Tanpa Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal Pun Jadi

Mikel Oyarzabal belum terhenti memberikan kontribusi gol untuk Spanyol selama 2025. Hanya kekalahan 0-7 dari Turki yang bisa melenyapkan tiket langsung ”La Roja”.

16 Nov 2025 03:47 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TBILISI, MINGGU — Tim nasional Spanyol datang ke markas Georgia, Arena Dinamo Boris Paichadze, Tbilisi, Minggu (16/11/2025) tengah malam WIB, tanpa pemain terbaik mereka, Lamine Yamal. Namun, hal itu bukan masalah bagi ”La Roja”. Mikel Oyarzabal justru kian membuktikan diri sebagai pemain paling klinis di lini serang Spanyol saat ini.

Oyarzabal mencetak gol pertama dan pamungkas Spanyol untuk menumbangkan Georgia 4-0. Brace itu tercipta melalui eksekusi penalti pada menit ke-11 dan sundulan terarah di kotak penalti kecil Georgia menit ke-23.

Dua gol lainnya Spanyol disumbangkan oleh Martin Zubimendi (22’) dan Ferran Torres (34’) yang memanfaatkan asis dari Oyarzabal. Hasil itu membuat Spanyol amat perkasa di persaingan Grup E kualifikasi Piala Dunia 2026.

Anak asuhan Luis de la Fuente selalu menang dalam lima pertandingan. Mereka menghasilkan 19 gol dan menjadi salah satu dari dua tim yang belum kemasukan di pra-Piala Dunia 2026. Satu tim lainnya adalah Inggris di Grup K.

Tiga poin dari Tbilisi sudah membantu Spanyol melangkahkan satu kaki ke Piala Dunia 2026. Hanya kemustahilan yang membuat mereka gagal lolos langsung ke Amerika Utara tahun depan. Spanyol harus kalah 0-7 dari Turki pada pertandingan pamungkas pada Rabu (19/11/2025) WIB.

Kekalahan skor telak itu mustahil terjadi. Pasalnya, Spanyol akan menyambut Turki di kandang sendiri, Stadion de la Cartuja, Sevilla. Bukan Turki, justru Spanyol yang lebih berpeluang mencetak tujuh gol ke gawang Turki. Hal itu merujuk pertemuan terakhir kedua tim di Konya yang diunggul La Roja dengan skor 6-0.

Georgia Spain WCup Soccer

Persaingan yang belum sepenuhnya tertutup di Grup E dilandasi kemenangan Turki 2-0 atas Bulgaria. Gol penalti kapten dan gelandang Hakan Calhanoglu pada menit ke-18 lalu dibantu gol bunuh diri bek tengah Bulgaria, Atanas Chernev, menit ke-83, memastikan asa Turki untuk mengudeta posisi puncak Grup E belum sepenuhnya pupus meski mereka butuh keajaiban superbesar di laga pamungkas.

Terlepas dari kondisi persaingan Grup E, Spanyol membuktikan mereka dikelilingi bakat-bakat underrated alias yang tidak pernah mendapat pengakuan yang pantas atas kemampuannya. Oyarzabal, misalnya, selalu tenggelam dalam bayang-bayang lampu sorot yang lebih terang kepada Yamal, bahkan Nico Williams.

Padahal, Oyarzabal adalah pemain paling penting bagi tim besutan La Fuente selama 2025. Sejak mengambil alih posisi penyerang tengah utama dari Alvaro Morata pada laga kedua perempat final Liga Nasional Eropa kontra Belanda, 23 Maret lalu, Oyarzabal belum berhenti memberikan kontribusi gol untuk La Roja.

Secara keseluruhan jelang satu pertandingan terakhir di tahun ini, kapten Real Sociedad itu sudah menghasilkan delapan gol dan enam asis dalam delapan pertandingan terakhir bersama timnas. Tidak ada pemain lain yang bisa menyaingi peran sentral Oyarzabal itu.

”Sembilan” klasik

Memasuki tahun kesembilan membela timnas Spanyol, terhitung laga debut kontra Bosnia-Herzegovina pada 29 Mei 2016, peran Oyarzabal sudah sepenuhnya bertransformasi. Ia awalnya dikenal sebagai penyerang sayap serba bisa yang piawai bermain di sisi kiri dan kanan.

Kini, pemain berusia 28 tahun itu sudah menetapkan diri sebagai pelaksana tugas nomor sembilan baru di Spanyol. Peran penyerang tengah yang sudah amat lama tidak hadir di skuad La Roja sejak memiliki generasi emas bersama David Villa dan Fernando Torres pada akhir dekade 2000-an.

Georgia Spain WCup Soccer

Di Tbilisi, Oyarzabal adalah pemain dengan posisi paling dekat dengan zona pertahanan Georgia. Dengan mengamati heatmap pergerakannya selama 71 menit tampil, titik pergerakan dominan Oyarzabal berada di kotak penalti tim tuan rumah.

Hal itu tentu berbeda dengan fungsi Morata yang lebih berperan sebagai deep-lying forward yang bertugas membuat ruang bagi dua penyerang sayap dan para gelandang. Tugas utama Oyarzabal sebagai seorang poacher adalah mengakhiri peluang.

Dua gol yang dihasilkannya hanya berasal dari tiga tembakan yang didapatkan. Itu menunjukkan ketajamannya. Di sisi lain, kontribusi Oyarzabal dalam permainan Spanyol amat rendah karena hanya menghasilkan tujuh operan akurat.

Oyarzabal senang bisa memberikan kontribusi kepada kemenangan tim. Menurut dia, gol bukan patokan utamanya setiap membela timnas Spanyol.

”Senang bisa membantu tim sebab kami harus melakukan tugas kami masing-masing. Jika saya bisa menolong dengan gol, itu hal yang bagus. Jika tidak, hal terpenting saya bisa berperan dalam kemenangan tim,” ujar Oyarzabal, pemilik 50 cap bersama La Roja, dilansir Marca.

Gelandang Spanyol, Ferran Torres, berebut bola dengan bek Georgia, Guram Kashia, pada laga kualifikasi Piala Dunia di Tbilisi, Georgia, Sabtu (15/11/2025).

Selain Oyarzabal, Ferran Torres juga menghasilkan capaian baru dalam kariernya. Ia sudah mencetak kombinasi 100 gol di timnas dan klub. Ia sudah berada di peringkat kesembilan pencetak gol terbanyak Spanyol.

Catatan 23 gol milik Torres, penyerang Barcelona, telah setara dengan duo legenda Real Madrid, Alfredo Di Stefano dan Sergio Ramos.

Kekuatan kolektif

La Fuente sekali lagi membuktikan Spanyol bukan tim yang bergantung dengan satu pemain bintang. Setelah muak dengan drama yang disajikan Barca yang menarik Yamal, La Fuente mampu menghadirkan kekuatan kolektif La Roja yang membuat mereka menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Bisa dibayangkan, Spanyol datang ke Georgia tanpa sejumlah pemain utama. Sebut saja Yamal, Williams, Pedri, Rodri, Robin Le Normand, Dani Carvajal, dan Dean Huijsen. Namun, mereka tetap mampu menang mutlak dan mencatatkan nirbobol.

”Kehilangan pemain yang cedera memberikan kesempatan kepada pemain lain yang jarang bermain selama ini. Itu adalah buah kesuksesan sepak bola Spanyol. Semua klub berkontribusi lahirkan pemain lebih baik dan kami (di timnas) bisa menikmati itu,” kata La Fuente dalam konferensi pers usai laga seperti dikutip Sport.

Meskipun tampil sempurna di babak kualifikasi, La Fuente mengharamkan anak asuhannya untuk merayakan lolos ke Piala Dunia 2026 sebelum peluit akhir laga kontra Turki. Ia mengingatkan Spanyol belum sepenuhnya lolos.

”Kami menghormati rival, semua timnas, dan Turki. Kami harus tetap rendah hati hingga secara matematika kami sudah mendapatkan kepastian lolos,” ujar La Fuente.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan