SEPAK BOLA

Tanda Tanya Konspirasi ”Jalan Tol” Argentina di Piala Dunia

Banyak yang menuding, Lionel Messi dan rekan-rekan kembali dibantu untuk merengkuh gelar juara Piala Dunia. Buktinya adalah jalur mudah Argentina di babak gugur.

29 Jun 2026 14:33 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP/Francois Nel

Oleh Kelvin Hianusa

Tim juara bertahan Argentina kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan tentang sang kapten, Lionel Messi, yang mematahkan teori ”usia emas”, melainkan jalur di bagan mereka yang terbilang mulus untuk kembali juara. Argentina tidak akan bertemu tim unggulan, setidaknya sampai semifinal.

Apakah sekadar keberuntungan atau konspirasi panitia? Itulah pertanyaan banyak orang belakangan ini soal ”jalan tol” Messi dan rekan-rekan di babak gugur Piala Dunia 2026. Tidak ada satu pun tim peringkat sepuluh besar dunia yang akan berpotensi dihadapi Argentina dari 32 besar hingga perempat final.

Saat Brasil harus bertemu tim raksasa Asia, Jepang, pada awal fase gugur, Argentina ditantang tim debutan Tanjung Verde. Padahal, Brasil dan Argentina sama-sama berstatus juara grup. Setelah itu, tim ”Tango” dinanti tim-tim non-unggulan lain di 16 besar, yaitu antara Mesir atau Australia.

Argentina baru berpotensi menghadapi tim besar ketika semifinal, antara lain Brasil dan Inggris. Di bagan sebelah, persaingan sengit sudah terasa sejak 16 besar. Jerman akan bertemu Perancis jika sama-sama menang di awal babak gugur, sementara Portugal sudah dinanti Spanyol.

Lantas, benarkah Argentina mendapat jalur mudah? Pelatih Argentina Lionel Scaloni menepisnya. Semua tim di babak gugur berbahaya, termasuk Tanjung Verde. ”Tidak ada gunanya saya duduk di sini dan mengatakan mereka bukan lawan yang tangguh. Itu adalah kebohongan,” kata Scaloni.

ARLINGTON, TEXAS - JUNE 27: Lionel Messi #10 of Argentina celebrates scoring his team's third goal during the FIFA World Cup 2026 Group J match between Jordan and Argentina at Dallas Stadium on June 27, 2026 in Arlington, Texas.   David Ramos/Getty Images/AFP (Photo by David Ramos / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Ancaman Tanjung Verde

Tanjung Verde memang terpaut 63 peringkat dengan Argentina di ranking dunia, tetapi jangan ragukan spirit bertahan hidup ”Hiu Biru”. Mereka lolos dari grup yang diisi tim langganan Piala Dunia, Spanyol dan Uruguay. Mereka berhasil menahan imbang Spanyol dan menyingkirkan Uruguay.

Di atas kertas, peringkat kedua Grup H semestinya milik Uruguay. Tanjung Verde membuat kejutan, lalu merampas tiket itu. Artinya, Tanjung Verde memang tim yang lebih baik daripada Uruguay. Mereka membuktikan, spirit, kepercayaan diri, dan tren performa lebih berbahaya ketimbang nama besar.

Prinsip itu pula yang dibawa lagi oleh Tanjung Verde ke fase gugur. Mereka tidak akan kehilangan apa pun setelah semua keajaiban yang terjadi. ”Segala sesuatunya adalah suatu kehormatan dan penghargaan. Kami melihat Argentina sebagai laga lain untuk membuat sejarah,” kata gelandang Tanjung Verde, Deroy Duarte.

Di perempat final, dalam skenario awal, Argentina semestinya bisa bertemu dengan Portugal. Laga itu akan menyajikan pertarungan antara GOAT (greatest of all time), Messi versus Cristiano Ronaldo. Namun, semuanya buyar karena Portugal hanya mampu finis di peringkat kedua Grup K.

Colombia's Daniel Munoz celebrates after scoring his side's opening goal during the World Cup Group K soccer match between Colombia and Congo in Zapopan, near Guadalajara, Mexico, Tuesday, June 23, 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Kolombia tak mudah

Potensi lawan tersulit bagi tim ”Tango” di babak delapan besar berubah menjadi Kolombia. Menariknya, Kolombia sama sekali bukan lawan yang lebih mudah ketimbang Portugal. Bukan tanpa alasan, James Rodriguez dan rekan-rekan mampu menjadi juara Grup K.

Portugal sudah memperlihatkan ketangguhan Kolombia saat bermain imbang 0-0 di laga terakhir grup. Para gelandang kelas dunia mereka tampak medioker di hadapan tim asuhan Pelatih Nestor Lorenzo itu. Portugal selamat dari kekalahan berkat aksi kiper Diogo Costa dan asisten wasit video (VAR).

Kolombia memang tidak terlalu diunggulkan walaupun berada di peringkat ke-11 dunia. Namun, mereka memiliki banyak pemain berkualitas, mulai dari pemain sayap Bayern Muenchen, Luis Diaz; bek sayap Crystal Palace, Daniel Munoz; hingga Rodriguez yang pernah jadi primadona di Real Madrid.

Apakah Kolombia akan menjadi lawan mudah untuk Argentina di perempat final? Biar fakta yang berbicara. Kedua tim sudah bertemu dua kali di kualifikasi zona Conmebol (Amerika Selatan). Argentina tidak berhasil menang sekali pun, termasuk menderita kekalahan 1-2 pada September 2024.

Terjawab sudah, ”jalan tol” Argentina jelas bukan konspirasi. Itu terjadi karena kejutan tim-tim kuda hitam, termasuk penampilan antiklimaks dari beberapa tim unggulan. Soal rezeki, jika dilihat dari tren dan momentum calon lawan, agaknya tidak terlalu menguntungkan bagi Argentina.

Infografik Prediksi Final dan Juara Piala Dunia 2026

Penyerang Argentina, Giuliano Simeone, berkata, tidak akan ada habisnya untuk menilai dan membandingkan tim-tim lawan. ”Kami selalu fokus dengan diri sendiri, lawan mana pun itu sulit. Kami harus berusaha memberikan kerusakan sebesar mungkin dengan senjata terbaik kami,” ujarnya.

Tuduhan konspirasi bukan pertama kali ini menyerang skuad Argentina. Mereka sudah disudutkan sejak menjuarai edisi Qatar 2022. Namun, mereka tidak peduli. Mereka diisi pemain, seperti Messi, yang sudah terbiasa dengan kebisingan dari luar dan selalu mampu berselancar di atasnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono