Barcelona kian terlihat memiliki dua kepribadian. Diharapkan bisa mengakhiri hasil negatif di markas sendiri, Barca justru takluk dari tim semenjana, Leganes.
16 Des 2024 10:30 WIB · Olahraga
BARCELONA, SENIN — Barcelona gagal mengakhiri tren buruk saat tampil di hadapan pendukung sendiri. Tak lama setelah kalah dari tim papan bawah, Las Palmas, Barca kembali kalah secara mengejutkan di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. Kali ini, ”Blaugrana” dipermalukan 0-1 oleh Leganes yang tengah berjuang menjauhi zona degradasi. Kekalahan di Liga Spanyol ini semakin menguak sisi bipolar Barca.
Inkonsistensi belum cukup untuk menggambarkan performa Barca saat ini. Lebih dari itu, Barca perlu dilengkapi dengan identitas sebagai tim bipolar alias bak memiliki dua kepribadian. Belakangan ini, mereka kerap bisa meraih kemenangan menghadapi tim-tim kuat. Sebaliknya, Barca menjadi sangat rentan kala menjajal tim-tim yang lemah.
Sebelum takluk dari Leganes, Barca meraih hasil positif dengan menjungkalkan raksasa Jerman, Borussia Dortmund, dalam lanjutan Liga Champions Eropa. Barca juga menggugah harapan pendukungnya saat menaklukkan tim-tim besar lain, seperti Real Madrid dan Bayern Muenchen.
Namun, saat hasil bagus mulai didapatkan, sisi bipolar Barca mendadak muncul. Kegemilangan saat mengalahkan para raksasa Eropa itu justru tidak berlanjut melawan tim-tim semenjana. Laga melawan Leganes yang diprediksi akan berlangsung mudah nyatanya justru menjelma neraka bagi Barca.
Leganes sudah unggul saat pertandingan berjalan 4 menit. Bek Leganes, Sergio Gonzalez, dengan lihai memanfaatkan umpan sepak pojok Oscar Rodriguez. Para pemain Barca hanya memperhatikan arah bola tanpa menyadari Gonzalez bergerak bebas tanpa pengawalan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/16/90480a0c-1120-4345-973d-820ae82586ef_jpg.jpg)
”Ini kekecewaan besar. Saya rasa kami memulai pertandingan tanpa fokus,” kata gelandang Barca, Pedri.
Setelah unggul, Pelatih Leganes Borja Jimenez langsung menginstruksikan para pemainnya untuk menerapkan garis pertahanan rendah. Leganez merasa sudah cukup dengan keunggulan satu gol, lalu berusaha mempertahankannya mati-matian.
Walau menerapkan garis pertahanan rendah, para pemain Barca nyatanya bisa membongkar. Skema membangun serangan Barca lebih mengandalkan penetrasi para pemain sayap akibat Leganes menumpuk pemain di belakang. Bek kiri Barca, Alejandro Balde, kerap mengkreasikan peluang melaui umpan silang. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang tenang menjadi hambatan terbesar Barca di laga ini.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan saat takluk dari Real Sociedad. Kala itu, Barca kesulitan membongkar pertahanan Sociedad. Para gelandang Barca seperti kehabisan akal sehingga tidak ada kreasi peluang melalui operan di area sepertiga akhir pertahanan lawan.
Posisi Barca rentan digusur oleh Atletico Madrid yang berada di peringkat kedua dengan perolehan poin sama. Atletico saat ini memainkan satu pertandingan lebih sedikit.
Kali ini, aspek kreasi serangan relatif sudah teratasi. Tapi, masalah Barca justru beralih ke penyelesaian akhir. Barca total menghasilkan empat tembakan tepat sasaran, tetapi tidak ada satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/16/912dc779-ae57-4623-80db-9e2b2cb75fef_jpg.jpg)
Salah satu penyebabnya adalah penyerang Robert Lewandowski tampil di bawah standar. Mantan pemain Bayern Muenchen itu sempat mendapatkan peluang emas saat tinggal berhadapan dengan kiper. Sayangnya, bola tembakannya masih bisa dijangkau kiper lawan.
”Itu bukan pertandingan terbaik kami, tetapi kami punya beberapa peluang dan tidak mencetak gol. Jika Anda tidak mencetak gol, Anda tidak akan menang,” kata asisten pelatih Barca, Marcus Sorg.
Barca tidak didampingi Hansi Flick sebagai pelatih pada laga ini. Pelatih asal Jerman itu mendapat hukuman skorsing dua laga saat ditahan imbang Real Betis.
Seperti Pedri, Sorg menyoroti kelengahan pemain Barca di lima menit awal. Hal itu sedikit janggal mengingat stamina para pemain belum terlalu terkuras sehingga kehilangan fokus semestinya tidak terjadi pada tim selevel Barca.
”Kami tidak senang dengan performa di liga saat ini. Namun, Anda harus menerima kenyataan saat mencoba membangun tim. Kami bekerja keras. Kami berada di puncak dan mungkin kehilangan keunggulan, tetapi kami masih di sana,” ujar Sorg.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/16/c7b9a3d4-195a-44cf-8294-40d8fa964236_jpg.jpg)
Dengan kekalahan ini, Barca memang masih memimpin klasemen sementara Liga Spanyol dengan koleksi 38 poin. Namun, posisi Barca rentan digusur oleh Atletico Madrid yang berada di peringkat kedua dengan perolehan poin sama. Atletico saat ini memainkan satu pertandingan lebih sedikit.
Kekalahan itu membuat laga Barca selanjutnya menghadapi Atletico bakal krusial. Pemenang laga itu dipastikan akan mengambil alih posisi puncak klasemen liga.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .