Temuan Sabu di Perairan Masalembu Bertambah, Problem Penyelundupan Kian Kompleks

Penyelundupan narkotika lewat Laut Jawa diduga kian kompleks. Temuan drum berisi sabu oleh nelayan di perairan Masalembu, Jawa Timur, menjadi salah satu buktinya.

02 Jun 2025 12:18 WIB · Nusantara

Oleh Ambrosius Harto Manumoyoso

SURABAYA, KOMPAS - Temuan narkotika di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bertambah setelah dua nelayan menyerahkan tiga paket berupa 3 kilogram sabu ke Kepolisian Sektor Masalembu. Sebelumnya, empat nelayan Pulau Masalembu, menyerahkan temuan drum besi berisi paket-paket berupa 35 kilogram sabu.

Drum besi itu ditemukan oleh empat nelayan warga Dusun Ambulung, Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Rabu (28/5/2025) petang. Empat nelayan itu, yakni Fadil (25), Naim (30), Mastur (40), dan Sirat (60), melihat drum besi yang sudah berkarat mengapung sekitar 4 mil atau 6,4 kilometer dari pantai barat daya Pulau Masalembu.

Mereka kemudian menarik drum itu ke pantai dan meninggalkannya. Namun, sehari kemudian, Mastur penasaran. Ia membuka drum lalu kaget di dalamnya ada paket-paket plastik berisi serbuk putih. Mastur curiga sehingga melapor ke Komando Rayon Militer (Koramil) 0872/22 Masalembu yang kemudian meneruskannya ke Kepolisian Sektor (Polsek) Masalembu. Tim koramil dan polsek kemudian mengamankan barang bukti itu dan mengirimkannya ke Kepolisian Resor Sumenep.

”Barang bukti 35 kilogram sabu telah diserahkan kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim pada Sabtu (31/5/2025),” ujar Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Sumenep Ajun Komisaris Widiarti Setyoningtyas selaku Pelaksana Tugas Kepala Seksi Humas Polres Sumenep saat dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (2/6/2025).

Widiarti melanjutkan, temuan sabu di Masalembu itu menjadi atensi, diberitakan, dan viral di media sosial. Warga Pulau Masalembu yang berjarak lebih dari 110 mil laut atau 203 kilometer dari pesisir utara Sumenep di Pulau Madura juga tahu soal temuan sabu itu.

Informasi itu mendorong dua nelayan Pulau Masalembu, penemu tiga paket plastik di pantai, untuk melapor dan menyerahkan temuannya ke Polsek Masalembu, Sabtu (31/5/2025) dan Minggu (1/6/2025). Plastik berisi benda putih itu identik dengan paket-paket dalam drum besi yang ditemukan empat nelayan sebelumnya.

Berdasarkan laporan dari Polsek Masalembu, nelayan yang menyerahkan paket-paket itu adalah Faqih (40) dan M Zehri (52). Zehri menyerahkan satu paket yang diduga 1 kilogram sabu pada Sabtu, sementara Faqih menyerahkan dua paket yang diduga 2 kilogram sabu pada Minggu. Mereka menyerahkan temuan itu didampingi Kepala Dusun Ambulung Zakariya (52).

Menurut keterangan saksi, mereka menemukan paket-paket itu di pantai dekat keempat nelayan menaruh drum besi. Mereka mengambil paket itu karena mengiranya berisi tawas atau kapur. Oleh karena tahu soal pemberitaan temuan sabu di Perairan Masalembu, kedua nelayan itu cemas, tetapi kemudian meminta pendampingan untuk menyerahkan temuannya.

Kapal Mutiara Sentosa I terbakar di sekitar Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

”Tiga paket yang diserahkan belakangan itu dalam pengawasan Polsek Masalembu dan akan dikirim ke Polres Sumenep dengan kapal jadwal terdekat,” kata Widiarti.

Temuan terbesar

Dalam penyerahan barang bukti ke Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Wakil Kepala Polres Sumenep Komisaris Masyhur Ade memuji dan mengapresiasi sikap para nelayan yang melaporkan temuan mencurigakan dan terbukti merupakan narkotika. Peran masyarakat penting untuk penegakan hukum dalam rangka menekan dan mengatasi peredaran atau penyelundupan narkotika.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan, penyelundupan narkotika lewat Laut Jawa menjadi atensi. Temuan sabu dalam drum di Perairan Masalembu sementara ini menjadi yang terbesar dalam penanganan jajaran Polda Jatim.

”Peredaran narkotika semakin kompleks dan rumit dengan modus penyelundupan lewat laut,” kata Jules Abraham. Perkara penemuan drum berisi sabu itu kini ditangani dan diselidiki Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim.

Kepulauan Masalembu yang berada dalam wilayah administatif Kabupaten Sumenep berada di Laut Jawa yang memisahkan Pulau Jawa-Pulau Madura dengan Pulau Kalimantan. Gugus nusa ini terdiri dari tiga pulau utama, yakni Masalembu, Masakambing, dan Karamian yang dikelilingi perairan lepas Laut Jawa.

Situasi itu meningkatkan potensi penyelundupan barang ilegal, termasuk narkotika, ke Indonesia bagian timur. Pengawasan hingga penindakan mendapat tantangan alam, yakni perairan yang begitu luas. Untuk itu, dukungan masyarakat agar melaporkan dengan segera pelbagai temuan mencurigakan akan membantu penegakan hukum.

Di sisi lain, Jatim menjadi salah satu pasar atau jalur peredaran narkoba. Polda Jatim pada 2023 menyebutkan, ada pengungkapan 5.054 kasus narkoba. Tahun berikutnya, jumlahnya naik cukup signifikan, yakni menjadi 5.468 kasus narkoba.

Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur menggagalkan penyelundupan 21,351 kilogram abu dari Surabaya, Jawa Timur, ke Kalimantan Timur melalui Balikpapan. Penyelundupan sabu diduga dari Timur Tengah itu dilakukan oleh dua lelaki warga Jawa Timur dari Batu dan Surabaya.

Pada kasus sebelumnya, Polda Jatim mengungkap penyelundupan sabu dari Timur Tengah ke Pulau Kalimantan lewat Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Polda Jatim menahan warga Surabaya berinisal WR (35) dan warga Batu berinisial REP (38) sebagai tersangka peredaran 22 paket sabu seberat 21,351 kilogram.

Dari Timur Tengah, sabu diselundupkan lewat Samudra Hindia ke Pulau Sumatera. WR dan REP kemudian membawa paket-paket sabu itu dengan perjalanan darat melintasi Sumatera. Selanjutnya, mereka menyeberang ke Pulau Jawa dari Bakauheni, Lampung, ke Merak, Banten.

Di Jawa, sabu dibawa dengan perjalanan darat sampai Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari Surabaya, mereka naik kapal menuju Balikpapan. Adapun rute perjalanan kapal dari Surabaya ke Balikpapan ada yang melintasi Perairan Masalembu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto Manumoyoso
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji