Herry Iman Pierngadi dipastikan akan menjadi pelatih ganda putra tim nasional bulu tangkis Malaysia. Herry akan bertugas mulai 1 Februari.
11 Jan 2025 19:16 WIB · Olahraga
KUALA LUMPUR, SABTU—Pelatih senior Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mendapat tantangan baru setelah mengantarkan ganda putra Indonesia menjadi kekuatan bulu tangkis level elite dunia. Untuk pertama kalinya, Herry akan menjadi pelatih di luar Tanah Air, yaitu di Malaysia.
Setelah Herry tak dipilih PP PBSI 2024-2028 untuk menjadi pelatih pelatnas bulu tangkis Indonesia, dia menjadi kandidat terkuat untuk melatih ganda putra timnas Malaysia. Apalagi, Tan Bin Shen tak akan melatih lagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan kawan-kawan di pelatnas Malaysia, terhitung sejak usai turnamen Malaysia Terbuka, 7-12 Januari. Tan akan menjadi pelatih di Hong Kong.
Dipilihnya Herry untuk menggantikan Tan disampaikan Rexy Mainaky sebagai Direktur Kepelatihan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) melalui pesan singkat pada Sabtu (11/1/2025). Rexy juga mengatakan bahwa BAM mengumumkan kepastian tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari yang sama.
Dengan pengumuman tersebut, Herry untuk pertama kalinya akan menjadi pelatih di luar Indonesia. “Ini jadi tantangan bagi saya untuk melatih di luar negeri,” katanya.
Pelatih yang dijuluki “Naga Api” oleh penggemar bulu tangkis Indonesia ini sebenarnya berkali-kali mendapat tawaran dari negara lain. China bahkan membuka pintu untuknya sejak lama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/02/08/c6d30436-c8e9-40fb-ba43-dcce09b6ddb2.jpg)
Usai Olimpiade Paris 2024, ketika ditemui di pelatnas Cipayung, Jakarta, Herry bercerita bahwa dia mendapat tawaran untuk melatih ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, setelah Mathias Boe pensiun sebagai pelatih. Namun, Herry tak mengambil tawaran tersebut karena dia tertantang untuk membangkitkan sektor ganda campuran Indonesia yang berada pada fase terpuruk.
Pelatih berusia 62 tahun itu ditugaskan melatih ganda campuran sejak September 2023 setelah sekitar 24 tahun melatih ganda putra pelatnas. Banyak ganda putra dilatihnya hingga menjadi bagian dari pemain elite dunia, seperti Candra Wijaya/Tony Gunawan, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, hingga dua kali juara All England, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Dengan rekam jejak tersebut, Herry dipercaya melatih ganda putra Malaysia dengan mempersiapkan pemain ke All England, 11-16 Maret, sebagai tugas pertamanya. Dia akan bekerja di bawah Rexy yang mengenal Herry sejak berlatih di PB Tangkas Jakarta. Target besar Herry adalah membawa ganda putra Malaysia meraih emas Olimpiade Los Angeles 2028.
“Herry diterima karena Malaysia memiliki materi pemain yang bisa bekerja sama dengan dia untuk mencapai hasil lebih baik. Herry telah melahirkan juara Olimpiade, juara dunia, dan ganda putra nomor satu dunia. Target besarnya adalah Olimpiade, tetapi, pada tahun ini, target kami adalah All England, Kejuaraan Dunia, dan Piala Sudirman,” tutur Rexy dalam New Strait Times.1
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/03/df69a76221b494f1824f143c3f0c0e89-WhatsApp_Image_2024_11_03_at_13.31.31.jpeg)
Di ajang Olimpiade, ganda putra Malaysia menyumbangkan medali di Barcelona 992 dan Atlanta 1996, serta dalam tiga Olimpiade terakhir, yaitu di Rio de Janeiro 2016, Tokyo 2020, dan Paris 2024. Saat ini, Malaysia memiliki tiga ganda putra di peringkat 20 besar dunia, tetapi, performa mereka mendapat sorotan karena dari enam pasangan, hanya dua wakil yang bisa menembus perempat final Malaysia Terbuka. Satu diantaranya tampil pada semifinal, Sabtu, yaitu Tee Kai Wun/Man Wei Chong.
Sementara dari semifinal Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Sabtu, kemenangan didapat pasangan-pasangan baru di nomor ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran. Final ganda putri, bahkan, mempertemukan dua pasangan formasi baru, yaitu Yuki Fukushima/Misaki Matsumoto (Jepang) dan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China).
Pada ganda campuran, salah satu tiket ganda campuran didapat formasi baru asal Thailand, yaitu Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Adapun salah satu status finalis ganda putra didapat Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Formasi-formasi baru tersebut dibentuk seusai Olimpiade Paris 2024.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase