Tensi Tinggi Jelang Sidang Putusan di Korea

Potret situasi Korea Selatan jelang putusan sidang di pengadilan Mahkamah Konstitusi  tentang pemakzulan presiden.

04 Apr 2025 06:33 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan yang rencannya akan dibacakan hari ini, Jumat (04/03/2025) pukul 11.00 waktu setempat, atau 09.00 WIB  tentang pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol membuat polisi meningkatkan penjagaan dan mengerahkan lebih dari 14.000 personel. 

Yoon Suk Yeol dimakzulkan Parlemen Korea Selatan pada Desember 2024 usai menetapkan status darurat Korsel. Yoon juga mengirim pasukan ke Majelis Nasional untuk menghalangi parlemen masuk ke gedung untuk membatalkan deklarasi darurat militer.

Petugas polisi berdiri di samping barikade di dekat Mahkamah Konstitusi di Seoul pada 3 April 2025. Mahkamah Konstitusi Korea Selatan pada 4 April akan memutuskan nasib  Presiden Yoon Suk Yeol.
Pendukung Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol mengibarkan bendera AS dan Korea Selatan saat menghadiri rapat umum di jalan di Seoul pada 3 April 2025.
Petugas polisi berjaga di gerbang utama Mahkamah Konstitusi, yang diblokir oleh pagar polisi dan bus sebagai bagian dari tindakan pencegahan di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 April 2025.
Polisi berjaga saat para pengunjuk rasa bersiap menuju Mahkamah Konstitusi dalam aksi unjuk rasa yang menyerukan Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol untuk mundur di dekat Gwanghwamun, gerbang utama Istana Gyeongbok abad ke-14, di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 April 2025.
Barikade bus polisi di dekat Mahkamah Konstitusi di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 April 2025.
Pendukung Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol memegang poster saat rapat umum di jalan di Seoul pada 3 April 2025.

Jika Mahkamah Konstitusi menyetujui pemakzulan Yoon, Korea Selatan wajib  menggelar pemilihan presiden dalam waktu 60 hari. Namun, jika pemakzulan itu dibatalkan, Yoon bisa kembali duduk di kursi kepresidenan.

Ribuan pendukung Yoon maupun penentangnya sama-sama turun ke jalan selama berhari-hari sejak masalah ini bergulir di pengadilan. Polisi Korea saat ini dalam situasi siaga level tertinggi dalam kepolisian. 

Puluhan bus polisi dijadikan pagar arau tameng untuk melindungi gedung Mahkamah Konstitusi dari serbuan dua pihak. Bus ini diparkir membentuk benteng panjang mengelilingi gedung pengadilan dan akses jalan utama menuju pengadilan.

Bus polisi diparkir untuk membuat barikade di jalan sebagai bagian dari tindakan pencegahan di dekat Mahkamah Konstitusi di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 April 2025.

Drama Politik Yoon

Pada 15 Januari 2025, Yoon ditangkap di kediamannya dan ditahan usai menolak panggilan sidang.  Saat itu ribuan polisi kerahkan dan harus bersitegang dengan ratusan pengawal presiden.

Pada 20 Februari, Yoon menjalani sidang pidana terpisah. Ia menjadi  Presiden Korea selatan pertama yang diadili secara pidana saat masih menjabat. Namun dibebaskan dari penjara 8 Maret 2025 atau setelah ditahan selama 52 hari, setelah pengadilan distrik Seoul membatalkan penangkapannya dan membolehkannya diadili tanpa penahanan fisik.

Pengunjukrasa menginap di dekat pintu masuk Mahkamah Konstitusi di Seoul pada 3 April 2025.
Pengunjukrasa berjaga-jaga di dekat pintu masuk Mahkamah Konstitusi di Seoul pada 3 April 2025.
Pengunjukrasa bertahan hingga malam di Seoul pada 3 April 2025.
Pengunjukrasa bersiaga jelang sidang putusan di pengadilan Mahkamah Konstitusi yang menyidangkan pemakzulan Presiden di depan Gerbang Gwanghwamun di Seoul pada 3 April 2025.
Para pengunjuk rasa berbaris menuju Mahkamah Konstitusi selama rapat umum yang menyerukan agar Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol mengundurkan diri di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 April 2025.
Anggota Federasi Serikat Pekerja Korea menghadiri rapat umum yang menyerukan agar Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol mengundurkan diri di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 April 2025.
Penyelidik dari badan antikorupsi negara dan petugas polisi menuju kediaman Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan untuk melaksanakan surat perintah penahanan Yoon di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 15 Januari 2025.
Kendaraan yang membawa Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol (tengah) meninggalkan kompleks gedung yang menampung Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) di Gwacheon pada tanggal 15 Januari 2025.
Kediaman Presiden Korea Selatan, Kamis, 9 Januari 2025.

Delapan hakim akan mengambil keputusan dalam sidang putusan di Mahkamah Konstitusi hari ini. Penasehat hukum Yoon belum memberikan kepastian akan kehadiran Yoon ke sidang putusan ini. 

Namun jutaan pengunjukrasa dari pendukung dan penentang Yoon dipastikan akan turun ke jalan dan berkumpul di sekitar gedung pengadilan. Ratusan pengunjukrasa juga terlihat menginap di jalanan didekat sejak tadi malam. Mereka menunggu kabar yang akan mulai dibacakan pukul 11.00 waktu setempat. Presiden mereka akan tetap Yoon Suk Yeol, atau mereka harus memilih presiden baru.  


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari