Diduga listrik dari Thailand digunakan sindikat dan geng-geng kriminal di Myanmar untuk melakukan kejahatan, di antaranya penipuan daring lintas negara.
05 Feb 2025 16:08 WIB · Internasional
BANGKOK, RABU — Gerah dengan maraknya kejahatan bermodus penipuan daring di perbatasan Myanmar-Thailand, Bangkok memutus aliran listrik lintas batas ke lima wilayah di Myanmar. Lima wilayah tersebut adalah 2 titik di Mae Sai, 2 titik di Mae Sot, dan 1 titik di Three Pagodas Pass.
Titik di mana pasokan listrik dihentikan berbatasan dengan Tachileik, Myawaddy, dan Payathonzu di Myanmar. ”Thailand telah menghentikan pasokan listrik ke Myanmar di lima lokasi berdasarkan keputusan Dewan Keamanan Nasional,” kata Menteri Dalam Negeri Thailand Anutin Charnvirakul, Rabu (5/2/2025), kepada wartawan di Bangkok, Thailand.
Menurut Anutin, sejatinya penjualan listrik ke lima wilayah itu cukup lumayan, sekitar 1,5 juta dollar AS per bulan. Akan tetapi, Thailand memilih langkah signifikan tersebut lantaran tidak mau terlibat dalam penipuan daring.
”Pasokan listrik dihentikan bukan karena perusahaan melanggar kontrak, tetapi karena listrik disalahgunakan untuk penipuan, narkoba, dan pusat panggilan,” kata Anutin. ”Sekarang tidak seorang pun bisa menuduh Thailand menjadi bagian dari pendukung bisnis ilegal,” lanjut Anutin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/03/ed7f02deea65393f8aaf5f7f444922c3-FILES_LAOS_THAILAND_POLITICS_126485884.jpg)
Sehari sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai menegaskan sikap Bangkok tersebut. Penegasan itu menyusul pertemuan antara Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra dan Dewan Keamanan Nasional membahas persoalan tersebut pada Selasa lalu.
”Apa yang terjadi telah berdampak besar pada banyak orang Thailand dan citra negara,” kata Paetongtarn.
Sejak Myanmar jatuh ke tangan junta militer dan terjadi perlawanan dari beragam kelompok sipil, sejumlah titik di perbatasan Myanmar-Thailand berkembang menjadi wilayah ”tak bertuan” dan tanpa hukum. Kompleks penipuan daring menjamur.
Seiring hal itu, kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan dan perdagangan orang, meningkat. Turunan dari kriminalitas yang dijalankan oleh sindikat dan geng-geng kriminal itu kian mengkhawatirkan, salah satunya penculikan. Sejumlah wisatawan, termasuk aktor asal China, Wang Xing, menjadi korban.
Awalnya, Wang dibujuk dengan tawaran kesempatan berakting dan pergi ke Thailand. Namun, ia malah dibawa ke perbatasan dengan Myanmar. Polisi menduga, Wang akan dipekerjakan dalam operasi penipuan daring yang targetnya adalah warga China.
Dalam operasi di perbatasan, Wang dapat dibebaskan oleh polisi Thailand. Akan tetapi, penculikan itu telah membuat Bangkok gerah. Kejahatan yang mengakar di wilayah ”tak bertuan” di perbatasan dinilai akan mencemari citra pariwisata Thailand.
”Kita harus mengambil tindakan segera, yaitu memutus aliran listrik,” kata Wechayachai.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/12/a730d3bf-631d-497e-9791-75746eec3139_jpg.jpg)
Menurut Wechayachai, pusat penipuan daring yang berkembang di wilayah perbatasan merupakan ancaman dan masalah bagi keamanan nasional dan industri pariwisata Thailand.
Thailand memang tidak ingin membuat wisatawan China—yang merupakan pasar utama pariwisata Thailand—terganggu dan menjadi khawatir. Di sisi lain, warga China juga diketahui menjadi pelaku penipuan daring.
Isu itu disebutkan menjadi agenda pembicaraan antara PM Paetongtarn yang akan menggelar kunjungan ke Beijing dan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Terkait sindikat penipuan daring, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, ratusan ribu orang telah menjadi korban perdagangan manusia. Korban berasal dari beragam negara di Asia, salah satunya Indonesia.
Berdasarkan data pendampingan yang dilakukan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), misalnya, SBMI telah menangani 344 kasus pekerja migran Indonesia yang dipekerjakan secara paksa sebagai online scammer atau penipu daring sepanjang 2020-2024. Sebanyak 95 persen memenuhi unsur tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Mayoritas lokasi penempatan berada di Myanmar (Kompas.id, Senin 3 Februari 2025).
Tercatat, sejak Oktober 2023 junta militer Myanmar telah memulangkan lebih dari 55.000 warga negara asing, sebagian besar berasal dari China. Mereka dipaksa bekerja di kompleks penipuan daring. Januari lalu, media lokal yang dikelola oleh Pemerintah Myanmar, Global New Light of Myanmar, menyebutkan ”organisasi asing” berinvestasi pada jejaring penipuan daring itu.
Media tersebut berdalih listrik dan jaringan internet tidak disediakan oleh Pemerintah Myanmar. Sebaliknya, Global New Light of Myanmar mengatakan bahwa negara asing memasok kebutuhan dasar pusat-pusat penipuan tersebut, termasuk listrik dan jaringan internet.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/05/301e0a3f124b8d13a7889959c3790e2f-TOPSHOT_PHILIPPINES_CHINA_CRIME_SCAM_127163229.jpg)
Akhir Januari lalu, aparat China menahan seorang tersangka utama kasus perdagangan manusia. Tersangka bermarga Yan itu terkait dengan jaringan penipuan daring di perbatasan Myanmar dan Thailand. Ia ditangkap tak lama setelah penculikan Wang Xing.
Otoritas keamanan China mengatakan, mereka telah menindak sindikat kriminal dalam operasi gabungan dengan negara-negara tetangga. Akan tetapi, upaya itu belum menyentuh para pemimpin sindikat penipuan daring di Myanmar.
Dari sejumlah kasus yang ditangani aparat, investor dari praktik kriminal itu berasal dari China. Mereka mengoperasikan sejumlah kasino di Myanmar, terutama di wilayah perbatasan. Dalam praktiknya, mereka menjalin kerja sama dengan milisi etnis lokal.
Selain di Myanmar, praktik penipuan daring itu juga banyak berkembang di Asia Tenggara, terutama pada era pandemi, salah satunya Filipina. Para pelaku dan sindikat penipuan daring disebut-sebut meraup miliaran dollar AS per tahun dari aksi mereka.
Beberapa waktu lalu para pejabat terkait dari China, Myanmar, dan Thailand telah mencapai konsensus guna memberantas pusat-pusat penipuan daring di Myanmar.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Muhammad Samsul Hadi