Thalita dan Dhina bermain di Thailand Terbuka setelah tampil di Piala Uber. Keduanya meraih hasil berbeda.
12 Mei 2026 19:24 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BANGKOK, SELASA — Setelah tampil baik di kejuaraan beregu Piala Uber, Thalita Ramadhani Wiryawan kembali menguji diri dalam turnamen individu. Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia ini menembus babak utama Thailand Terbuka, turnamen pertamanya di level BWF World Tour Super 500.
Thalita akan bersaing pada babak utama setelah memenangi dua pertandingan dalam fase kualifikasi di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Selasa (12/5/2026). Pada babak pertama, atlet berusia 18 tahun itu mengalahkan pemain Myanmar, Thet Htar Thuzar, dengan skor 21-18, 21-14. Setelah itu, Thalita menang atas Chen Su Yu (Taiwan) 21-8, 11-21, 21-19. Thalita pun menjadi salah satu dari empat atlet kualifikasi tunggal putri yang lolos ke babak utama.
Dalam babak kedua kualifikasi, Thalita menunjukkan daya juangnya ketika berada di ambang kekalahan, yaitu saat tertinggal 15-19 pada gim ketiga. Pantang menyerah, dia mengunci lawan pada skor tersebut.
”Saat tertinggal, saya tetap mencoba, yang penting bolanya masuk dulu. Saya berusaha bermain nothing to lose dan menghindari kesalahan dengan tidak menempatkan pukulan terlalu ke pinggir,” kata Thalita.
Lolos dari tahap kualifikasi, Thalita akan berhadapan dengan Isharani Baruah (India) pada babak pertama. Jika menang, dia berpeluang melawan unggulan ketiga, Ratchanok Intanon (Thailand), pada babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/12/45ef9134f2bbecadcb50352011961c75-WhatsApp_Image_2026_05_12_at_15.46.13.jpeg)
Di Piala Uber mendapat banyak pelajaran dan menambah motivasi, tetapi saya sudah mengalihkan fokus ke sini.
Namun, langkah Thalita tak dapat disamai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Dhinda tampil baik pada laga pertama kualifikasi dengan menyingkirkan unggulan ketiga, Pai Yu Po (Taiwan), tetapi kalah pada pertandingan kedua. Dhinda kalah dari Yataweemin Ketklieng (Thailand) 19-21, 15-21. Dengan demikian, Thalita menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang tampil pada babak utama.
Thalita dan Dhinda tampil di Thailand Terbuka setelah membela tim putri Indonesia dalam kejuaraan Piala Thomas dan Uber di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Meski tak diunggulkan, tim Piala Uber Indonesia bertahan hingga semifinal sebelum dikalahkan Korea Selatan yang akhirnya menjadi juara.
Thalita menjadi salah satu atlet Indonesia yang tampil baik dengan selalu menang saat tiga kali diturunkan. Statistik yang sama dicatatkan tunggal putri lainnya, Ester Nurumi Tri Wardoyo, yang bermain di China Masters Super 100 pada pekan ini. Ester juga lolos dari babak kualifikasi dan akan bersaing di babak utama.
”Di Piala Uber mendapat banyak pelajaran dan menambah motivasi, tetapi, saya sudah mengalihkan fokus ke sini. Saya tidak mau berpikir terlalu jauh, maunya satu-satu saja dilewati karena lawan tidak ada yang mudah,” kata Thalita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/bf3c95cc8b0e43c4fb24de77d135a8f4-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_01.12.04.jpeg)
Tunggal putri rangking ke-61 dunia tersebut baru menjalani persaingan BWF World Tour pada 2026. Dia mengikuti Thailand Masters dan Orleans Masters dengan level Super 300 pada Januari dan Maret, lalu mulai naik kelas dengan mengikuti Thailand Terbuka.
Saat ini, Thalita berposisi sebagai tunggal putri nomor tiga Indonesia berdasarkan posisi dalam rangking dunia. Dia berada di bawah Putri Kusuma Wardani (rangking keenam) dan Gregoria Mariska Tunjung (57).
Selain Thalita dan Dhinda, atlet lain yang tampil di Thailand Terbuka setelah bermain di Piala Thomas dan Uber adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Mohammad Zaki Ubaidillah. Berbeda dengan atlet-atlet putri, Anthony dan Zaki harus melupakan hasil buruk tim Piala Thomas saat bersaing di Thailand. Tim putra tersingkir pada babak penyisihan grup dan ini menjadi hasil terburuk Indonesia dalam Piala Thomas.
Semula, Alwi Farhan dijadwalkan tampil di Thailand Terbuka, tetapi keikutsertaannya dibatalkan. Alwi akan fokus pada dua turnamen lebih besar, yaitu Singapura Terbuka Super 750 (26-31 Mei) dan Indonesia Terbuka Super 1000 (2-7 Juni).
Thailand Terbuka juga menjadi turnamen pertama bagi ganda putra kombinasi baru, Muhammad Putra Erwiansyah/Bagas Maulana. Mereka bisa memberi perlawanan tiga gim pada unggulan teratas, Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India), tetapi kalah 19-21, 23-21, 10-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/12/425d35a7347338e94b7d21f58589c10b-WhatsApp_Image_2026_05_12_at_18.51.38.jpeg)
Putra dipasangkan dengan Bagas setelah pelatih mengembalikan duet Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Leo/Daniel, yang berduet sejak era yunior, berganti pasangan sejak Agustus 2024: Leo bermain bersama Bagas, sementara Daniel bersama Muhammad Shohibul Fikri.
Pada perjalanannya, perubahan formasi terjadi karena Daniel cedera hingga Fikri bermain bersama Fajar Alfian. Tahun ini, Leo bermain kembali dengan Daniel karena performa Leo/Bagas stagnan. Seperti Putra/Bagas, Leo/Daniel bermain di Thailand Terbuka dan menjalani babak pertama melawan Lai Po Yu/Tsia Fu Cheng (Taiwan).
”Memang berbeda main di level ini, banyak pelajaran dan pengalaman hari ini. Mas Bagas juga selalu mengingatkan bagaimana suasana dan feel-nya. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan, dari fokus dan tenaganya juga,” kata Putra.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto