Akhiri Lawatan ke Enam Negara, Prabowo Bawa ”Oleh-oleh” Rp 294,95 Triliun

”Oleh-oleh” Presiden Prabowo Subianto dari lawatan ke enam negara selama 20 hari berupa komitmen investasi asing. Dari mana saja komitmen investasi itu?

24 Nov 2024 16:06 WIB · Politik & Hukum

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia setelah menyelesaikan lawatan ke enam negara, Minggu (24/11/2024). Dalam lawatan yang berlangsung selama 20 hari tersebut, Prabowo membawa ”oleh-oleh” berupa komitmen investasi asing senilai 18,5 miliar dollar AS atau setara Rp 294,95 triliun.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 05.00 WIB. Ketibaan Presiden itu setelah melawat ke China, Amerika Serikat, Peru, Brasil, Inggris, dan Uni Emirat Arab, sejak 8 November 2024.

Hadir menyambut Presiden Prabowo antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ada pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Muhammad Herindra, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan anggota Kabinet Merah Putih saat tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (24/11/2024).

Selain komitmen investasi, Prabowo juga memperkuat komitmen kerja sama dengan negara-negara sahabat dalam pertemuan bilateral para pemimpin negara.

”Saya pulang bawa komitmen total 18,5 miliar dollar AS. Jadi, saya kira ini cukup bagus menunjukkan kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia. Tentunya pemerintah yang bersih, mereka sangat menghargai itikad kita,” ujar Prabowo di London, Inggris, Kamis (21/11/2024).

Komitmen investasi itu diperoleh saat Prabowo melawat ke China dan Inggris. Adapun China berkomitmen akan menanamkan investasi sebesar 10,07 miliar dollar AS.

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, China, Sabtu (10/11/2024) sore waktu setempat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden, di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa, (12/11/ 2024).
Presiden Prabowo tiba di kantor PM Inggris, Downing Street 10, London, Kamis (21/11/2024). PM Inggris Keir Starmer menyambut di depan kantornya.

Saat berkunjung ke Inggris, sejumlah perusahaan berkomitmen memberikan investasi senilai Rp 8,5 miliar dollar AS. Rinciannya, 7 miliar dollar AS dari British Petroleum (BP) dan 1,5 miliar dollar AS dari pertemuan CEO Roundtable Forum.

Adapun Forum CEO Roundtable Forum mempertemukan Presiden Prabowo dengan 19 pemimpin perusahaan besar Inggris untuk membahas peluang investasi strategis di Indonesia. Forum ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Indonesia untuk menunjukkan keseriusannya dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana mengatakan, Prabowo bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji dalam kunjungan di China. Di AS, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Direktur CIA William J Burns, dan anggota korporasi The United States-Indonesia Society (Usindo).

”Sudah lama mereka di Indonesia dan mereka terus percaya dengan Indonesia, dengan ekonomi Indonesia, dan saya juga mendorong mereka untuk terus melakukan investasi ikut serta dalam rencana pembangunan kita,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers-nya kepada wartawan seusai pertemuan dengan Usindo.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato utama dalam acara APEC CEO Summit di National Grand Theater Peru, pada Kamis, (14/11/ 2024).

Di Peru, Presiden Prabowo menghadiri rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2024. Dalam KTT APEC, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong perdagangan yang terbuka, teratur, tetapi tetap adil.

Selain itu, Presiden Prabowo juga melakukan kunjungan resmi kepada Presiden Republik Peru Dina Boluarte, dan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Australia Anthony Albanese, PM Kanada Justin Trudeau, PM Selandia Baru Christopher Luxon, serta Presiden Vietnam Luong Cuong.

”Saya kira kesempatan yang baik APEC ya. Kita meneruskan suatu jaringan antara pemimpin-pemimpin di Pasifik. Kita bahas banyak masalah di mana kita menjaga perdagangan yang baik, yang terbuka, tapi adil,” kata Presiden Prabowo setelah menghadiri rangkaian kegiatan KTT APEC 2024.

Saat melawat ke Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Prabowo menghadiri rangkaian kegiatan KTT G20 dan Indonesia-Brazil Business Forum. Di sela-sela kegiatan tersebut, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres, para pemimpin MIKTA (Meksiko, Indonesia, Republik Korea, Turki, dan Australia), PM India Narendra Modi, serta Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Qasr Al Watn, Abu Dhabi, pada Sabtu (23/11/ 2024). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Di Inggris, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Charles III, PM Inggris Keir Starmer, dan Wakil PM Inggris Angela Rayner. Dalam pertemuan dengan Raja Charles III, kedua pemimpin mendiskusikan sejumlah isu, terutama terkait pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

”Saya datang dan beliau sangat perhatian terhadap lingkungan, terhadap pelestarian hutan, pelestarian alam. Di situ kita banyak persamaan. Saya mengatakan saya sangat mendukung dan kita akan kerja sama,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers.

Terakhir, dalam kunjungan kenegaraannya ke Uni Emirat Arab, Presiden Prabowo dan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) sepakat memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama strategis kedua negara.

Kedua pemimpin juga sepakat hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab merupakan fondasi kuat untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemajuan bersama di kancah internasional.

”Ini tandanya hubungan di antara kita sangat baik dan saya terus ingin kerja sama dan konsultasi dengan Yang Mulia,” kata Presiden Prabowo dalam pengantar pertemuannya dengan Presiden MBZ.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari