Tantangan Lifter Muda Indonesia di Level Dunia

Sebelas lifter muda Indonesia akan bersaing di Kejuaraan Dunia Remaja dan Yunior 2025 di Lima, Peru, 30 April-5 Mei 2025. Mereka ditantang unjuk gigi pada level ini.

30 Apr 2025 07:14 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

LIMA, RABU — Beberapa atlet angkat besi atau lifter Indonesia yang akhirnya mendunia dan bahkan meraih medali di Olimpiade pernah berjaya pada level yunior. Kini, para lifter muda Indonesia akan diuji dan ditantang untuk mengikuti jejak tersebut di Kejuaraan Dunia Remaja dan Yunior 2025.

Sebanyak 11 lifter muda Indonesia akan bersaing di Kejuaraan Dunia Remaja dan Yunior 2025 di Lima, Peru, mulai hari ini (30/4/2025). Mereka terdiri dari enam lifter putra dan lima lifter putri yang berlomba pada kategori remaja (13-17 tahun) dan yunior (15-20 tahun).

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia Djoko Pramono mengatakan, pihaknya tidak membebani para atlet dengan target prestasi. Namun, ajang ini menjadi ajang para lifter muda menguji kemampuan mereka.

”Kami tidak punya target tertentu sebenarnya, tetapi dari Kemenpora kami diberi target untuk bisa ikut Asian Youth Games 2025 dan Olympic Youth Games 2026. Jadi, kami kirimkan beberapa lifter muda ini agar punya pengalaman berlomba karena ada beberapa juga yang belum pernah ikut ajang internasional,” ujar Djoko.

Lifter muda Indonesia, Sarah (19), berlatih di pemusatan latihan nasional angkat besi Indonesia di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Djoko juga mengatakan, ajang ini akan menjadi kesempatan para atlet unjuk kemampuan mereka. Selain untuk persiapan SEA Games Thailand pada Desember 2025, mereka bisa menantang diri untuk mengikuti jejak para senior mereka yang sebelumnya pernah berjaya sebagai juara dunia yunior.

Sebagian besar olimpian dari angkat besi sebelumnya memang pernah punya prestasi di Kejuaraan Dunia Remaja dan Yunior. Eko Yuli Irawan, peraih empat medali Olimpiade, misalnya, pernah menjadi juara dunia yunior pada 2007 di Praha dan 2009 di Bucharest.

Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, juga pernah dua kali menjadi juara dunia yunior pada 2021 di Tashkent dan 2022 di Heraklion. Dari kesuksesan inilah, Rizki semakin menunjukkan potensinya sebagai calon bintang masa depan.

Rizki bahkan masih menjadi pemegang rekor dunia kategori yunior untuk angkatan snatch seberat 157 kilogram. Rekor itu dipecahkan Rizki saat menyabet juara dunia yunior di Tashkent.

Lifter muda Indonesia Rizki Juniansyah berhasil menjadi juara dunia, merebut tiga emas, sekaligus memecahkan tiga rekor dunia yunior kelas 73 kilogram dalam Kejuaraan Dunia Yunior Angkat Besi di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (26/5/2021) malam. Lifter asal Banten berusia 18 tahun itu meraih emas pada angkatan snatch seberat 155 Kg sekaligus mempertajam rekor dunia sebelumnya atas nama lifter Amerika Serikat Cunming JS Clarence seberat 154 Kg yang diciptakan di La Habana, pada 2019. Di angkatan clean & jerk, dirinya meraih emas setelah mengangkat beban 194 kg yang memecahkan rekor dunia milik Clarence dengan 193 kg. Dengan hasil itu, Rizki mencatat total angkatan 349 kg yang lagi-lagi mematahkan rekor dunia milik Clarence dengan 347 kg. (DOKUMENTASI PB PABSI)

Seperti Rizki, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Windy Cantika Aisah, juga pernah menjadi juara dunia yunior di Tashkent dan Heraklion. Sementara di Kejuaraan Dunia Yunior 2019 di Suva, Windy meraih medali perak.

Saat ini, Windy pun masih menjadi pemegang rekor dunia kategori remaja. Dia memegang rekor dunia untuk angkatan snatch 86 kg, clean and jerk 104 kg, dan total angkatan 190 kg.

Tita Nurcahya Melyani (19), lifter muda yang akan turun pada kelas 49 kilogram putri kategorio yunior, mengaku antusias dengan debutnya di Kejuaraan Dunia Yunior 2025. Dia berharap bisa memberikan hasil terbaik seperti yang pernah ditorehkan para lifter Indonesia sebelumnya.

”Saya sudah berlatih maksimal, sudah mulai latihan intensif sejak awal tahun. Semoga bisa menampilkan angkatan terbaik dan mendapatkan hasil yang baik juga,” ujar Tita.

Lifter muda Indonesia, Tita Nurcahya Melyani (19), berlatih di pemusatan latihan nasional angkat besi Indonesia di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Adapun Eko Yuli berharap para atlet muda ini bisa terus berproses secara konsisten. Apalagi dengan usia mereka yang masih muda. ”Mudah-mudahan mereka selanjutnya bisa menjadi generasi penerus angkat besi Indonesia,” ucap Eko.

Daftar lifter Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Dunia Remaja dan Yunior 2025.

Kategori Yunior

Tita Nurcahya Melyani (49 kg putri)

Sarah (59 kg putri)

Luluk Diana Tri Wijayana (49 kg putri)

Yuda Permana (67 kg putra)

Raihan Adesta Putra Perdana (81 kg putra)

Kategori Remaja

Alvin Saputra (49 kg putra)

Kevin Andrian Ramadhan (55 kg putra)

Muhammad Rojal Abdillah (55 kg putra)

Leonard Imanuel Aipassa Suabey (61 kg putra)

Muhammad Angga (73 kg putra)

Alyamaulida Kartika Pertiwi (81 kg putri)


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yovita Arika