Tangisan Romero menjadi alarm keterpurukan Tottenham di Stadium of Light. Debut De Zerbi tak berjalan seindah harapan, ancaman degradasi semakin nyata bagi mereka.
13 Apr 2026 05:33 WIB · Olahraga
AP
SUNDERLAND, MINGGU — Bukannya membawa harapan baru, debut Pelatih Roberto De Zerbi justru mengantar Tottenham Hotspur pada penderitaan yang lebih dalam. Sudah masuk zona degradasi karena gagal merespons tantangan Sunderland, Tottenham juga kehilangan kapten tim Cristian Romero.
De Zerbi diharapkan membawa pengaruh instan di kubu ”Si Lili Putih”. Dia menggantikan pelatih interim Igor Tudor yang hanya bertahan 44 hari di Tottenham. Namun, ekspektasi tinggi terhadap De Zerbi runtuh seketika di Stadium of Light, Sunderland, Minggu (12/4/2026) WIB.
Tottenham ditaklukkan tim tuan rumah, 0-1. Selain kalah, De Zerbi belum mampu membawa ciri khas permainannya yang terbilang indah dan intens ke skuad Romero dan rekan-rekan. Mereka tampil datar, tidak terasa perubahan signifikan dibandingkan dengan pada era Tudor.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/13/0711564fe7f179adcbcd593ad43ceff8-Britain_Premier_League_Soccer_81_.jpg)
Di Brighton and Hove Albion dan Marseille, De Zerbi selalu terkenal dengan permainan berbasis penguasaan bola. Kenyataannya, Tottenham kalah penguasaan dari Sunderland. Padahal, Sunderland merupakan tim kelima terendah dalam catatan penguasaan bola di Liga Inggris (43,8 persen).
De Zerbi yang biasanya idealis terdengar realistis. ”Pekerjaan saya sekarang bukan untuk melatih gaya main, dengan atau tanpa bola, tetapi untuk mengembalikan mentalitas para pemain. Gaya utama saya adalah percaya terhadap semua pemain. Di laga ini, mereka terlihat berbeda,” ujarnya.
Menurut pelatih asal Italia itu, tekanan zona degradasi sangat memengaruhi kepercayaan diri tim asuhannya. Tottenham bertandang ke markas Sunderland dengan berstatus tim peringkat ke-18. Mereka masuk zona degradasi seusai West Ham United menang pada Sabtu dini hari WIB.
Nasib Tottenham terlihat semakin buruk di Stadium of Light. Saat waktu tersisa 20 menit, Romero harus ditarik karena mengalami cedera lutut. Bek andalan tim itu sampai menangis ketika berjalan ke ruang ganti. Laga itu berpotensi menjadi penampilan terakhirnya di musim ini.
Romero berpotensi tidak bisa mendampingi tim dalam pertarungan keluar dari jeratan degradasi. ”Kami harus melihat beberapa hari lagi. Saya berharap itu tidak terlalu serius. Dia adalah pemain krusial bagi kami. Dia pria dan pemain baik yang punya karakter kuat. Kami membutuhkannya untuk mengakhiri musim,” kata De Zerbi.
Masalah tersebut menambah panjang badai cedera yang sudah menerpa Tottenham sejak awal musim. Di laga tadi saja, mereka harus bermain tanpa sembilan pemain utama. Krisis pemain itu yang membuat pelatih-pelatih sebelumnya, Thomas Frank dan Tudor, kesulitan untuk mengeluarkan potensi terbaik tim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/13/6f7a74a4a7e795041217d729b216dcf1-Britain_Premier_League_Soccer_84_.jpg)
De Zerbi pun berada dalam masalah besar di enam pertandingan tersisa. Jika Romero absen, penggantinya adalah Kevin Danso atau Ragu Dragusin. Tidak satu pun dari pemain pelapis Tottenham yang sepadan untuk menggantikan bek tim nasional Argentina tersebut.
Ben Foster, mantan kiper yang sering berada dalam situasi pertarungan degradasi Liga Inggris, menilai, tangisan Romero hanya memperburuk keadaan. ”Jika saya rekan setimnya, saya akan berharap dia berjalan ke luar lapangan sambil merangkul pemain lain, menyemangati semuanya,” kata Foster kepada BBC Sport.
Pelatih bukan pesulap. Mereka membutuhkan waktu untuk membangun sebuah tim, tidak bisa instan. Masalahnya, De Zerbi tidak memiliki keistimewaan itu. Dia ditunjuk saat jeda internasional lalu, saat liga hanya tersisa tujuh laga. Jika tidak bisa mengubah keadaan, De Zerbi akan melatih tim divisi kedua pada musim depan.
Tottenham kini dinanti enam pertandingan yang akan terasa seperti final turnamen. Mereka masih harus menghadapi Brighton, Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton. Empat tim di antaranya sedang bertarung memperebutkan zona Eropa. Situasi itu akan mempersulit jalan mereka.
Para pesaing Tottenham juga semakin nyaman dengan tren positif. West Ham (32 poin) berhasil menang dua kali dalam empat laga terakhir, saat Tottenham (30) belum pernah menang di liga sejak pergantian tahun. Sementara itu, Nottingham Forest (33) tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir.
”Kami harus bekerja keras untuk meraih satu kemenangan karena itu bisa mengubah segalanya di musim ini. Saya tidak khawatir dengan waktu, saya punya 24 jam dalam sehari. Kami juga punya pemain berkualitas, hanya perlu lebih percaya diri lagi. Kami bisa lebih baik dari hari ini,” tutur De Zerbi. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti