Temuan 12 Selongsong Peluru di Lokasi Penembakan Tiga Polisi di Way Kanan

Hasil otopsi ketiga jenazah menunjukkan lubang bekas tembakan senjata api ditemukan di bagian kepala dan dada.

19 Mar 2025 09:12 WIB · Nusantara

Oleh Vina Oktavia, Adrian Fajriansyah

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Kepolisian Daerah Lampung bersama Polisi Militer Kodam (Pomdam) II/Sriwijaya menggelar olah tempat kejadian perkara di lokasi penggerebekan sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, pada Selasa (18/2/2025). Dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan 12 selongsong peluru di lokasi tersebut.

Kepala Polda Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika mengatakan, olah tempat kejadian perkara ini dilakukan untuk mengungkap peristiwa yang mengakibatkan tiga anggota Polres Way Kanan tewas.

Ketiga anggota polisi yang tewas dalam peristiwa ini ialah Kepala Polsek Negara Batin Ajun Komisaris Anumerta Lusiyanto, Bintara Unit Binmas Polsek Negara Batin Ajun Inspektur Dua Anumerta Petrus Apriyanto, dan Bintara Satreskrim Polres Way Kanan, Brigadir Satu Anumerta M Ghalib Surya Ganta.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas gabungan menemukan barang bukti 12 selongsong peluru di lokasi. Selain itu, aparat juga menemukan sejumlah barang yang diduga terkait dengan judi sabung ayam. Saat ini, di lokasi itu masih dipasang garis polisi untuk penyelidikan selanjutnya.

Petugas membawa peti jenazah salah satu anggota polisi yang tewas tertembak, Selasa (18/3/2025). Pelepasan dilakukan di RS Bhayangkara Polda Lampung.

”Ini akan kita lakukan proses identifikasi melalui laboratorium forensik, ini untuk mengukur arah tembakan dan sebagainya,” katanya.

Menurut dia, penyidik akan menganalisis temuan berbagai alat bukti tersebut secara mendalam. Tim penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti lain dan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap siapa saja yang menjadi pelaku penembakan. ”Kegiatan (penyelidikan) ini dilakukan secara bersama-sama antara Polri dan TNI berikut dengan Pomdam Sriwijaya,” ucap Helmy.

Kodam II Sriwijaya memastikan dua anggota TNI sudah menyerahkan diri seusai tiga polisi tewas tertembak saat menggerebek judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Senin (17/3/2025). Saat ini, tim gabungan dari Kodam II Sriwijaya dan Polda Lampung sedang melakukan investigasi mengenai dugaan keterlibatan dua anggota TNI bersangkutan dalam kasus tersebut.

Hasil otopsi

Hasil otopsi ketiga jenazah menunjukkan lubang bekas tembakan senjata api yang ditemukan di bagian kepala dan dada menyebabkan ketiga polisi itu meninggal. Pada jasad Lusiyanto ditemukan lubang bekas peluru yang meluncur dari arah depan pada dada bagian kanan. Saat diotopsi, proyektil peluru itu ditemukan menembus hingga di rongga dada sebelah kiri.

Kondisi lokasi penembakan polisi yang juga arena sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, pada Selasa (18/2/2025)

Pada jasad Petrus ditemukan lubang bekas peluru dari arah depan di persis mata sebelah mata kirinya. Saat dilakukan otopsi, proyektil peluru ditemukan di bagian tempurung kepala.

Adapun pada jasad Ghalib terdapat lubang bekas peluru pada sisi kiri di bibirnya menembus rongga mulut. Saat dilakukan otopsi, proyektil peluru ada di tempurung kepala belakang dan di tenggorokan.

”Ketiga hal tersebut yang menyebabkan kematian dari anggota terbaik kami yang gugur saat melaksanakan tugas,” kata Vice Commander DVI Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Legowo saat memaparkan hasil otopsi di RS Bhayangkara, Selasa siang.

Legowo tampak tercekat dan matanya berkaca-kaca ketika menyampaikan hasil otopsi. Ia sedih dengan insiden yang menewaskan tiga anggota kepolisian itu.

Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar ditemui di Markas Kodam II Sriwijaya, Palembang, mengatakan, terkait kasus di Way Kanan, Lampung, dua anggota TNI yang diduga berada di lokasi saat kejadian sudah menyerahkan diri pada Senin malam. Dua anggota TNI bersangkutan adalah Kopral Kepala Basar dan Pembantu Letnan Satu Lubis.  Mereka adalah anggota Pos Ramil Negara Batin yang berada di wilayah Kodim Way Kanan.

Saat ini, Kopka Basar dan Peltu Lubis berada di Denpom II/3 Lampung untuk diperiksa intensif. ”Mereka menyerahkan diri pada Senin malam saat dijemput tim gabungan dari kodim, korem, dan polisi militer. Setelah itu, mereka langsung dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung untuk pendalaman lebih lanjut," ujar Eko.

Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar saat memberikan keterangan pers di Markas Kodam II Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/3/2025).

Terkait isu dua anggota TNI bersangkutan berstatus pemilik ataupun pengelola judi sabung ayam di lokasi kejadian, Eko pun meminta publik bersabar menunggu jawaban pasti hingga ada hasil dari investigasi yang masih berlangsung. Mengenai siapa yang menembak tiga polisi di lokasi kejadian, hal itu perlu dibuktikan melalui sejumlah komponen, antara lain senjata apa yang digunakan.

”Apakah anggota TNI bersangkutan pelaku penembakan itu atau ada orang lain yang menggunakan senjata untuk menembak korban, itu masih dalam proses investigasi," kata Eko.

Dari versi Kodam II Sriwijaya, Eko mengatakan, penembakan bermula saat tim dari kepolisian menggerebek judi sabung ayam di lokasi kejadian pada Senin petang. Ketika polisi melepaskan tembakan peringatan, muncul tembakan balik dari arah lokasi kejadian.

Tahap investigasi

Untuk memastikan siapa yang menembak, itu harus dibuktikan pengecekan proyektil, balistik, senjata yang digunakan, dan keterangan para saksi. Masalahnya hingga sekarang, senjata yang digunakan pelaku belum ditemukan. ”Semua itu masih dalam tahap investigasi, termasuk pencarian senjata yang digunakan untuk menembak tiga korban,” kata Eko.

Isak tangis keluarga Kepala Polsek Negara Batin Inspektur Satu Lusiyanto pecah saat tiba di Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Bandar Lampung, pada Selasa (18/3/2025). Lusiyanto adalah sa;ah satu korban tewas tertembak saat anggota polisi menggerebek sabung ayam di Way Kanan.

Dalam kesempatan itu, Eko mengungkapkan, lokasi kejadian dikenal sebagai daerah ”Texas” alias zona hitam rawan kriminalitas. Di sana, sudah menjadi rahasia umum banyak beredar senjata ilegal yang terjadi secara turun-temurun. Tidak menutup kemungkinan, senjata ilegal di sana yang digunakan untuk menembak korban.

Akan tetapi, dugaan itu pun harus dibuktikan terlebih dahulu. ”Itu butuh sinkronisasi. Terkait keberadaan produksi senjata rakitan atau ilegal di sana, itu harus didalami lebih lanjut dan ada data yang harus dipelajari dahulu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai adanya video viral dari Kopka Basar yang mengajak menonton judi sabung ayam, Eko mengutarakan, video itu pun turut diinvestigasi untuk memastikan siapa persisnya orang dalam video tersebut, apa yang disampaikannya, dan kapan terjadinya.

Eko mengutamakan kehati-hatian dalam menyikapi video dan foto yang tersebar di media sosial. Eko belajar dari sejumlah foto yang sempat dikirim kepadanya dan ada yang sudah tayang di beberapa media yang ternyata kejadian di tempat berbeda. Ada foto yang berbeda atau kejadian lama tetapi disangkut-sangkutkan dengan kejadian saat ini.

”Kami meminta pula kepada awak media untuk tidak terburu-buru. Sebab, kami butuh validitas di lapangan atas setiap info yang beredar sehingga infonya tidak menjadi liar,” katanya.

Mobil jenazah yang mengangkut jenazah anggota polisi yang tertembak meninggalkan RS Bhayangkara Polda Lampung, pada Selasa (18/3/2025) siang.

Terlepas dari itu, Eko memastikan, kalau dua anggota TNI bersangkutan terbukti bersalah, pihaknya pasti akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan berlaku.

”Kodam II Sriwijaya berkomitmen tidak menoleransi ataupun bermain-main. Kami akan memberikan sanksi setimpal sesuai aturan berlaku kepada semua prajurit yang melakukan kegiatan yang melanggar aturan dan meresahkan masyarakat luas,” ucap Eko.

 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia, Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari