Tekanan Mental Ancam Kans Timnas Indonesia Kontra Irak

Terlepas dari taktik, Patrick Kluivert harus benahi situasi psikologis pemainnya demi kalahkan Irak. Ole Romeny dan Calvin Verdonk berpeluang main sejak awal.

10 Okt 2025 18:57 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JEDDAH, JUMAT — Situasi serba tidak ideal memayungi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang pertarungan hidup-mati pada putaran keempat pra-Piala Dunia 2026 kontra Irak, Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB, di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi. Tekanan untuk menang hingga rekor buruk menghadapi ”Singa Mesopotamia” berpeluang memengaruhi mental bertanding skuad ”Garuda”.

Setelah memulai persaingan putaran keempat dengan kekalahan 2-3 dari Arab Saudi, Indonesia harus memenangi pertandingan berikutnya agar tidak langsung tersisih dan mengakhiri perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Tiga poin atas Irak bakal membuka dua skenario bagi tim asuhan Patrick Kluivert, yaitu lolos langsung ke Piala Dunia 2026 atau melanjutkan jalan ke putaran kelima.

Satu kemenangan bisa membantu Indonesia menerbitkan asa lolos langsung ke babak utama Piala Dunia 2026. Syaratnya, skor kemenangan itu harus lebih besar dari dua gol sehingga selisih gol Indonesia menjadi plus. Saat ini, selisih gol Indonesia adalah minus satu (-1) dalam persaingan di Grup B.

Selain menang lebih dari dua gol, Indonesia perlu berharap laga penutup Saudi menghadapi Irak dimenangi oleh Irak dengan keunggulan tidak lebih dari satu gol dan tidak lebih besar dari selisih kemenangan Indonesia.

Jika skenario itu tidak berjalan, koleksi tiga poin cukup bagi Indonesia memanjangkan napas untuk melaju ke putaran kelima. Runner-up grup itu akan menghadapi runner-up Grup A yang bermain di Qatar. Duel perebutan satu tiket play-off interzona wakil Asia itu akan berlangsung dengan sistem kandang-tandang pada November mendatang.

Pesepak bola Timnas Indonesia Jay Noah Idzes (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Arab Saudi Hassan Al Tambakti (kedua kiri) pada pertandingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (8/10/2025). Indonesia dikalahkan Arab Saudi dengan skor akhir 2-3. ANTARA FOTO/HO-PSSI/mrh/foc.

Adapun hasil imbang melawan Irak masih membuka kans Indonesia ke putaran kelima. Hal itu bisa terwujud apabila Saudi bisa mengalahkan Irak minimal dengan keunggulan dua gol. Di sisi lain, kekalahan akan membuat mimpi Indonesia ke Piala Dunia yang telah berjalan 73 tahun kembali tertunda.

Namun, mengalahkan Irak bukan pekerjaan mudah. Blok mental berpeluang membayangi skuad Indonesia. Alasannya, Irak selalu mampu menaklukan Indonesia pada tiga pertemuan terakhir sejak November 2023.

Indonesia dilibas Irak, 1-5, di Basra pada laga pembukaan putaran kedua pra-Piala Dunia 2026. Dua bulan berselang, Garuda kembali tunduk di hadapan ”Singa Mesopotamia”, 1-3, pada ajang Piala Asia 2023 di Qatar.

Quote

Kami akan menurunkan pemain dan mempersiapkan performa terbaik. Sebab, tidak ada tujuan kami selain menang. - Patrick Kluivert -

Ketika bermain lebih menyerang pada duel kedua putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026, yaitu Juni 2024, di Jakarta, Indonesia kembali tumbang 0-2. Hasil itu menunjukkan Irak bisa menyesuaikan dengan pendekatan taktik yang diterapkan Indonesia.

Selain rekor pertemuan yang kurang memihak, masalah mental lainnya juga masih menyengat skuad Garuda akibat menelan dua kekalahan beruntun di laga resmi. Belum sempat bangkit dari kalah 0-6 dari Jepang, Indonesia kemasukan tiga gol oleh Saudi.

Infografik Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026

Kondisi itu dipahami dengan baik oleh Pelatih Indonesia Patrick Kluivert. Menurut dia, Jay Idzes dan kawan-kawan harus melupakan segala hal yang telah terjadi di masa lalu.

”Kami akan menghadapi satu final lainnya. Penting bagi kami untuk menghadapi laga kontra Irak dengan pikiran yang jernih. Saya yakin semua pemain akan memberikan performa terbaik seperti biasanya,” tutur Kluivert, Jumat (10/10/2025), dalam konferensi pers di Jeddah.

Kevin Diks, pencetak dua gol menghadapi Saudi, menambahkan, laga kontra Irak akan hadirkan tantangan yang sulit. Selepas kalah pada laga pertama, ucap Kevin, seluruh pemain berada dalam situasi mental yang baik untuk bangkit dari kekalahan itu.

”Kami menggunakan waktu persiapan dengan sangat fokus. Kami sangat siap dan amat termotivasi untuk memberikan hasil positif bagi seluruh pendukung,” kata Kevin, pemain Borussia Moenchengladbach.

Di tengah situasi kurang ideal itu, Kluivert akan mendapatkan suntikan kualitas dari potensi kembalinya Calvin Verdonk dan Ole Romeny untuk bisa tampil sejak sepak mula kontra Irak. Dua pemain itu memiliki peran yang tidak tergantikan dalam skema permainan Kluivert.

Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert memberikan arahan kepada anak asuhannya pada sesi latihan, Minggu (8/6/2025), di Stadion Expo ‘70 Osaka, Kota Suita, Jepang. Kluivert ingin anak asuhannya tampil dengan performa maksimal demi hasil positif.

Dua kekalahan yang dialami Indonesia dari Jepang dan Australia tercipta ketika Calvin tidak bermain. Kondisi itu menunjukkan peran besar pemain Lille, klub Liga Perancis, itu untuk timnas Indonesia.

Di sisi lain, Ole adalah salah satu dari dua pemain yang telah mencetak gol untuk Indonesia pada laga resmi di bawah asuhan Kluivert. Kehadiran Ole pada menit ke-64 laga kontra Saudi berbuah satu peluang besar dan sebuah hukuman penalti untuk Garuda.

”Kami akan menurunkan pemain dan mempersiapkan performa terbaik. Sebab, tidak ada tujuan kami selain menang,” kata Kluivert.

Dalam sejarah pertemuan kedua tim, Indonesia sudah sangat lama pernah mengalahkan Irak. Momen itu tercipta pada kualifikasi Olimpiade 1968, Januari 1968. Kala itu, Indonesia menang 2-1 atas Irak.

Tiga momok

Mencermati tiga pertarungan terakhir kontra Irak, terdapat dua penyerang yang menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Garuda. Mereka adalah Ayman Hussein dan Ali Jassim. Kedua pemain itu selalu mencetak gol pada dua pertarungan terakhir menghadapi Indonesia, termasuk saat menang di Jakarta.

Penyerang Irak, Ali Jassim, merayakan golnya ke gawang Vietnam pada laga perempat final.

Selain dua pemain itu, ada pula penyerang andalan Irak lainnya, yakni Mohanad Ali. Ketajaman penyerang klub Liga Uni Emirat Arab, Dibba, itu terbukti dengan koleksi tiga gol pada dua laga Piala Raja Thailand, September lalu. Salah satu gol Ali itu dijaringkan ke gawang timnas Thailand.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA) Adnan Dirjal menargetkan hasil positif atas Indonesia untuk membuka asa ke Piala Dunia 2026. Dirjal mendampingi langsung tim Singa Mesopotamia di Jeddah. Tujuannya agar Irak mengikuti jejak tampil di Piala Dunia edisi 1986.

”Kami sangat bersatu setelah menjalani suka dan duka dalam beberapa tahun terakhir. Jalan kami semakin dekat menuju Piala Dunia 2026 dan semoga kami bisa mewujudkan mimpi itu,” tutur Dirjal, Menteri Pemuda dan Olahraga Irak periode 2020-2022, dilansir media olahraga Irak berbahasa Arab, WinWin.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase