Puluhan halte bus Transjakarta rusak. Akibatnya, warga Jakarta minim pilihan moda transportasi ideal lainnya.
31 Agt 2025 15:22 WIB · Metropolitan
Haltenya rusak, sebagian bus Transjakarta absen beroperasi. Warga pun tanpa pilihan mendapatkan moda transportasi ideal lainnya.
Sabtu (30/8/2025) siang, Rahma (30) dan suaminya sudah berada di Halte Kalibata City, Jakarta Selatan. Mereka hendak pergi ke Mampang, bertemu kerabatnya.
Akan tetapi, satu jam menunggu, bus Transjakarta yang ditunggu tidak kunjung datang. Dia tidak tahu penyebabnya. Calon penumpang dan orang-orang lain di sebelahnya juga tidak punya jawaban saat ditanya.
Hingga akhirnya jawaban datang dari Budi (32). Dia bukan petugas. Budi adalah pengemudi angkutan kota M16 jurusan Kampung Melayu-Pasar Minggu.
”Sejak pagi tadi enggak ada bus Transjakarta lewat. Naik ini saja!” kata Budi berteriak sembari menyalakan klaksonnya kepada Rahma dan calon penumpang lain.
Tak punya pilihan, Rahma menerima promosi Budi. Ia masuk angkot.
Namun, angkot itu tak segera pergi. Baru 20 menit kemudian atau setelah terisi enam orang, angkutan berwarna biru langit itu meluncur dari Kalibata City menuju Mampang.
Selain waktu lebih lama, dengan M16, Rahma harus mengeluarkan uang lebih besar, Rp 6.000. Itu dua kali lebih mahal ketimbang Transjakarta dengan tujuan yang sama.
”Mau gimana lagi,” katanya pasrah.
Rudi (33), warga Tangerang, juga mesti mengeluarkan Rp 20.000 untuk berangkat dari Blok M menuju ke Kalibata City. Nominal itu hampir tiga kali lebih mahal dibandingkan naik Transjakarta.
”Kalau naik angkot, sudah pasti bayarnya lebih mahal dan harus menunggu lama karena mereka ngetem,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/30/a928e89f58d2251fd5aad322cd295fab-FAK_5819.jpg)
Pengusaha konfeksi di Tangerang itu mengatakan, ia harus ke Jakarta setiap minggu untuk membeli kain di Blok M, Jakarta Selatan. Setiap belanja, ia pasti menggunakan kereta rel listrik atau Transjakarta.
Harganya murah. AC-nya dingin. Waktunya juga relatif tak ngaret.
”Saya hanya mengeluarkan Rp 7.000 dari Tangerang hingga ke Blok M. Sudah empat tahun saya pilih KRL atau Transjakarta,” kata Rudi.
Akan tetapi, akibat ulah orang-orang tak bertanggung jawab, layanan itu, khususnya Transjakarta, berhenti sementara. Alasannya, sejumlah halte rusak.
Rahma dan Rudi menyayangkan aksi itu. Perjalanan jadi lebih lama. Ongkosnya juga lebih mahal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/06/6f4f5c4b-cb54-4088-b8d3-c7478f9feca7.jpg)
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, ada 6 halte terbakar. Selain itu, ada 16 halte dirusak.
Enam halte yang dilalap api ialah Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan Bank DKI, Halte Gerbang Pemuda, dan Halte Bundaran Senayan.
Sementara halte yang dirusak adalah Halte Bendungan Hilir, Halte Kwitang, Halte Kampung Melayu, Halte Kramat Sentiong, Halte Bidara Cina, Halte Cililitan, dan Halte Semanggi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/31/65558f278de8e761493353771d6a7c80-cropped_image.jpg)
Selain itu, ada Halte Petamburan, Halte Widya Chandra Telkomsel, Halte Jatinegara, Halte Kejaksaan Agung, Halte Matraman Baru.
Vandalisme juga tampak di Halte Pemuda Pramuka, Halte Masjid Agung, Halte Non BRT Gelora Bung Karno 1, dan Halte Non BRT Polda Metro Jaya 1.
Sempat berhenti pada Sabtu, sebagian koridor bus berfungsi lagi hari Minggu (31/8/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/31/b369409ef0c3ed10943cf5279f015f40-20250831YGA15.jpg)
Untuk layanan bus rapid transit (BRT) sudah melayani 13 rute dari 14 rute. Adapun BRT lintas koridor sudah beroperasi untuk 4 rute dari 16 rute yang tersedia.
Bus non-BRT sudah melayani 55 rute dari 94 rute yang tersedia, sementara mikrotrans sudah melayani 95 rute dari 98 rute.
Ayu mengatakan, jajaran direksi dan manajemen Transjakarta akan terus memantau kondisi di command center, kantor pusat Transjakarta, mengingat kondisi di lapangan sangat dinamis.
”Hal ini konsisten dilakukan sebagai upaya pengambilan keputusan tercepat terkait kebijakan layanan dan operasional Transjakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggratiskan moda transportasi dalam kewenangannya, seperti Transjakarta dan MRT, hingga satu minggu ke depan. Keputusan ini dibuat setelah sejumlah infrastruktur transportasi rusak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sabtu, mengatakan, setelah berkeliling Jakarta dan melihat kerusakan yang ditimbulkan seusai kerusuhan, beberapa keputusan diambil.
Pertama, seluruh moda transportasi yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta sudah dibuka dan armada tetap beroperasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/15/11024df82c2bf3ec6057b5e7043c6567-WhatsApp_Image_2025_05_15_at_13.59.12.jpeg)
Selain itu, Pramono menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki halte dan fasilitas umum yang terbakar.
”Saya minta untuk segera diperbaiki. Di beberapa tempat sudah dilakukan perbaikan,” katanya.
Adapun halte Transjakarta lainnya yang rusak dibakar akan diaktifkan secara bertahap. Bahkan, untuk satu minggu ke depan, tarif akan digratiskan.
”Karena sistem pembayaran di beberapa halte tidak berfungsi optimal, mulai hari ini sampai satu minggu ke depan, seluruh transportasi yang menjadi kewenangan pemda akan digratiskan alias nol rupiah,” katanya.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar