Tantangan Final Pertama Atlet Indonesia

Pebulu tangkis Indonesia memanfaatkan kesempatan tampil dalam turnamen Thailand Masters. Indonesia menempatkan wakil di empat final.

01 Feb 2025 21:41 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BANGKOK, SABTU — Empat wakil Indonesia akan tampil dalam empat nomor final turnamen bulu tangkis Thailand Masters. Laga pada hari terakhir turnamen Super 300 ini menjadi final pertama dalam turnamen BWF World Tour, termasuk untuk pemain ganda bersama pasangan saat ini.

Tiket final pertama untuk Indonesia didapat Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang mengalahkan sesama pemain pelatnas, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dalam semifinal di Stadion Nimibutr, Bangkok, Sabtu (1/2/2025). Dejan/Fadia menang dengan skor 13-21, 21-10, 21-15.

Pemain Indonesia yang akan tampil di final, Minggu (2/1/2025), bertambah melalui kemenangan yang diraih tunggal putri, Komang Ayu Cahya Dewi, Fadia yang berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri, serta Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin (ganda putra). Adapun perjalanan Putri Kusuma Wardani dan Rachel Alessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari berakhir di semifinal. Pertandingan kelima wakil Indonesia itu di semifinal terjadi dalam persaingan melawan pemain-pemain Thailand.

”Rasanya sangat senang. Setelah sekian lama akhirnya saya kembali ke final. Tapi, tugas belum selesai. Saya tahu tidak akan mudah, tapi saya mau kasih semua yang saya bisa,” ujar Komang setelah mengalahkan Thamonwan Nithiittikrai, 21-17, 7-21, 21-9.

Pemain Indonesia ranking ke-45 dunia itu terakhir kali mencapai final, lalu menjadi juara, pada turnamen level International Challenge di Perancis pada Juni 2023. Turnamen itu berada dua tingkat di bawah Super 300. Adapun pada ajang lebih tinggi, hasil terbaik Komang adalah perempat final Thailand dan Australia Terbuka 2024 yang berlevel Super 500.

Komang Ayu Cahya Dewi lolos ke final turnamen Thailand Masters. Pada semifinal di Bangkok, Sabtu (1/2/2025), Komang mengalahkan Thamonwan Nithiittikrai (Thailand), 21-17, 7-21, 21-9.

Atlet berusia 22 tahun tersebut bercerita, selama di Thailand Masters, dia bisa melepas tekanan dalam setiap laga. ”Selama ini, kendala saya adalah takut salah saat bermain. Itu karena saya punya keinginan besar untuk memberikan yang terbaik. Di sini, saya sudah bisa menghilangkan rasa takut itu,” tutur peraih medali perunggu SEA Games Kamboja 2023 tersebut.

Setiap atlet memang harus memiliki target dari dalam diri sendiri. Namun, seperti sering diceritakan atlet senior, pelatih, dan mantan atlet, setiap orang harus bisa mengontrol keinginan tersebut.

Ketika hanya ada target akhir yang ada di kepala, dampaknya bisa memunculkan tekanan besar dari diri sendiri. Seperti yang dialami Komang, hal itu akhirnya menjadi kendala secara psikologis. Maka, fokus pada setiap langkah menjadi ”mantra” yang selalu ampuh bagi atlet.

Di Thailand Masters, Komang belajar menerapkan pola pikir tersebut dan akan membawanya pada laga terakhir dengan taruhan gelar juara. Dia akan melawan Pornpawee Chochuwong yang merupakan tunggal putri ranking kedelapan dunia. Di semifinal, Chochuwong mengalahkah Putri, 14-21, 15-21.

Komang dan Chochuwong pernah bertemu sekali, yaitu pada babak kedua Hong Kong Terbuka 2024, yang dimenangi Chochuwong, 21-13, 21-9. Maka, Komang tak hanya harus mencari cara untuk unggul dalam sisi teknis, tetapi juga mengatasi faktor nonteknis karena lawan akan mendapat dukungan lebih banyak dari penonton di stadion. Atlet asal Bali itu bertekad untuk tampil habis-habisan dan bermain tanpa beban.

Putri Kusuma Wardani gagal melanjutkan perjalanan ke final turnamen Thailand Masters. Dia dikalahkan Pornpawee Chochuwong (Thailand), 14-21, 15-21, dalam semifinal di Bangkok, Sabtu (1/2/2025).

Sementara itu, kekalahan dengan skor 14-21, 15-21 di semifinal membuat Putri belum juga bisa mengalahkan Chochuwong dalam delapan pertemuan. Putri kesulitan mengimbangi perolehan skor lawannya karena lebih banyak membuat kesalahan, termasuk ketika mendapat kesempatan besar untuk menambah poin. Setelah interval gim kedua, pada skor 7-11, Putri membuat tiga unforced error secara beruntun, dua di antaranya pada pukulan net, hingga lawan terus menjauh.

”Sebenarnya, saya tidak merasa tertekan atau tegang berlebih. Saya bermain tanpa beban, tetapi ternyata kurang bisa menyesuaikan diri di lapangan dengan kondisi yang lebih berangin dibandingkan kemarin,” ujar Putri.

Ketidakmampuan Putri beradaptasi dengan baik pada embusan angin tersebut terlihat ketika dia berulang kali membuat kesalahan yang sama. Putri mencoba mengarahkan kok ke sudut di area belakang lapangan lawan, tetapi kok itu sering kali jatuh di luar garis.

Setelah ini, Putri akan kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Asia Beregu Campuran di Qingdao, China, 11-16 Februari. Kejuaraan ini merupakan fase kualifikasi zona Asia untuk Kejuaraan Piala Sudirman di Xiamen, China, 27 April-4 Mei. Sebanyak empat tim yang merupakan semifinalis akan menjadi wakil dari Asia.

Pasangan baru

Tak hanya Komang yang akan menjalani final pertama turnamen BWF World Tour yang terdiri atas Super 300, 500, 750, dan 1000. Dejan, Fadia, Lanny, Fikri, dan Daniel juga akan menjalani final pertama BWF World Tour dalam konteks bersama pasangan saat ini.

Dejan pernah menjuarai BWF World Tour bersama Gloria Emanuelle Widjaja, sementara Fadia memiliki tiga gelar dari level 500 dan 750 bersama Apriyani Rahayu. Akan tetapi, pertandingan melawan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran akan menjadi final pertama Dejan/Fadia sejak berduet pada 2025. Sebelumnnya, mereka bermain di India Terbuka dan Indonesia Masters dengan hasil kalah pada babak kedua dan pertama.

”Tidak menduga bisa ke final karena pada tiga turnamen di awal ini kami hanya mau bermain dengan baik saja, lalu nanti dievaluasi. Tetapi, secara individu, kami yakin bisa melangkah jauh,” komentar Dejan.

Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos ke final turnamen Thailand Masters. Mereka mengalahkan sesama pemain Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, 13-21, 21-10, 21-15, pada semifinal di Bangkok, Sabtu (1/2/2025).

Pada pengalaman pertama sebagai pasangan ini, Dejan/Fadia berusaha saling menyesuaikan diri dengan gaya main masing-masing. Apalagi, meskipun memiliki pengalaman bermain pada nomor ganda putri dan campuran, Fadia hanya fokus ke ganda putri sejak 2019. Mereka pun dalam misi mencari karakter permainan yang tepat.

Di final, kemampuan mereka akan diuji pasangan tuan rumah yang langsung naik daun begitu bermain bersama sejak Oktober 2024. Sebelumnya, Puavaranukroh menjadi bagian dari ganda campuran elite dunia bersama Sapsiree Taerattanachai dengan prestasi tertinggi menjadi juara dunia 2021. Mereka berpisah setelah Olimpiade Paris 2024.

Duet Puavaranukroh/Paewsampran langsung naik daun dengan menjuarai dua dari lima turnamen pada Oktober-November 2024. Sebelum bermain di hadapan pendukung sendiri, Puavaranukroh/Paewsampran menjuarai Malaysia Terbuka, kalah pada babak kedua India Terbuka, dan mencapai semifinal Indonesia Masters.

”Melawan pasangan tuan rumah tidak akan mudah. Kami harus mati-matian dan tampil tanpa beban,” kata Fadia.

Pada ganda putri, Fadia dan Lanny juga akan berebut gelar juara dengan pemain Thailand, yaitu Luksika Kanlaha/Phataimas Puenwong, yang menyingkirkan Rachel/Meilysa, 19-21, 7-21. Dengan dua final yang akan dijalaninya, Fadia mengatakan, selain akan berjuang mati-matian, dia pun akan berusaha menikmati pertandingan.

”Dibawa happy saja, yang penting bisa menjaga fokus dan pikiran,” kata Fadia yang akan berpasangan lagi dengan Apriyani Rahayu di Orleans Masters, 4-9 Maret.

Daniel, juga, ingin memanfaatkan final pertamanya bersama Fikri dengan sebaik mungkin setelah mengalahkan Puavaranukroh/Kittinupong Kedren, 21-17, 21-13. Meski demikian, Daniel tak ingin fokus pada gelar juara yang mungkin diraih. Dia akan mencurahkan pikirannya pada pertandingan melawan Seo Seung-jae/Jin Yong (Korea Selatan).

Fikri/Daniel menang atas Seo/Jin pada babak pertama Indonesia Masters, tetapi mereka tetap harus waspada pada pasangan tersebut. Seo adalah pemain ganda terbaik Korea Selatan yang menjadi juara dunia ganda putra dan campuran pada 2023. Selain itu, pemain-pemain ganda putra Korea Selatan selalu tampil baik meski sering mengalami rotasi pasangan.

Fikri/Daniel bermain bersama sejak Agustus 2024, seusai Olimpiade Paris, sama seperti Leo Rolly Carnano/Bagas Maulana. Kedua pasangan yang berada di bawah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto itu diproyeksikan lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra