Liverpool tak ingin kehilangan Mohamed Salah karena nyaris mustahil untuk mencari pengganti yang sepadan dengannya.
26 Des 2024 08:00 WIB · Opini
Tak berlebihan jika kebintangan Mohamed Salah di Liverpool mulai disejajarkan dengan Steven Gerrard. Karena itu, tak salah jika Liverpool kembali mengikat Salah dengan kontrak baru.
Di Stadion Anfield, rumah kebanggaan Liverpool, inisial ”S” yang identik dengan Superman mengacu kepada Salah. Bagi suporter Liverpool, kebintangan Salah sudah setara dengan Steven Gerrard, bintang ”The Reds” yang membawa klub menjuarai Liga Champions 2005. Semua kemampuan yang ada pada Gerrard juga dipunyai Salah.
Salah, dia figur pemain yang menyebarkan harapan untuk tim, juga pendukung Liverpool di mana pun berada. Tak pelak, kehadirannya di lapangan sangat bermakna bagi tim. Dia menenteramkan rekan-rekannya setim, sebaliknya, membuat tim lawan merasa gentar.
Liverpool termasuk luar biasa beruntung mendapatkan mereka berdua (Salah dan Van Dijk).
Salah juga sosok pembuat perubahan. Ketika tim buntu saat menyerang, Salah bisa jadi solusi. Celah sempit di jantung pertahanan lawan kerap dikonversinya menjadi gol. Gol pada saat-saat menentukan itulah yang membuat Salah kerap menjadi dewa penyelamat.
Jumlah golnya yang mencapai 14 gol dari total 21 pertandingan di kompetisi elite musim ini dicetaknya saat Liverpool ketinggalan atau dalam posisi sama kuat. Makin besar level laga, makin besar pula kontribusinya. Tim-tim mana yang gawangnya terbanyak dia bobol? Nama-nama klub besar tertera di daftar ini, seperti Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, West Ham United, dan Arsenal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/06/d6630919-7969-41b4-a720-660fd534c4e0.jpg)
Mencermati data itu, tak salah jika Liverpool masih ingin merangkul Salah, beserta berbagai konsekuensinya. Meskipun, menurut kolumnis The Times, Jonathan Northcroft, Salah juga figur sarat kontroversi. Terakhir, pernyataan Salah yang memicu polemik, terkait prosesnya menunggu negosiasi perpanjangan kontrak di Liverpool, direspons legenda The Reds, Jamie Carragher, sebagai refleksi egoisme Salah.
Namun, di belahan dunia mana saja, egoisme salah satu bagian dari kompleksitas superhero. Selain, sisi menonjol kebintangan itu sendiri, yang terwujud melalui prestasi dan persembahan mereka kepada tim, klub, juga negara. Kadang, karakter bintang yang cenderung tampil beda dari yang lain membuat fans Liverpool menerima Salah apa adanya. Publik gampang memaafkan egoisme sang bintang karena dia telah banyak berkontribusi bagi klub dan membahagiakan banyak fans.
Northcroft mendeskripsikan kebintangan Salah dalam satu kalimat yang mewakili perasaan banyak pendukung Liverpool, dalam artikelnya: ”Mo Salah is Still A Superman for Liverpool- so Why Try to Replace Him?" Deskripsi itu: ”Selalu bisa menyelamatkan siapa saja dan menaklukkan dunia, adalah elemen psikologi utama dari sosok-sosok olahragawan spesial yang kita lihat, dan dari waktu ke waktu mentransformasikan tim mereka”.
Kompleksitas relasi Liverpool sebagai klub, dengan bintang seperti Salah, diulas Jose Mourinho dalam buku The Manager, Inside The Minds of Football’s Leaders. Pada bab Handling Outrageous Talent, Mou berpendapat, ”Yang tersulit adalah saat Anda tidak punya pemain berbakat.” Artinya, punya pemain bintang adalah berkah.
Pelatih asal Portugal itu menambahkan, dia tak pernah bermasalah dalam bekerja sama dengan bakat-bakat khusus itu. ”Saya tidak pernah bisa paham ketika orang bicara bahwa itu (menangani pemain bertalenta) problem, atau orang bilang, Anda bisa punya satu pemain bintang, tetapi bukan dua atau tiga atau empat. Saya malah ingin punya 11 pemain bintang,” kata Mou.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/01/59a1c7ac-86ee-4fde-83f6-81ef6e603c08_jpg.jpg)
Kebintangan Salah sangat ditentukan hari-hari pertamanya di Anfield yang mulus sehingga menghadirkan kontribusi optimal. Peran klub dalam menciptakan atmosfer positif bagi Salah di Anfield tentu krusial. Dalam penampilannya pada Agustus 2018, bulan perdananya di Liverpool, Salah menerima penghargaan Player of The Month dari suporter seiring kontribusinya yang menawan.
Sepanjang musim 2017-2018 sebagai musim pertamanya, Salah mencetak 32 gol dan meraih penghargaan Sepatu Emas Liga Inggris terkait posisinya sebagai pencetak gol terbanyak. Seputar prestasi gemilang di musim perdana ini, legenda dunia Pele sampai-sampai mengirim ucapan selamat kepadanya melalui media sosial.
Seiring waktu, hingga Salah mencetak dua gol dalam kemenangan 6-3 atas Southampton pada laga Liga Inggris, Minggu (22/12/2024) lalu, dia sudah menyumbangkan 229 gol bagi The Reds dari 373 laga. Dengan kontribusi itu, Salah di peringkat keempat pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool, di bawah Gordon Hodgson di urutan ketiga dengan 241 gol, Roger Hunt di tangga kedua (285 gol), dan Ian Rush di puncak dengan 346 gol.
Transfer Salah sudah tentu menjadi salah satu tugas berat Direktur Eksekutif Liverpool Michael Edwards dan Direktur Keolahragaan Richard Hughes. Maklum, Juni 2025 Salah sudah berusia 33 tahun dan insentif-insentif perlu ditambahkan dalam perjanjian kontrak, selain gaji yang disebut-sebut mencapai 400.000 pound sterling (sekitar Rp 8,1 miliar) per pekan. Menambah penghasilan tambahan bagi Salah diprediksi membuat The Reds menambah pengeluaran 21 juta pound sterling (Rp 430 miliar) per tahun.
Liverpool ingin mempertahankan Salah. Namun, ada kompleksitas juga sehubungan kontrak baru bagi dua pemain utama lain: Virgil van Dijk dan Trent Alexander-Arnold, yang sama-sama berharap tambahan pendapatan. Memperpanjang kontrak ketiga bintang itu untuk tiga musim ke depan berkonsekuensi tambahan pengeluaran 150 juta pound sterling (Rp 3 triliun).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/21/Britain-Soccer-Premier-League_100336902_1637468970.jpg)
Namun, berbagai konsekuensi finansial itu tak juga membuat Liverpool melepas Salah. Apa pertimbangan di balik itu? Menurut Northcroft, itu karena belum tentu Liverpool sering-sering mendapatkan superman. Jadi, jika memperoleh superman jarang-jarang, buat apa buru-buru dilepas? ”Liverpool termasuk luar biasa beruntung mendapatkan mereka berdua (Salah dan Van Dijk),” tulis Northcroft.
The Reds tidak bisa hanya menunjukkan jumlah uang dalam kontrak kepada Salah meski kontrak baru ini sejatinya urusan bisnis. Mengingat, kontrak baru klub kepada pemain bintangnya juga bagian dari penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam tujuh tahun terakhir semasa di Anfield.
Jika Salah mampu mempertahankan performanya dalam tiga tahun mendatang, namanya akan makin kokoh berada di deretan legenda Liverpool bersama nama-nama besar seperti Ian Rush, Kenny Dalglish, Kevin Keegan, dan Gerrard. Koleksi golnya yang cuma berselisih 12 dengan Gordon Hodgson—Salah dengan 229 gol sementara Hodgson 241—membuka peluang bagi Salah untuk menempati tangga ketiga pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool.
Penulis:
Adi PrinantyoEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan