AC Milan sedang dalam tren positif setelah mencetak sedikitnya tiga gol dalam dua laga beruntun. Namun, lini pertahanan mereka masih tampil di bawah standar.
10 Nov 2024 06:01 WIB · Olahraga
Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra - [email protected]
CAGLIARI, MINGGU — Setelah membekap Real Madrid, AC Milan kembali menunjukkan sisi buasnya saat menahan imbang tuan rumah Cagliari, 3-3, dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Unipol Domus, Minggu (10/11/2024) dini hari WIB. Hanya saja, sisi buas Milan itu ternoda dengan kinerja lini pertahanan yang tidak maksimal.
Meski gagal meraih poin penuh dalam lawatan ke Cagliari, pertandingan ini kian memperlihatkan sisi buas Milan yang kembali berhasil mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sebelumnya, ”Rossoneri” mempermalukan Real, 1-3, di Liga Champions Eropa. Dengan skor yang sama, Milan juga sempat membekap wakil Belgia, Club Brugge.
Performa ini pun menjadi sinyal bagus bagi Pelatih Paulo Fonseca yang sempat kehilangan kepercayaan dari para pendukung Milan. Fonseca meninggalkan Lille untuk menerima tawaran menggantikan Stefano Pioli yang dipecat pada Mei lalu. Awal-awal bekerja di Milan, Fonseca tidak bisa serta-merta mencuri hati fans Milan akibat penampilan timnya yang inkonsisten. Akibatnya, Fonseca pun sempat mengalami masa-masa sulit.
Kini, setelah mengubah Milan menjadi tim yang cukup produktif, Fonseca mulai mendapat kepercayaan dari fans. Fonseca dinilai punya rencana permainan yang jelas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/10/edcc43dfe2460d28be99f53f91033b4b-89458d6db6a64efda1c94d682ba1f7ae_0_ab4f787d8eb0484cba9be56f3bb2c20a.jpg)
Hal itu setidaknya terlihat saat Milan begitu digdaya membungkam Real di markasnya. Fonseca menuntut pemain bertahan Milan agar berani menguasai bola dan punya visi bermain di luar dari zona pertahanan sendiri.
Pilihan taktik itu memang rumit dan mengandung risiko tinggi. Akan tetapi, hasilnya cukup sepadan. Milan memeragakan cara membangun serangan dengan umpan-umpan pendek. Ini memancing para pemain lawan untuk naik menekan sehingga tercipta ruang yang bisa dieksplorasi para pemain depan Milan. Hasilnya, lini serang Milan menjadi lebih buas.
Kecenderungan bermain atraktif seperti itu kembali tampak saat menantang tuan rumah Cagliari. Tampil dalam formasi 4-2-3-1, pemain sayap lincah, Rafael Leao, tampil impresif dengan mengemas dua gol. Satu gol Milan lainnya disumbangkan Tammy Abraham.
Namun, kinerja bagus para penyerang Milan gagal diimbangi pemain bertahan. Lini belakang yang dikomandoi Emerson Royal dan Malick Thiaw tampil kurang terstruktur dan kerap mudah dilewati. Selain itu, para pemain bertahan Milan sangat lemah dalam mengantisipasi umpan silang, termasuk duel-duel udara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/10/f285653e9cb91e8bac42fb38c62b4532-1dbb877c5d1e4f228d701b8548dac715_0_c9934541d9824e2f98cfdc89bb8c31a4.jpg)
”Masalah kami hari ini bukan menyerang, tetapi bertahan. Kami mengalami kesulitan besar saat umpan silang Cagliari serta kurang agresif di saat yang tepat. Bahkan, dengan lima pemain, kami kalah dalam duel udara,” kata Fonseca.
Gabriel Zappa menjadi momok bagi pertahanan Milan. Bek kanan 24 tahun itu mencetak dua gol Cagliari. Satu gol lainnya dilesakkan Nadir Zortea. Dua dari tiga gol Cagliari berawal dari skema umpan silang yang diantisipasi dengan amat buruk oleh lini pertahanan Milan.
Lubang pada lini pertahanan ini menjadi aib tersendiri bagi ”Rossoneri”. Mereka gagal membawa pulang tiga poin meski sempat unggul hingga satu menit jelang waktu normal usai. Dengan hasil ini, Milan pun tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 18 poin, hasil dari meraih 5 kemenangan, 3 kali imbang, dan 3 kali kalah.
”Kami tahu tentang umpan silang mereka. Itu salah satu kekuatan mereka. Kami tidak memerhatikan, selalu ada seseorang (lawan) yang bebas di posisi kedua. Kami harus melihat ke cermin dan memahami. Anda tidak dapat memenangkan pertandingan seperti ini jika Anda tidak bertahan dengan baik,” kata gelandang Milan Tijjani Reijnders.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/10/d26c3519c6cfdeb80c62460b72cc0267-3b22624e131d4fe9b84a49adf7566548_0_defe72e205ee40e8a8fe007010609fec.jpg)
Setelah kebobolan tiga gol dari Cagliari yang sebenarnya bisa diantisipasi, gawang Milan kini total telah kebobolan 14 gol dalam 11 pertandingan. Jumlah kebobolan itu merupakan yang terbanyak dari tim penghuni peringkat tujuh besar.
Sisi buas Milan memang telah kembali berkat sentuhan tangan dingin Fonseca. Namun, dia masih perlu memikirkan cara mempertebal lini pertahanan agar kemenangan yang sudah di depan mata tidak lagi sirna di menit-menit akhir. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra