Kembalinya Martinelli menambah opsi lini serang Arsenal. Apakah sudah saatnya bagi Arsenal mengubah formasi trisula darurat di derbi London versus Chelsea?
15 Mar 2025 18:39 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Tiga laga tanpa kemenangan di Liga Inggris agaknya cukup memberikan kesimpulan sementara untuk Arsenal. Trisula yang dipimpin penyerang dadakan Mikel Merino tidak terlalu solutif menyelesaikan problem di lini serang. Kembalinya penyerang Gabriel Martinelli bisa menjadi jawaban dalam derbi London.
Arsenal akan menjamu tim rival sekota Chelsea di Stadion Emirates, London, pada Minggu (16/3/2025) pukul 20.30 WIB. ”Si Meriam” yang berada di peringkat kedua dengan 55 poin butuh kemenangan untuk berlari dari kejaran tim-tim papan atas. Salah satunya Chelsea yang hanya terpaut enam poin.
Masalahnya, Arsenal masih kesulitan mencetak gol. Mereka hanya menciptakan satu gol dari tiga pertandingan liga. Akibat krisis penyerang, Manajer Mikel Arteta selalu menggunakan trisula yang sama di seluruh laga itu. Merino sebagai penyerang tengah serta Leandro Trossard dan Ethan Nwaneri di sisi sayap.
Merino, berposisi asli gelandang, merupakan solusi darurat. Hanya saja, dia ternyata tidak terlalu solutif saat bermain sejak awal laga. Merino belum mampu mengulang performa istimewa seperti saat debut sebagai penyerang versus Leicester City. Dia mencetak sepasang gol saat dimasukkan dari bangku cadangan ketika itu.
Arteta terlihat perlu penyegaran. Kebetulan, opsi penyerang bertambah jelang derbi. Martinelli sudah kembali dari cedera paha, sempat menjadi kameo saat versus Manchester United dan PSV Eindhoven. Sang manajer sedang mempertimbangkan waktu yang tepat untuk mengembalikan Martinelli ke daftar starter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/2e295f5939c19b6ee93f436305844c09-wires_photo_26.jpg)
”Sekarang kami punya lebih banyak opsi, tetapi kami harus benar-benar mengatur beban bermainnya (Martinelli). Dia kembali sedikit lebih cepat dari perkiraan awal dan kami tidak ingin memberikan beban menit terlalu banyak,” jelas Arteta tentang risiko mengubah trisula di derbi nanti.
Bagi Arsenal, opsi terbaik adalah mengembalikan Martinelli ke sisi sayap. Trossard berganti peran menjadi penyerang tengah darurat. Trossard yang bisa bermain di seluruh posisi trisula sudah terbiasa menjadi ”nomor 9”. Dia sudah 12 kali tampil sebagai starter di posisi itu sejak 2022, berhasil menciptakan tiga gol dan delapan asis.
Martinelli sebenarnya bisa juga bermain di posisi sentral. Bedanya, dia tidak memiliki kemampuan mundur ke lini tengah untuk membangun serangan seperti Trossard. Merino selalu membantu serangan dari tengah lapangan, tetapi tidak bisa bertukar posisi dengan pemain sayap. Trossard dan Martinelli bisa melakukan itu.
Trossard pun menjadi opsi terbaik saat ini sebagai ujung tombak. Satu-satunya kelemahan penyerang tim nasional Belgia itu hanya duel udara. Arteta sangat bertumpu terhadap umpan silang. Namun, lubang itu masih diganjal dengan memasukkan Merino dari cadangan ketika situasi terdesak.
Bersama Merino yang andal bertarung di udara, serangan Arsenal sering kali terlalu monoton. Si Meriam sering kali memaksakan umpan silang walaupun tidak efektif. Mereka melakukan itu karena tidak punya pilihan. Sekarang, Arteta punya alternatif lain. Semua tinggal bergantung terhadap keputusan sang manajer.
Chelsea juga mengalami masalah serupa karena penyerang Nicolas Jackson cedera. ”Agak aneh kedua tim senasib karena masalah cedera. Mereka mencoba berbagai solusi, kami juga. Pedro (Neto) sejak kami coba (sebagai penyerang tengah) melakukannya dengan sangat baik,” ujar Pelatih Kepala Chelsea Enzo Maresca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/10/02/f97b8c9d-c0dc-4ed2-8535-bcecf208a65e.jpg)
Neto, berposisi asli penyerang sayap, sudah bermain tiga kali sebagai ujung tombak ”Si Biru” di liga. Dia tampil cukup apik dengan menyumbang satu gol dan dua asis. Alih-alih krisis penyerang, masalah terbesar Chelsea adalah performa gelandang Cole Palmer yang sudah tidak berkontribusi gol dan asis selama dua bulan terakhir.
Derbi London terakhir di Stadion Emirates berujung tragis untuk Chelsea. Arsenal menang lima gol tanpa balas. Namun, itu adalah kisah musim lalu. Chelsea datang dengan pelatih berbeda dan tren performa yang jauh lebih baik. Sebaliknya, tuan rumah patut lebih khawatir karena rentetan hasil buruk di liga.
”Saya pikir akan menjadi laga yang sangat berbeda,” kata Arteta saat ditanya tentang kemenangan besar musim lalu. ”Cara mereka mengembangkan diri sebagai tim sangat impresif. Kedua tim pasti ingin mendominasi (penguasaan bola), bermain dengan sangat agresif dan menekan tinggi,” lanjutnya.
Chelsea (58,2 persen) dan Arsenal (56,5 persen) masuk dalam lima besar tim dengan penguasaan bola terbanyak. Meskipun lebih unggul dalam statistik itu, Maresca tidak terlalu percaya diri timnya akan mendominasi bola. Faktor bermain di kandang sangat berpengaruh, terutama untuk Arsenal yang baru sekali kalah di Stadion Emirates.
Maresca berupaya menyiapkan kejutan dengan penguasaan bola yang lebih sedikit. Chelsea memiliki pemain yang andal dalam transisi, seperti Jadon Sancho. ”Ketika mereka menekan tinggi dan mencoba agresif, kami akan punya lebih banyak ruang untuk menyerang langsung dari belakang,” katanya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko Prihananto