Tetangga-tetangga Suriah Berjaga-jaga Sembari Membangun Harapan

Mereka berharap pemerintah baru Suriah merangkul semua kalangan. Rusia meminta agar kepentingannya di Suriah tidak diganggu.

09 Des 2024 18:08 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

DAMASKUS, SENIN — Usai tumbangnya kekuasaan keluarga Assad, Suriah akan menatap era baru. Saat ini warga masih diliputi eforia setelah terbebas dari kungkungan keluarga Assad, penguasa yang telah 50 tahun mencengkeram negeri itu.

”Ini kemenangan yang bersejarah bagi kawasan Timur Tengah. Ini kemenangan yang menyucikan Suriah. Ini kemenangan yang murni lahir dari rakyat, yang memerdekakan Suriah dari ambisi Iran dan berbagai pengaruh sektarian,” kata Ahmed Al-Sharaa alias Mohammed Al-Golani, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), ketika berpidato di Masjid Umayyad, Damaskus, Minggu (8/12/2024).

HTS adalah kelompok oposisi bersenjata di Suriah. Mereka melawan pemerintahan dinasti Assad yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad. Assad sekeluarga, menurut kantor berita TASS dan RIA Novosti, dikonfirmasi melarikan diri ke Rusia dan memperoleh suaka politik di sana.

HTS memperoleh dukungan dari Turki di dalam perlawanan mereka terhadap rezim Assad. Akan tetapi, bagi negara-negara Barat, HTS diberi cap teroris. Begitu pula Al-Sharaa yang oleh Amerika Serikat masuk dalam daftar teroris yang diburu dengan iming-iming hadiah 10 juta dollar AS bagi yang bisa menangkapnya.

Runtuhnya kekuasaan Assad di tangan HTS memang membuat rakyat Suriah senang. Namun, di sisi lain, mereka pun cemas dengan kepemimpinan HTS.

Lahir dari gerakan Al-Qaeda di Suriah, Al-Sharaa mengatakan bahwa sejak 2016 HTS sudah melepaskan diri dari kelompok militan itu. Akan tetapi, ucapan tersebut belum bisa memberi kepercayaan sepenuhnya bahwa HTS bisa menjanjikan pemerintahan baru yang inklusif bagi rakyat Suriah. Sejauh ini, Al-Sharaa mengimbau agar semua pihak bersikap tenang. Ia pun menjanjikan semua lembaga pemerintah tetap beroperasi di bawah kantor perdana menteri.

TOPSHOT - The leader of Syria's Islamist Hayat Tahrir al-Sham (HTS) group that headed a lightning rebel offensive snatching Damascus from government control, Abu Mohammed al-Jolani, address a crowd at the capital's landmark Umayyad Mosque on December 8, 2024. Jolani, now using his real name Ahmed al-Sharaa, gave a speech as the crowd chanted "Allahu akbar (God is greatest)," a video shared by the rebels on their Telegram channel showed. (Photo by Aref TAMMAWI / AFP)

Harapan dunia

Sebagaimana warga Suriah, demikian pula dunia. Runtuhnya kekuasaan Assad ditanggapi dengan sikap positif sekaligus hati-hati. Presiden AS Joe Biden mengatakan, lengsernya Assad ini adalah tindakan keadilan yang fundamental. ”Ini kesempatan bagi rakyat Suriah untuk membentuk pemerintahan yang melayani mereka dan siap membawa bangsa Suriah ke masa depan,” kata Biden dalam jumpa pers di Gedung Putih.

Di sisi lain, Biden melihat situasi di Suriah saat ini juga membawa aura penuh ketidakpastian bagi dunia. Semua orang menahan napas untuk melihat apa gerangan yang akan terjadi di Suriah. Sehari setelah jatuhnya Assad, AS telah melakukan serangan udara ke 75 titik di Suriah. Target serangan adalah markas-markas pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS).

Sementara itu, presiden terpilih AS Donald Trump mencuit di Truth Social bahwa Rusia, sekutu terdekat Assad, sama sekali tidak berminat menolongnya melanggengkan kekuasaan. Rusia sedang sibuk berperang di Ukraina. Pada saat yang sama, Trump juga mengatakan agar AS, termasuk militernya, menghindari ikut campur persoalan di Suriah.

”Ini bukan pertarungan kita (AS). Biarkan saja, jangan ikut campur,” cuit Trump.

Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen dalam keterangan tertulis menyatakan dukungan terhadap rakyat Suriah. Dunia berharap, pemerintahan transisi ataupun pemerintahan masa depan Suriah bisa merangkul semua orang dan melindungi kelompok minoritas. 

Permintaan tetangga

Turki, negara tetangga di utara Suriah, dan mendukung kelompok HTS, juga mengeluarkan pernyataan melalui Menteri Luar Negeri Hakan Fidan. Senada dengan ucapan Von der Leyen, Fidan meminta agar pemerintahan baru di Suriah bisa mengayomi semua orang, termasuk dari golongan minoritas.

”Kami mengharapkan aktor-aktor internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk membantu memastikan mulusnya transisi pemerintahan,” tutur Fidan.

Sementara itu, Teheran, salah satu sekutu terdekat Damaskus, mengatakan siap membantu menjaga keamanan dan kestabilan di Suriah. Terkait dengan pemerintahan, pernyataan Kemenlu Iran mengatakan hanya rakyat Suriah yang bisa menentukan pemerintahan mereka sendiri. Negara-negara lain jangan ada yang ikut campur.

Iran adalah tetangga Suriah yang selama ini mendukung Assad. Ketiadaan Iran pula yang mengakibatkan kekuasaan Assad ambruk. Iran saat ini tengah disibukkan dengan konfrontasi melawan Israel. Kemenlu Iran dalam keterangan tertulis mengatakan terus menjaga hubungan dengan Suriah. Bagaimanapun, Suriah adalah negara yang penting dan berpengaruh di kawasan Asia Barat.

A handout picture released by the official Syrian Arab News Agency (SANA) on July 8, 2020, shows Iranian Armed Forces Chief of Staff Major General Mohammad Bagheri (L) and Syria’s Defence Minister Ali Ayoub exchanging gifts after signing a bilateral military deal in the capital Damascus. – Iran has said it will strengthen Syria’s air defences as part of a bilateral military deal aiming to “fight terrorism” and counter American pressure. (Photo by – / SANA / AFP) / == RESTRICTED TO EDITORIAL USE – MANDATORY CREDIT “AFP PHOTO / HO / SANA” – NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS – DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ==

Sementara itu, Rusia mengatakan terus memantau perkembangan di Suriah dengan saksama. Rusia memiliki beberapa pangkalan militer di Suriah berkat kedekatan Presiden Vladimir Putin dengan Assad. Dukungan itu merupakan balas jasa Assad atas bantuan Rusia yang mengerahkan pesawat tempur untuk menggempur musuh Assad. Dukungan itu memungkinkan Assad memenangi perang saudara di Suriah tahun 2011.

Melalui kantor berita nasional Interfax, Rusia menegaskan, mereka tidak sungkan memberi sanksi keras apabila pangkalan militer mereka di Suriah diganggu ataupun diserang.

Saat Suriah tengah tenggelam dalam eforia kejatuhan Assad, Israel salah satu negara tetangga Suriah memasukkan tank-tank mereka ke wilayah Suriah, tepatnya di Dataran Tinggi Golan. Menlu Israel Gideon Saar mengatakan, keberadaan militer Israel di zona penyangga itu hanya sementara.

”Sampai situasinya aman dan stabil, kami berjaga-jaga di sini,” ujarnya.

Kepentingan Turki

Rich Outzen, pakar kawasan Asia Barat di Atlantic Council, menganalisis, Turki kemungkinan besar berperan penting di dalam pemerintahan transisi maupun pembentukan pemerintahan yang baru. Saat ini, Turki adalah negara tetangga Suriah yang terkuat. Iran dan Rusia sedang sibuk dengan konflik masing-masing.

Turki memiliki pengaruh ekonomi, politik, militer, dan sosial yang besar di kawasan Asia Barat. Patut diperhatikan bahwa Turki memiliki kepentingan di Suriah karena kelompok Kurdistan, salah satu penentang Assad, adalah musuh Turki. Partai Pekerja Kurdi (PKK) dicap sebagai kelompok teror oleh Turki.

Menurut Outzen, Turki tidak akan berpangku tangan. Mereka akan berusaha agar kelompok oposisi Kurdi terkendali di bawah pemerintah transisi dan kemudian pemerintah baru. (AP/AFP)

Seorang perempuan petempur anggota milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Kurdi dukungan AS mengacungkan isyarat tangan berisi pesan "kemenangan (victory)" di dekat ladang minyak Omar di Provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, 23 Maret 2019. TOPSHOT - A female fighter of the US-backed Kurdish-led Syrian Democratic Forces (SDF) flashes the victory gesture while celebrating near the Omar oil field in the eastern Syrian Deir Ezzor province on March 23, 2019, after announcing the total elimination of the Islamic State (IS) group's last bastion in eastern Syria. (Photo by Delil souleiman / AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H