BULU TANGKIS

Terkendala Masalah Kesehatan, Gregoria Mundur dari Pelatnas

Gregoria Mariska Tunjung masih memulihkan diri dari vertigo. Karena belum bisa kembali ke kompetisi, dia pun mundur dari pelatnas.

15 Mei 2026 12:02 WIB · Olahraga

Humas PB PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

 

JAKARTA, KOMPAS — Kendala kesehatan membuat Gregoria Mariska Tunjung memilih untuk mengundurkan diri dari pelatnas bulu tangkis Indonesia. PP PBSI pun menghormati keputusan tersebut.

Pengunduran diri Gregoria disampaikan PBSI pada Jumat (15/5/2026). Gregoria menyampaikan surat pengunduran diri, menyampaikan terima kasih kepada PP PBSI yang memberinya kepercayaan menjadi bagian dari atlet pelatnas selama 12 tahun. Dalam memutuskan pengunduran dirinya, atlet tunggal putri berusia 26 tahun ini berdiskusi dengan pelatih tunggal putri Imam Tohari dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Eng Hian.

”Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.

Gregoria, yang meraih medali perunggu di Olimpiade Paris 2024 tersebut, belum memberikan pernyataan terkait pengunduran dirinya dari pelatnas.

Kondisi kesehatan menjadi alasan utama mundurnya Gregoria dari pelatnas. Dia masih menjalani pemulihan dari vertigo yang mengganggu sejak 2025. Kondisi yang membuatnya kehilangan keseimbangan tersebut tak hanya mengganggu latihan, melainkan juga dalam beraktivitas sehari-hari. Dia, bahkan, pernah dirawat di rumah sakit.

Gangguan vertigo ini membuat Gregoria absen dari turnamen pada pertengahan April hingga pertengahan Juli 2025 hingga dia melewatkan kejuaraan Piala Sudirman dan Indonesia Terbuka. Sejak Juli, Gregoria bermain dalam tujuh kejuaraan, termasuk SEA Games Thailand, pada Desember.

<p>Indonesia&#8217;s Gregoria Mariska Tunjung hits a shot to Belgium&#8217;s Lianne Tan in their women&#8217;s singles badminton group stage match during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 28, 2021. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP)</p>
Quote

Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya.

Setelah kembali dari beberapa turnamen, Gregoria pernah bercerita bahwa vertigonya pernah kambuh karena silau pada sinar lampu di lapangan. Untuk itu, dia pun harus selalu berusaha untuk beradaptasi dengan semua situasi dalam setiap turnamen.

Pada SEA Games 2025, Gregoria hanya bermain pada nomor beregu putri. Dia tiga kali tampil dengan hanya sekali menang. SEA Games tersebut akhirnya menjadi ajang terakhir Gregoria, setidaknya hingga saat ini.

Juara dunia yunior 2017 ini memiliki dua gelar juara BWF World Tour dari enam final. Prestasi tertingginya adalah ketika mendapat medali perunggu Olimpiade Paris 2024 yang menjadi satu-satunya medali Indonesia dari cabang bulu tangkis. Padahal, nomor tunggal putra dan ganda putra menjadi sektor yang lebih diharapkan meraih medali. Pada ajang beregu, Gregoria menjadi bagian dari tim ketika Indonesia mencapai final Piala Uber 2024 di Chengdu, China.

Sejak bersaing pada era yunior, Gregoria menjadi andalan sektor tunggal putri mengingat minimnya atlet Indonesia yang bisa bersaing di level atas. Gregoria pun menjadi tunggal putri nomor satu Indonesia hingga Putri Kusuma Wardani menggesernya pada tahun ini ketika Gregoria tak bisa aktif bertanding.

Pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan pebulu tangkis Thailand Ratchanok Intanon di laga final nomor beregu putri SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Rabu (10/12/2025).  Pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 2 gim dari Ratchanok Intanon dengan poin 7-21, 15-21.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-12-2025

PBSI pun memahami keputusan Gregoria karena hingga saat ini, atlet yang pernah menempati ranking kelima dunia tersebut merasa belum pulih sepenuhnya. Dia pun belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali ke turnamen.

PBSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria untuk negara, juga berharap kondisi kesehatannya segera pulih.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase