Potret situasi Korea Selatan jelang putusan sidang di pengadilan Mahkamah Konstitusi tentang pemakzulan presiden.
04 Apr 2025 06:33 WIB · Foto
Pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan yang rencannya akan dibacakan hari ini, Jumat (04/03/2025) pukul 11.00 waktu setempat, atau 09.00 WIB tentang pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol membuat polisi meningkatkan penjagaan dan mengerahkan lebih dari 14.000 personel.
Yoon Suk Yeol dimakzulkan Parlemen Korea Selatan pada Desember 2024 usai menetapkan status darurat Korsel. Yoon juga mengirim pasukan ke Majelis Nasional untuk menghalangi parlemen masuk ke gedung untuk membatalkan deklarasi darurat militer.
Jika Mahkamah Konstitusi menyetujui pemakzulan Yoon, Korea Selatan wajib menggelar pemilihan presiden dalam waktu 60 hari. Namun, jika pemakzulan itu dibatalkan, Yoon bisa kembali duduk di kursi kepresidenan.
Ribuan pendukung Yoon maupun penentangnya sama-sama turun ke jalan selama berhari-hari sejak masalah ini bergulir di pengadilan. Polisi Korea saat ini dalam situasi siaga level tertinggi dalam kepolisian.
Puluhan bus polisi dijadikan pagar arau tameng untuk melindungi gedung Mahkamah Konstitusi dari serbuan dua pihak. Bus ini diparkir membentuk benteng panjang mengelilingi gedung pengadilan dan akses jalan utama menuju pengadilan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/8eaea54e-f398-47d7-859d-baf814830f07_jpg.jpg)
Drama Politik Yoon
Pada 15 Januari 2025, Yoon ditangkap di kediamannya dan ditahan usai menolak panggilan sidang. Saat itu ribuan polisi kerahkan dan harus bersitegang dengan ratusan pengawal presiden.
Pada 20 Februari, Yoon menjalani sidang pidana terpisah. Ia menjadi Presiden Korea selatan pertama yang diadili secara pidana saat masih menjabat. Namun dibebaskan dari penjara 8 Maret 2025 atau setelah ditahan selama 52 hari, setelah pengadilan distrik Seoul membatalkan penangkapannya dan membolehkannya diadili tanpa penahanan fisik.
Delapan hakim akan mengambil keputusan dalam sidang putusan di Mahkamah Konstitusi hari ini. Penasehat hukum Yoon belum memberikan kepastian akan kehadiran Yoon ke sidang putusan ini.
Namun jutaan pengunjukrasa dari pendukung dan penentang Yoon dipastikan akan turun ke jalan dan berkumpul di sekitar gedung pengadilan. Ratusan pengunjukrasa juga terlihat menginap di jalanan didekat sejak tadi malam. Mereka menunggu kabar yang akan mulai dibacakan pukul 11.00 waktu setempat. Presiden mereka akan tetap Yoon Suk Yeol, atau mereka harus memilih presiden baru.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari