Teror Kepala Babi ke Kantor ”Tempo” Ancaman terhadap Kebebasan Pers

Teror kepala babi ke kantor Redaksi Tempo telah dilaporkan ke polisi. Teror ini ancaman serius terhadap kebebasan pers dan berekspresi.

21 Mar 2025 13:57 WIB · Humaniora

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

JAKARTA, KOMPAS – Sejumlah pihak mengecam teror kiriman paket berisi kepala babi ke kantor redaksi Tempo di Jakarta. Teror itu bukan cuma ancaman kepada awak redaksi media tersebut, tetapi juga terhadap kebebasan pers dan berekspresi di Tanah Air.

Kepala babi yang dibungkus kotak kardus dan dilapisi styrofoam itu dikirim, Rabu (19/3/2025) pukul 16.15 WIB. Paket ditujukan kepada Francisca Christy Rosana atau Cica, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik. Namun, Cica baru menerima paket itu pada Kamis (20/3) pukul 15.00 WIB.

Wakil Pemimpin Redaksi Tempo, Bagja Hidayat, mengatakan, saat paket dibuka, tercium bau menyengat. Kedua telinga babi tersebut dalam kondisi terpotong. Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) telah melaporkan kejadian ini ke Bareskrim Polri.

“Teror ini tidak hanya kepada Tempo, tapi terhadap kebebasan pers secara keseluruhan,” ujarnya saat menerima perwakilan organisasi masyarakat sipil yang mendatangi kantor redaksi Tempo untuk memberikan dukungan solidaritas, Jumat (21/3/2025).

Suasana diskusi di acara solidaritas untuk Tempo di Kantor Tempo, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Sejumlah tokoh dan kelompok dari masyarakat sipil memberikan dukungan dan solidaritas kepada Tempo seusai mendapatkan teror berupa kiriman kepala babi pada Rabu (19/3/2025).  Kepala babi tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana atau Cica, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik. Kiriman berisi kepala babi itu baru dibuka pada Kamis (20/3/2025) atau sehari setelah dikirim. Atas kejadian tersebut, puluhan tokoh dari berbagai kalangan memberikan dukungan kepada Tempo dalam menghadapi aksi teror dan intimidasi tersebut.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-03-2025

Menurut Bagja, teror itu cukup terencana. Sebab, pada hari yang sama saat paket itu dikirimkan, ada unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers. Unjuk rasa itu menuduh Tempo terafiliasi oleh kepentingan asing.

“Kelihatannya memang satu rangkaian. Di sana ada demonstrasi, paketnya dikirimkan ke sini (kantor Tempo). Berharap Cica membukanya di hari yang sama (Rabu),” ucapnya.

Bagja menduga, pengiriman paket kepala babi itu juga ditujukan untuk memecah perhatian publik terhadap revisi Undang Undang TNI yang dikecam banyak pihak. Sebab, meskipun revisi itu baru disahkan pada Kamis, sejak Rabu publik sudah mengetahui DPR akan menyetujui pengesahan RUU tersebut.

“Kalau berita ini (teror kepala babi) muncul hari Rabu, perhatian orang-orang akan terpecah. Pembicaraan di media dan media sosial pun bermacam-macam sehingga konsolidasi (mengawal penolakan RUU TNI) juga bisa terpecah,” katanya.

Quote

Teror itu cukup terencana. Sebab, di hari yang sama saat paket itu dikirimkan, ada unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers. Unjuk rasa itu menuduh Tempo terafiliasi oleh kepentingan asing.

Bagja juga mengungkap kejanggalan pengiriman paket kepala babi tersebut. Ia mengatakan, kurir yang mengirimkan paket itu berada di kantor Tempo sekitar 10 menit. Bahkan, kurir baru menuliskan nama Cica sebagai penerima paket itu saat tiba di pos satpam.

“Kurirnya sempat buka helm, menelepon, dan duduk di kursi. Tidak seperti kurir kebanyakan yang biasanya setelah meletakkan paket lalu ditinggal pergi. Artinya ini sudah direncanakan,” ucapnya.

Ancaman kebebasan berekspresi

Dalam pertemuan itu, perwakilan organisasi masyarakat sipil memberikan bunga mawar putih dan merah kepada awak redaksi Tempo, termasuk Cica. Cica mengaku sempat ada ketakutan ketika pertama kali menerima paket kepala babi tersebut.

“Sempat takut juga saat paketnya terbuka. Namun, teror ini bukan hanya ancaman kepada kami, tetapi juga kebebasan berekspresi,” ujar Cica.

Aktivis HAM Maria Catarina Sumarsih (tiga dari kanan) berbicara di acara solidaritas untuk Tempo di Kantor Tempo, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Sejumlah tokoh dan kelompok dari masyarakat sipil memberikan dukungan dan solidaritas kepada Tempo seusai mendapatkan teror berupa kiriman kepala babi pada Rabu (19/3/2025).  Kepala babi tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana atau Cica, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik. Kiriman berisi kepala babi itu baru dibuka pada Kamis (20/3/2025) atau sehari setelah dikirim. Atas kejadian tersebut, puluhan tokoh dari berbagai kalangan memberikan dukungan kepada Tempo dalam menghadapi aksi teror dan intimidasi tersebut.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-03-2025

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih mengatakan, wartawan merupakan ujung tombak perjuangan keluarga korban pelanggaran HAM. Jadi, pihaknya amat prihatin terhadap teror kepala babi yang dialami Tempo.

“Ketika Tempo melalui Cica diberi ndas (kepala) babi, kami datang kemari dengan membawa mawar putih sebagai lambang ketulusan hati dan kepercayaan kami kepada wartawan yang mengawal jalannya pemerintahan,” ucapnya.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia M Isnur menilai, teror terhadap Tempo merupakan serangan yang keliru. Sebab, serangan tersebut tidak akan melemahkan perjuangan jurnalis dan masyarakat sipil dalam mengawal pemerintahan.

“Kenapa tetap penting melaporkan teror ini ke polisi? Bukan cuma untuk mengungkap pelakunya, tetapi mekanisme yang lebih serius mengenai perlindungan terhadap jurnalis dan masyarakat sipil,” ungkapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari