to 25 percent until his purchase of the Danish territory is achieved. Trump's threats came as thousands of people protested in the capital of Greenland against his wish to acquire the mineral-rich island at the gateway to the Arctic. (Photo by Alessandro RAMPAZZO / AFP)

Gedung Putih mengonfirmasi keaslian pesan Trump itu. Wakil juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan, Trump yakin warga Greenland akan lebih terlayani jika dilindungi oleh AS dari ancaman modern di kawasan Arktik.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menepis anggapan bahwa sikap itu dipicu kegagalannya meraih Nobel Perdamaian. Ia mengatakan tidak mengetahui detail surat Trump kepada Norwegia.

”Saya pikir itu sepenuhnya sebuah anggapan tidak berdasar bahwa presiden melakukan ini karena Hadiah Nobel,” ujar Bessent.

FILE - President Donald Trump and Norway's Prime Minister Jonas Gahr Store shake hands during the group photo at the Gaza International Peace Summit in Sharm el-Sheikh, Egypt, Oct.13 2025. (Yoan Valat, Pool photo via AP, File)

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan, pesan tertulis Trump itu merupakan balasan atas surat yang ia kirim bersama Presiden Finlandia Alexander Stubb. Dalam surat tersebut, mereka menolak ancaman tarif, menyerukan de-eskalasi, dan mengusulkan percakapan telepon di antara ketiga pemimpin.

”Posisi Norwegia tentang Greenland jelas. Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark, dan Norwegia sepenuhnya mendukung Kerajaan Denmark dalam hal ini,” ujar Store.

Quote

Posisi Norwegia tentang Greenland jelas. Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark, dan Norwegia sepenuhnya mendukung Kerajaan Denmark dalam hal ini.

Ia menegaskan bahwa Nobel Perdamaian bukan kewenangan Pemerintah Norwegia. Hadiah tersebut diberikan oleh Komite Nobel yang independen. Komite ini merupakan badan independen yang lima anggotanya ditunjuk oleh parlemen Norwegia.

Hadiah Nobel

Selama ini, Trump tak henti menyatakan keinginannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Ia juga kerap membandingkan diri dengan mantan Presiden AS Barack Obama, yang menerima penghargaan tersebut pada 2009.

Tahun 2025, ia mempromosikan diri layak memperoleh penghargaan prestisius itu. Ia mengklaim layak memperoleh Nobel Perdamaian karena telah mengakhiri delapan perang.

TOPSHOT - Venezuelan opposition leader Maria Corina Machado is surrounded by press as she departs the US Capitol after meeting with US senators on January 15, 2026 in Washington, DC. US President Donald Trump met earlier Thursday with Venezuelan opposition leader Machado, whose pro-democracy movement he has sidelined since toppling her country's leader, and whose Nobel Peace Prize he openly envies. (Photo by Drew ANGERER / AFP)

Namun, Trump gagal lagi. Penghargaan 2025 diberikan kepada tokoh oposisi Venezuela Maria Corina Machado. Pekan lalu, Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Trump. Trump mengatakan berencana menyimpan medali tersebut.

Komite Nobel menegaskan bahwa Hadiah Nobel tidak dapat dicabut, dipindahtangankan, ataupun dibagikan. Karena itu, penyerahan medali tersebut tidak memiliki konsekuensi terhadap status penghargaan.

Eropa bertahan

Pesan tertulis Trump dikirimkan kepada Store setelah rangkaian gertakan Trump terkait dengan Greenland. Akhir pekan lalu, ia mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang menolak AS menguasai Greenland.

Negara-negara itu adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Trump menyatakan tarif itu akan berlaku Februari dan masih dapat dinaikkan.

Para pemimpin Jerman dan Perancis menyebut langkah Trump sebagai bentuk pemerasan. Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil menegaskan Eropa tidak akan tunduk. Eropa tengah menyiapkan langkah balasan.

(From L) Greenland's Foreign Minister Vivian Motzfeldt, EU High Representative and Vice-President for Foreign Affairs and Security Policy Kaja Kallas and Denmark's Defence Minister Troels Lund Poulsen arrive to attend a meeting at the EU Headquarters in Brussels on January 19, 2026. (Photo by JOHN THYS / AFP)

Kepala Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan, Uni Eropa tidak ingin memicu konflik, tetapi juga tidak akan mundur. Uni Eropa, katanya, tidak tertarik untuk mencari pertikaian, tetapi akan bertahan pada posisi mereka.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan, para pemimpin Uni Eropa siap mempertahankan diri dari segala bentuk pemaksaan. Mereka berencana mengumumkan pertemuan puncak darurat pada Kamis malam.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berupaya meredakan eskalasi. Ia menyatakan tidak percaya akan terjadi aksi militer. ”Saya pikir ini bisa diselesaikan dan seharusnya diselesaikan melalui diskusi yang tenang,” ujarnya.

Britain's Prime Minister Keir Starmer delivers a statement in the media briefing room at 9 Downing Street in central London on January 19, 2026. Starmer said a trade war over Greenland is 'in no one's interest'. (Photo by Jordan Pettitt / POOL / AFP)

Namun, Gedung Putih tidak menutup kemungkinan pengambilalihan Greenland dengan kekuatan militer. Ketika ditanya apakah AS dapat menginvasi Greenland, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan, semua tergantung pada Trump.

”Anda tidak bisa menyingkirkan apa pun sampai presiden sendiri memutuskan untuk menyingkirkan apa pun,” ujarnya.

Pasar saham Eropa tertekan pada awal perdagangan pekan ini. Terpuruknya bursa saham mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang dan eskalasi geopolitik lintas Atlantik.

Greenland menolak

Di Greenland, tekanan Washington memicu reaksi publik. Ribuan warga Greenland turun ke jalan pada akhir pekan lalu. Mereka memprotes segala upaya pengambilalihan pulau tersebut.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa ancaman tarif tidak akan mengubah sikap pemerintahnya. ”Kami tidak akan ditekan,” tulisnya di Facebook.

Menurut Nielsen, Greenland adalah masyarakat demokratis dengan hak untuk membuat keputusannya sendiri.

TOPSHOT - This January 18, 2025 Hand Out image taken by the Danish Defence Forces show Danish soldiers during shooting practice at an undisclosed location in Greenland. US President Donald Trump escalated his quest to acquire Greenland, threatening multiple European nations with tariffs of up to 25 percent until his purchase of the Danish territory is achieved. Trump's threats came as thousands of people protested in the capital of Greenland against his wish to acquire the mineral-rich island at the gateway to the Arctic. (Photo by Simon ELBECK / Forsvaret / HO / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  FORSVARET / Simon ELBECK" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Menteri Greenland untuk Urusan Bisnis, Mineral, Energi, Keadilan, dan Kesetaraan Naaja Nathanielsen mengatakan, respons cepat para sekutu Eropa menunjukkan isu ini melampaui Greenland semata. ”Saya pikir banyak negara takut bahwa jika mereka membiarkan Greenland lepas, apa yang akan terjadi selanjutnya?” ujarnya.

Trump berulang kali menyatakan Greenland dibutuhkan AS demi keamanan nasional AS dari ancaman Rusia dan China di Arktik. Sebagai respons, negara-negara Eropa menegaskan bahwa pengerahan simbolis pasukan ke Greenland dilakukan untuk meningkatkan keamanan Arktik.

Kembali kepada isu Nobel, tak ada pula kepastian Trump akan memikirkan perdamaian dunia jika ia memperoleh Nobel Perdamaian. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji