Taktik Defensif dan Yann Sommer, Modal Inter Milan Hadapi Bayern Muenchen

Inter Milan optimistis bisa membawa pulang hasil baik dari Jerman pada laga pertama perempat final Liga Champions. Yann Sommer berambisi buat Bayern frustrasi lagi.

08 Apr 2025 11:16 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MUENCHEN, SELASA — Inter Milan menjadi harapan satu-satunya Italia untuk menjaga kehormatan di Liga Champions. Laga pertama perempat final kontra Bayern Muenchen, Rabu (9/4/2025) pukul 02.00 WIB, di Stadion Allianz Arena, Jerman, bakal menjadi ujian bagi seni bertahan ”I Nerazzurri” yang telah diakui seantero Eropa.

Di tengah animo besar permainan menyerang yang disajikan tim-tim besar Eropa, Inter bak sebuah anomali. Anak asuhan Simone Inzaghi mereinkarnasi identitas defensif sepak bola Italia.

Dari delapan kontestan tersisa di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa itu, Inter merupakan tim dengan catatan penguasaan bola terendah. Lautaro Martinez dan kawan-kawan hanya mencatatkan rerata 51,2 persen penguasaan bola per laga.

Inter juga merupakan tim dengan koleksi gol paling sedikit dari delapan tim terbaik tersisa. Tidak hanya soal gol, Inter juga mengoleksi tembakan tepat sasaran yang paling minim.

Meski begitu, ”Si Biru Hitam” mampu lolos ke babak gugur dengan menghuni zona delapan besar. Mereka mengoleksi 19 poin pada babak penyisihan yang setara dengan perolehan poin milik Barcelona dan Arsenal yang duduk di peringkat kedua dan ketiga. Lebih inferior dalam selisih gol yang membuat Inter duduk di posisi ketiga.

Inter Milan's Argentine forward #10 Lautaro Martinez shoots to score his team's second goal during the UEFA Champions League round of 16 first leg football match between Feyenoord (NED) and Inter Milan (ITA) at the Feyenoord Stadium known as De Kuip stadium, in Rotterdam, on March 5, 2025. (Photo by JOHN THYS / AFP)

Di sisi lain, Inter telah membuktikan sebagai tim yang memiliki strategi pertahanan terbaik di Liga Champions saat ini. Hanya Bayer Leverkusen yang bisa mencetak gol ke gawang Inter yang dikawal Yann Sommer pada babak pendahuluan.

Feyenoord merupakan tim kedua yang bisa menaklukkan pertahanan Inter di kompetisi Eropa musim ini. Namun, gol Feyenoord itu tidak memiliki makna karena Inter unggul agregat 4-1 pada babak 16 besar.

Inter punya ”kartu as” untuk mencuri keuntungan dari kandang Bayern. Hal itu ada pada diri Sommer yang sudah familiar dengan atmosfer tekanan khas Bayern.

Selama membela Borussia Mönchengladbach pada musim 2014-2015, Sommer selalu menyajikan penampilan laksana pemberi mimpi buruk bagin raksasa Jerman berjuluk ”Die Roten” itu. Sudah 17 kali Sommer berhadapan dengan Bayern di Liga Jerman.

Dalam jumlah laga itu, ia mampu tiga kali mencatatkan nirbobol yang dua di antaranya tercipta di Allianz Arena. Sommer mengoleksi 94 penyelamatan sehingga koleksi rata-rata ia hampir melakukan enam penyelamatan setiap berduel dengan Bayern.

Inter Milan's goalkeeper Yann Sommer, top left, makes a safe on Arsenal's Mikel Merino during a Champions League opening phase soccer match between Inter Milan and Arsenal at the San Siro stadium in Milan, Italy, Wednesday, Nov. 6, 2024. (AP Photo/Luca Bruno)

Aksi paling fantastis disajikan Sommer pada lawatan terakhir bersama Mönchengladbach ke markas Bayern pada musim 2022-2023. Kala itu, ia menciptakan 19 penyelamatan.

Performa itu yang membawa Sommer merasakan enam bulan mengenakan seragam Bayern pada paruh kedua musim 2022-2023. Dari Bayern, Sommer hijrah ke Inter.

”Senang bisa kembali ke Muenchen. Saya senang memainkan pertandingan ini di stadion yang indah,” ujar Sommer dalam konferensi pers menjelang laga dilansir La Gazzetta dello Sport.

Menurut kiper berpaspor Swiss itu, hal utama yang harus dimiliki skuad Inter adalah keberanian untuk memburu kemenangan. Bayern, lanjutnya, akan tampil menyerang sehingga fokus dan kedisiplinan tingkat tinggi harus kembali disajikan semua pemain Inter.

”Penting bagi kami untuk memiliki keberanian karena Bayern akan menekan dengan garis pertahanan tinggi dan bermain secara agresif. Bayern adalah tim yang kuat, jadi amat krusial bagi kami untuk menjalankan rencana permainan dengan keberanian untuk menguasai bola dan mengejar kemenangan,” kata Sommer.

Inter Milan's Turkish midfielder #20 Hakan Calhanoglu celebrates after scoring a penalty during the UEFA Champions League football match between Inter Milan and Arsenal at the San Siro stadium in Milan on November 6, 2024. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)

Berpacu dengan waktu

Namun, persiapan Inter menuju laga penting kontra Bayern terganggu dengan kondisi kurang fit sejumlah pemain utama. Tiga pemain andalan Inzaghi, yaitu Hakan Calhanoglu, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco, mengalami cedera ringan pada laga imbang menghadapi Parma, akhir pekan lalu.

Inzaghi memastikan Calhanoglu dan Bastoni telah berlatih bersama tim pada latihan terakhir sebelum menuju ke Muenchen, Senin (7/4/2025). Ia masih berharap pemulihan Dimarco bisa berpacu dengan waktu agar bisa bermain di Allianz Arena.

”Kami memiliki pemain yang cedera, begitu juga Bayern. Pertandingan nanti akan kami jalankan dengan pendekatan energi dan determinasi tinggi. Semua pemain harus terlibat,” ucap Inzaghi.

Dalam perjalanan berjuang di Liga Champions, Inter sudah tiga kali bertandang ke kandang Bayern. Hasilnya, mereka telah merasakan kemenangan, imbang, dan kalah.

Tiga poin dibawa pulang Inter pada babak 16 besar musim 2010-2011. Adapun pada kunjungan terakhir ke Bayern dan sudah ditangani Inzaghi, Inter menelan kekalahan 0-2 pada fase grup edisi 2022-2023.

Bayern's Harry Kane, left, duels for the ball with Leverkusen's Patrik Schick during the Champions League round of 16 second leg soccer match between Bayer Leverkusen and Bayern Munich at the BayArena in Leverkusen, Germany, Tuesday, March 11, 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Sementara itu, Bayern tidak ingin rekor positif mereka di kandang pada Liga Champions musim ini tercoreng. Sudah enam kali Bayern bermain di hadapan suporter sendiri.

Mereka hanya sekali gagal menang ketika ditahan Glasgow Celtic 1-1 pada babak playoff fase gugur, Februari lalu. Lima laga lainnya mampu diakhiri dengan hasil positif. Bayern mengoleksi 16 gol dan kemasukan empat gol di Allianz Arena pada laga kompetisi antarklub Eropa musim ini.

”Inter adalah tim yang selalu mampu memaksimalkan momen mereka. Mereka selalu berbahaya tidak hanya melalui serangan balik. Mereka juga bagus dalam membangun serangan dan berbahaya dalam bola mati,” tutur Pelatih Bayern Vincent Kompany dilansir laman UEFA.

Kompany pun cukup percaya diri skuadnya bisa menemukan solusi dari pertahanan kokoh Inter. Hal itu telah ditunjukkan Bayern ketika menyingkirkan Leverkusen pada babak 16 besar dengan skor agregat 5-0.

”Orang-orang tidak secara normal mencetak banyak gol melawan Leverkusen, tetapi kami tetap harus yakin. Kami harus memanfaatkan setiap momen. Kami bisa membahas Inter secara taktik, tetapi kami membutuhkan karakter, hati, dan emosi (untuk menang),” kata Kompany.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji