Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan Terisolasi, Akses Jalan dan Komunikasi Lumpuh, 13 Orang Tewas

Akses komunikasi juga lumpuh karena tidak ada jaringan telepon seluler. Jaringan listrik juga padam. Sebanyak 13 warga dilaporkan meninggal.

26 Nov 2025 12:23 WIB · Lingkungan

HUMAS POLDA SUMUT

Oleh Nikson Sinaga

MEDAN, KOMPAS — Sudah lebih dari 24 jam Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga di Sumatera Utara terisolasi pascabanjir bandang dan longsor di puluhan lokasi. Tiga akses jalan nasional ke kawasan itu terputus total. Akses komunikasi juga lumpuh karena tidak ada jaringan telepon seluler. Jaringan listrik juga padam, sementara 13 warga dilaporkan meninggal.

”Sejak kemarin kami tertahan di Tapanuli Utara. Sampai Rabu (26/11/2025) pagi tidak ada akses jalan darat ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Kawasan itu hanya bisa dijangkau dari udara,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) Sri Wahyuni Pancasilawati saat dihubungi Kompas.

Ribuan rumah diperkirakan rusak berat dihantam arus banjir bandang dan longsor. Longsor terjadi di puluhan titik. Selain tiga kabupaten/kota yang terisolasi, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Mandailing Natal dan Tapanuli Utara. Kawasan itu masih bisa diakses.

Wahyuni menyebut, tim dari BPBD Sumut belum bisa menjangkau lokasi bencana di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga yang berada di pesisir barat Sumut itu. Mereka mencoba dari tiga akses jalan nasional menuju kawasan itu. Namun, semua jalan putus total karena tertimbun longsor atau badan jalan amblas. Truk pengangkut logistik tertahan di jalur itu.

Longsor menimbun jalan dan kendaraan yang melintas di Jalan Padangsidimpuan-Sibolga di Kecamatan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (25/11/2025).

Jalan utama ke kawasan itu adalah melalui Jalan Tarutung-Sibolga, Tapanuli Utara. Jalan nasional itu putus sedikitnya di tiga lokasi, yakni di Kilometer 29-35 di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, di perbatasan dengan Tapanuli Tengah.

Jalan alternatif lainnya melalui Jalan Padangsidimpuan-Sibolga. Namun, jalan nasional itu juga putus total di Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan. Sebuah truk tangki Pertamina tertimbun material longsor di badan jalan. Beberapa rumah juga tertimbun.

Jalur alternatif lainnya adalah dari Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Jalan Pakkat-Barus. ”Namun, jalan itu juga longsor di tiga lokasi dan tidak bisa dilalui,” kata Wahyuni.

Lokasi bencana yang cukup parah, antara lain, ada di Tapanuli Selatan, terutama di Kecamatan Batang Toru. Arus Sungai Batang Toru meluap membawa batang-batang pohon, lalu menghantam permukiman warga. Sebanyak 9 orang meninggal dan 4 orang hilang di daerah itu. Banjir bandang juga membuat 320 rumah dan 1 sekolah rusak.

Longsor menimbun jalan di Jalan Padangsidimpuan-Sibolga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (25/11/2025).

Di Tapanuli Tengah, empat warga dilaporkan meninggal. Jumlah rumah dan bangunan yang rusak di daerah tersebut masih dalam proses pendataan. Dampak kerusakan di Kota Sibolga juga masih dalam pendataan.

Wahyuni menyebut, saat ini mereka berfokus membuka akses jalan dan komunikasi ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. Petugas yang sudah berada di lokasi juga melakukan tindakan tanggap darurat bencana mengevakuasi warga yang masih terjebak. Penanganan saat ini dilakukan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Ferry Walintukan mengatakan, petugas kepolisian berupaya membuka akses jalan ke lokasi bencana di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Sampai Rabu pukul 11.30 WIB, lokasi tersebut masih belum bisa diakses karena longsor di sejumlah titik.

Masyarakat diimbau untuk menunda perjalanan ke daerah yang sedang mengalami bencana. ”Untuk informasi terkini, bisa juga memantau akun resmi Humas Polda Sumut,” kata Ferry.

Ferry mengatakan, petugas dari kepolisian resor setempat dan kepolisian sektor jajarannya juga dikerahkan untuk melakukan tindakan tanggap darurat bencana. Mereka mengevakuasi sejumlah warga yang masih terjebak di rumah atau yang masih bertahan di daerah rawan longsor.

Petugas kepolisian mengevakuasi warga korban bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (25/11/2025).

Pada Selasa sore, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan, banjir bandang terjadi di beberapa tempat di Tapanuli Tengah. Dari video yang dikirim Masinton, banjir bandang dengan arus sangat besar menghantam permukiman warga hingga hampir setinggi atap rumah. Arus deras meluap dari sungai dengan membawa material batang-batang pohon.

”Empat orang meninggal akibat longsor di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Longsor dan banjir juga terjadi di daerah lainnya dan merendam ribuan rumah di sejumlah lokasi,” kata Masinton.

Namun, ia tidak bisa lagi dihubungi sejak Selasa malam. Kompas juga mencoba menghubungi rekan yang ada di Tapanuli Tengah dan Sibolga. Namun, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, komunikasi ke daerah tersebut tidak bisa tersambung. Telepon seluler di daerah itu tidak aktif.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikson Sinaga
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto