Ekspor kopi arabika Wanoja Bandung ke Amerika Serikat ditangguhkan pascapenerapan tarif bea masuk hingga 32 persen oleh Presiden Donald Trump.
04 Apr 2025 11:48 WIB · Nusantara
BANDUNG, KOMPAS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan daftar tarif dasar dan bea masuk bagi Indonesia mencapai 32 persen pada Kamis kemarin. Kebijakan ini berimbas rencana ekspor kopi arabika Wanoja dari Bandung, Jawa Barat, ke Amerika Serikat untuk sementara ditangguhkan.
Produk kopi arabika Wanoja berada di Lembah Kamojang, letaknya di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Produksi kopi ini oleh Kelompok Tani Wanoja dan UMKM Wanoja Coffee.
Total sebanyak 108 petani dan lebih 97 pekerja UMKM Wanoja Coffee yang terlibat dalam produksi kopi arabika Wanoja. Luas tanam kopi arabika Wanoja mencapai 108 hektar.
Direktur Wanoja Coffee Satrea Amambi di Bandung pada Jumat (4/4/2025) mengatakan, pihaknya harus menangguhkan sementara ekspor roasted bean atau biji kopi yang telah disangrai ke Amerika Serikat. Upaya ini untuk mempelajari terlebih dulu kebijakan Trump dan dampaknya pada biaya operasional pengiriman biji kopi ke sana.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/06/b428ea4b-3b9a-4442-a883-91715976b26f_jpg.jpg)
Ia memaparkan, Wanoja Coffee mengirimkan 300 kilogram roasted bean ke Amerika Serikat selama setahun terakhir. Harga roasted bean yang dijual ke importir di Amerika mencapai 20 dollar AS per kilogram atau Rp 331.200 dengan kurs saat ini.
”Kebijakan Trump pastinya berdampak bagi pendapat kami. Untungnya, pasar produk kopi Wanoja lebih dominan ke Eropa dan Arab Saudi,” ungkap Satrea.
Satrea menuturkan, rencana ekspansi pengiriman 600 kilogram green bean ke Amerika Serikat pada tahun ini terpaksa ditunda dulu. Sebab, pihaknya masih mendiskusikan terkait perubahan biaya pengiriman dengan calon importir pascakebijakan bea masuk hingga 32 persen.
Diketahui, produksi Wanoja Coffee mencapai sekitar 80 ton pada akhir tahun 2024. Sebanyak 63 persen dari total produksi diekspor ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Belanda, Jerman, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/06/037cad2a-5f5e-4df0-9565-2eff488cb299_jpg.jpg)
”Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat ataupun daerah pascapenerapan kebijakan bea masuk ke Amerika Serikat hingga 32 persen seperti relaksasi pajak. Tujuannya agar kegiatan ekspor tak terkendala tingginya biaya operasional,” harap Satrea.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat dengan instansi terkait seperti perkebunan, perindustrian, dan perdagangan. Hal ini untuk membahas upaya pascakebijakan bea masuk ke Amerika Serikat 32 persen.
Menurut dia, Pemprov Jabar akan menyiapkan berbagai cara untuk menguatkan UMKM dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Dengan cara tersebut diharapkan bisa menghasilkan produk ekspor berkualitas ke negara lainnya, seperti China dan Jepang.
”Kebijakan Trump mungkin akan berdampak luas. Tugasnya pemerintah untuk menyiapkan UMKM dan SDM yang kompeten sehingga mempermudah regulasi sehingga iklim investasi tak terdampak pascakebijakan tersebut,” kata Dedi.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase