BerandaInternasionalTank Israel Tembak Posisi...

Tank Israel Tembak Posisi Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL, Dua Tentara Indonesia Terluka

Tembakan menyasar menara pengawas di markas besar UNIFIL di mana dua prajurit Indonesia tengah berjaga.

10 Okt 2024 21:53 WIB · Internasional

Oleh FRANSISCA ROMANA, KRIS MADA

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, dari Spanyol berpatroli di Marjayoun, Lebanon selatan, Selasa (8/10/2024).

BEIRUT, KAMIS — Pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah posisi yang digunakan oleh pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, Kamis (10/10/2024). Dua anggota UNIFIL yang berasal dari Indonesia, Pratu Eggy Arifiyanto dan Praka Nofrian Syah Putra, terluka.

UNIFIL menyatakan, tembakan dilepaskan tank Israel ke menara pengawas di markas besar UNIFIL di Naqoura, kota di perbatasan Lebanon-Israel. Kedua prajurit Indonesia itu sedang berjaga di salah satu menara pengawas sejak Rabu malam. Pada Kamis dini hari waktu setempat, pasukan Israel baku tembak dengan Hizbullah.

Baca juga: Disebut Lemah oleh Netanyahu, Hizbullah Masih Bisa Tembakkan Ratusan Roket ke Israel

Baku tembak berlangsung beberapa jam. Pada Kamis pagi, tank Israel terlihat di sekitar markas UNIFIL. Tank-tank itu menembak ke berbagai arah.

Pada pukul 05.00 waktu setempat, penjaga di menara lain melaporkan, menara tempat Eggy dan Nafrian tengah dibidik. Ada laser pembidik diarahkan ke menara itu. Beberapa menit kemudian, peluru meluncur ke menara tersebut.

Bendera PBB berkibar di salah satu kendaraan lapis baja milik UNIFIL yang berpatroli di Marjayoun, Lebanon selatan, 8 Oktober 2024.

Hampir 10 menit setelah menara ditembak, evakuasi dimulai. Eggy terluka di kaki dan tangan. Sementara Nofrian terluka di kaki. Mereka mengaku mengalami sesak napas.

Pasukan Israel juga menembak posisi UNIFIL di Ras Naqoura, menghantam pintu masuk bunker tempat personel UNIFIL berlindung. Tembakan itu juga merusak sejumlah kendaraan dan sistem komunikasi. ”Sebuah drone IDF (militer Israel) masuk ke posisi PBB sampai ke pintu masuk bunker,” kata UNIFIL.

Pada Rabu, militer Israel menembakkan dan mematikan kamera pemantau perimeter. ”Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional,” sebut pernyataan UNIFIL.

UNIFIL memperingatkan IDF dan semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB berikut propertinya.

Personel pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, berpatroli di Marjayoun, Lebanon selatan, 8 Oktober 2024.

UNIFIL dibentuk pada 1978, kemudian diperluas pada 2006 menyusul perang antara Israel dan Hizbullah. Saat ini terdapat sekitar 1.000 personel UNIFIL yang ditempatkan di wilayah selatan Lebanon. Negara yang berkontribusi utama untuk pasukan UNIFIL antara lain Perancis, Italia, Indonesia, Malaysia, dan Ghana.

Italia langsung melayangkan protes kepada Israel setelah serangan terhadap UNIFIL. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengatakan, penembakan terhadap UNIFIL ”benar-benar tidak bisa diterima” dan jelas-jelas melanggar hukum internasional.

Baca juga: Hizbullah Dukung Upaya Gencatan Senjata dengan Israel

Pekan lalu, juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, mengatakan, militer Israel membangun posisi baru di samping markas UNIFIL di selatan Lebanon. Dari posisi baru itu, mereka menembaki Hizbullah sehingga menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Tenenti menambahkan, militer Israel telah meminta UNIFIL untuk memindahkan personelnya, tetapi permintaan itu ditolak. Dilaporkan The New York Times, seorang pejabat militer Israel mengonfirmasi posisi mereka di dekat markas UNIFIL.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, terlihat di sisi perbatasan Lebanon dengan Israel, 6 Juli 2023.

Tidak ada komentar dari militer Israel soal insiden tersebut. Militer Israel terus melancarkan serangan ke berbagai posisi yang diyakini sebagai basis Hizbullah di Lebanon. Mereka mengeluarkan peringatan agar penduduk sipil Lebanon tidak kembali ke rumah mereka di wilayah selatan.

Hizbullah mengatakan telah menyerang pasukan Israel pada Kamis dengan salvo rudal saat menarik para korban keluar dari area perbatasan di Ras Naqoura. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, serangan Israel pada malam sebelumnya mengenai pusat pertahanan sipil di Desa Derdghaiya, sekitar 10 kilometer dari perbatasan. Serangan menewaskan lima petugas medis dan pekerja keselamatan. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

FRANSISCA ROMANA, KRIS MADA
 | 

Editor:

FRANSISCA ROMANA