Menciptakan ekosistem hijau untuk industri otomotif mulai jadi ajang unjuk inovasi. Toyota, misalnya, menunjukkan penggunaan etanol hingga hibrida.
16 Feb 2025 07:00 WIB · Ekonomi
Toyota terus konsisten dengan solusi mobilitas untuk mewujudkan nnetralitas karbon dalam tiga pilar, yakni solusi mobilitas, energi, dan solusi data. Toyota Motor Manufacturing Indonesia ingin mencapai netralitas karbon dengan memperkuat ekosistem hijau untuk masa depan berkelanjutan.
Di tengah penetrasi mobil China, pabrikan mobil dari negara lain berupaya melawan dengan inovasi hijau. Toyota Motor Manufacturing Indonesia menunjukkan aneka inovasi ramah lingkungan dalam gelaran Indonesia International Motor Show 2025 di Jakarta, Sabtu (15/2/2025).
Toyota meluncurkan tiga model baru sekaligus dalam acara tahunan tersebut, yakni dua produk elektrifikasi, Camry Hybrid dan Corolla Cross, serta Agya Stylix yang dilengkapi aksesori GR Aeropackage dengan tenaga mesin bensin.
Camry Hybrid ini dipanerkan ke publik dalam IIMS 2025 dengan warna hitam elegan. Adapun Corolla Cross ditampilkan dengan warna putih mengilap. Keduanya memiliki dua sumber tenaga, yakni baterai listrik dan bahan bakar minyak.
Di balik itu semua, jenama otomotif raksasa dunia asal Jepang ini menunjukkan komitmennya pada produksi kendaraan elektrifikasi. Tak hanya dalam produk, tetapi juga proses panjang di belakangnya menuju ekosistem hijau melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/13/37b70822-3325-43e0-abbc-11ce64f120c6_jpg.jpg)
CEO Toyota Regional Asia Masahiko Maeda mengungkapkan, Toyota menampilkan konsep Beyond Zero untuk mendorong batasan dalam inovasi. Beyond Zero ditunjukkan dalam penggunaan teknologi manufaktur TMMIN dari biofuel and flex-fuel technology hingga hybrid electric vehicles (HEV), battery electric vehicles (BEV), dan hydrogen fuel cell technology.
”Kami juga ingin mendorong pendekatan pragmatis dan holistik menuju ekosistem hijau dan rendah karbon bagi seluruh warga negara Indonesia, yang menandai pencapaian penting dalam perjalanan Toyota Indonesia menuju mobilitas berkelanjutan,” kata Masahiko Maeda dalam pernyataan tertulisnya.
Sebelumnya, TMMIN telah berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pelaku industri, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), BBIA (Pusat Penelitian dan Pengembangan Agroindustri), SERA (PT Serasi Auto Raya), MODA (PT Mobilitas Digital Indonesia), Toyota Tsusho, juga bersama sejumlah akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan National University of Singapore (NUS) untuk memberikan solusi inovatif melalui produk, layanan, dan aktivitas operasional yang tidak hanya menghilangkan emisi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi di Indonesia.
Hal itu juga disampaikan pada Pameran Mobilitas Menuju Transformasi Berkelanjutan Indonesia dengan Multi-Pathway di bawah tema ”Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon”, di JIEXpo, Jakarta, Rabu (12/5/2025). Kegiatan itu diselenggarakan oleh PT TMMIN dan PT Toyota Astra Motor (TAM).
Terkait dengan teknologi energi masa depan, Toyota Indonesia bekerja sama dengan PT Pertamina, PT PLN, BRIN, dan akademisi. Mereka secara resmi meluncurkan fasilitas Toyota Indonesia Hydrogen Refuelling Station (HRS) di xEV Center Pabrik TMMIN Karawang 3.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/17/40a071ef-894b-4f98-b8e3-6f06e63a2d85.jpeg)
Sebagai bagian dari industri otomotif nasional, Toyota Indonesia mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam acara Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon dengan keterlibatan positif masyarakat Indonesia membantu pemerintah untuk mewujudkan Net Zero Emissions pada tahun 2060.
TMMIN menyadari target pengurangan emisi ini tidak bisa dicapai oleh satu pihak, atau satu teknologi saja. Dalam IIMS 2025, Toyota menyajikan berbagai jenis kendaraan dan teknologi energi dengan strategi multi-pathway. Hal ini selaras dengan prinsip Toyota, No One Left Behind, agar semua teknologi berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pengurangan impor bahan bakar, yang juga membantu menjaga atau meningkatkan neraca perdagangan nasional.
”Hal ini, jika dimanfaatkan secara optimal, akan memberikan dampak positif pada industri otomotif dan rantai pasoknya yang padat karya, yang mempekerjakan lebih dari 300.000 pekerja dan sedang beradaptasi dengan teknologi otomotif masa depan yang lebih canggih,” ujar Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto.
Untuk memenuhi beragamnya kebutuhan masyarakat Indonesia, teknologi multi-pathway melengkapi berbagai pilihan solusi mobilitas hijau dengan Netralitas Karbon sebagai tujuan utama. Kesuksesan Toyota Indonesia dengan kendaraan elektrifikasi memperlihatkan bahwa produk yang diproduksi secara lokal dapat diterima dengan baik di pasar internasional.
Inovasi tersebut memperkuat industri otomotif Indonesia di persaingan global. Toyota Indonesia tidak hanya memproduksi kendaraan hibrida, tetapi juga mengembangkan kendaraan konversi, seperti Kijang Innova BEV, yang telah diuji sebagai bagian dari proyek transformasi pariwisata hijau. Kini, Kijang Innova BEV telah melalui uji jalan sejauh 100.000 kilometer.
Toyota Indonesia berkomitmen terhadap ketahanan energi dan peranannya dalam perubahan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/01/a5b168cb-12ad-4f2f-82fd-1a375cccc415.jpg)
Di balik itu semua, jenama otomotif raksasa dunia asal Jepang ini menunjukkan komitmennya pada produksi kendaraan elektrifikasi. Tak hanya dalam produk, tetapi juga proses panjang di belakangnya menuju ekosistem hijau melalui PT TMMIN. ”Toyota Indonesia berkomitmen terhadap ketahanan energi dan peranannya dalam perubahan,” tutur Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
TMMIN memiliki kemampuan untuk memproduksi Kendaraan Flexy Fuel (FFV) yang dioptimalkan untuk penggunaan etanol, membantu meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sesuai dengan roadmap energi nasional. Etanol diambil dari sumber daya lokal seperti tebu, sorgum, jagung, singkong, dan lainnya, tergantung pada ketersediaan di daerah tersebut.
Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto menjelaskan, Toyota juga terus mengembangkan mobil hibrida pada model lama, seperti mobil Kijang yang sudah hadir sejak 1977, 45 tahun kemudian Kijang lahir dengan konsep hibrida (listrik dan bahan bakar).
Salah satu yang unik adalah Toyota Mirai. Varian yang satu ini merupakan kendaraan futuristik yang menggunakan teknologi hidrogen ramah lingkungan. Kendaraan ini menawarkan efisiensi tinggi, nol emisi, dan menggunakan Toyota’s Fuel Cell System (TFCS), yang menggabungkan teknologi fuel cell dengan komponen yang dikembangkan oleh Toyota termasuk fuel cell stack, FC drive converter, dan tangki hidrogen bertekanan tinggi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/03/14/657a942e-9e80-4b04-96dc-22639f71c073_jpg.jpg)
Ada juga H2 Griller & H2 Generator yang memamerkan penggunaan hidrogen sebagai sumber energi terbarukan, tidak hanya untuk transportasi, tetapi juga untuk aplikasi lainnya, seperti memasak di rumah dan co-firing industry.
”Toyota Indonesia mendukung program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060 dengan menyediakan berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi (xEV) dan terus mengembangkan teknologi elektrifikasi. Dengan jumlah unit yang beroperasi (UIO) yang tinggi, kami juga berkontribusi dalam penelitian bioetanol sebagai solusi energi terbarukan, untuk memperluas kesempatan partisipasi publik dalam transisi energi. Tujuan kami ialah untuk lebih mengurangi emisi kendaraan demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutur Henry.
PT TAM, lanjut Henry, memiliki 22 model elektrifikasi berupa listrik dan hybrid. Menurut dia, saat ini teknologi mobil hybrid yang relevan di Indonesia. Apalagi pemerintah memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM) sebesar 3 persen.
”Kami berharap stimulus ini dapat memotivasi masyarakat untuk beralih ke mobil yang lebih ramah lingkungan seperti Hybrid EV kami yang sudah terbukti andal. Semoga minat masyarakat untuk memiliki kendaraan ramah lingkungan Toyota dapat meningkat sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik,” ungkap Henry.
Penulis:
Dionisius Reynaldo TriwibowoEditor:
Hamzirwan .