PIALA DUNIA 2026

Tiga Alasan Korea Selatan Layak Diwaspadai di Piala Dunia 2026

Korea Selatan berpotensi menjadi ancaman nyata bagi tim-tim mapan di Piala Dunia 2026.

14 Jun 2026 06:00 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Vincentius Gitiyarko

Tatkala peluit panjang babak kualifikasi berakhir, Korea Selatan memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Ini menjadi kesebelas kalinya secara berturut-turut Korsel tampil di Piala Dunia. Di bawah asuhan taktis Hong Myung-bo, tim berjuluk ”Taeguk Warriors” ini bertransformasi menjadi tim dengan kolektivitas tinggi mengedepankan efisiensi permainan.

Transformasi ini sekaligus menghapus anggapan bahwa tim Asia hanya mengandalkan determinasi fisik tanpa arah. Panggung Piala Dunia kali ini pun menjadi ajang pembuktian bagi Korsel yang telah mengalami evolusi struktural. Terbukti, di laga perdana, dengan determinasi sepanjang laga, timnas Korea Selatan mengalahkan Ceko dengan skor 2-1.

Kendati sempat tertinggal dari Ceko dengan gol Ladislav Krejci pada menit ke-59, Korsel berhasil membalikkan kedudukan. Adapun Hwang In-beom pada menit ke-67 berhasil menyamakan kedudukan.

Berawal dari umpan terobosan terukur Lee Kang-in dari lini tengah, Hwang In-beom melakukan liukan yang mengecoh dua bek Ceko beserta penjaga gawang untuk mencetak gol. Intensitas serangan kedua tim makin meningkat.

Namun, pada menit ke-80, giliran Oh Hyeon-gyu yang menjebol gawang Ceko. Memanfaatkan umpan Hwang In-beom dari sisi kanan serangan, pemain Besiktas FC itu berhasil melakukan sontekan dari sudut sempit untuk mencetak gol.

Kemenangan ini juga perlu memberikan kredit kepada penjaga gawang Kim Seung-gyu. Kiper senior berusia 35 tahun ini melakukan sejumlah penyelamatan krusial menjelang akhir laga. Apa yang terjadi di laga perdana membuat Korea Selatan benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata.

Para pemain Korea Selatan merayakan kemenangan setelah pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia antara Korea Selatan dan Portugal, di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Jumat (2/12/2022). Korea Selatan lolos ke babak selanjutnya setelah menjungkalkan Portugal dengan skor 2-1. *** Local Caption *** South Korea's team players celebrate after the World Cup group H soccer match between South Korea and Portugal, at the Education City Stadium in Al Rayyan, Qatar, Friday, Dec. 2, 2022. (AP Photo/Darko Bandic)

Setidaknya, ada tiga alasan yang membuat Korea Selatan menjadi ancaman serius di Piala Dunia kali ini. Ketiganya meliputi kematangan komposisi pemain, fleksibilitas strategi, serta determinasi fisik tak kenal lelah.

Kematangan pemain

Pemain yang matang menjadi modal utama Korsel untuk menjadi penantang serius bagi tim-tim lain di Piala Dunia 2026. Bagaimana tidak, dari total 26 pemain yang dibawa, 17 di antaranya bermain di liga di luar Benua Asia.

Dapat disebut mulai dari Kim Min-jae yang menjadi jangkar utama pertahanan Korsel. Bek berusia 29 tahun merupakan andalan klub Bayern Muenchen yang merupakan tim elite Bundesliga. Bermain di level Eropa, yakni Liga Champions, pun sudah menjadi langganan.

Pemain Korea Selatan Hwang Hee-chan mengejar bola saat melawan Oman pada kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kompleks Olahraga Sultan Qaboos, Muscat, Oman, Selasa (10/9/2024). Korsel menang dengan skor 3-1.

Di lini tengah ada gelandang serang Lee Kang-in yang sudah beberapa musim terakhir menjadi kunci pemain tengah di Paris Saint-Germain, klub elite Liga Perancis. Selain itu, penyerang Son Heung-min masih menjadi ujung tombak di depan.

Penyerang berusia 33 tahun itu pernah menjadi andalan klub Premier League Tottenham Hotspur dengan prestasi terakhir merebut juara Liga Europa. Selain nama-nama ini, masih ada sejumlah pemain lain yang bermain di Benua Eropa.

Dengan asumsi prestasi sepak bola negara-negara benua ini terbilang moncer, maka menjadi penting untuk melihat bahwa kapasitas para pemain Korea Selatan sudah diperhitungkan. Kebiasaan bermain di liga dengan kompetisi ketat pun memberikan suntikan moral bermain yang signifikan bagi keseluruhan permainan. Rasa inferior sebagai pemain Asia pun seketika runtuh.

Pemain Portugal, Pepe (kanan), dan Kim Moon-hwan dari Korea Selatan menyundul bola saat pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia antara Korea Selatan dan Portugal, di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Jumat (2/12/2022). *** Local Caption *** Portugal's Pepe, right, and South Korea's Kim Moon-hwan go for a header during the World Cup group H soccer match between South Korea and Portugal, at the Education City Stadium in Al Rayyan, Qatar, Friday, Dec. 2, 2022. (AP Photo/Ariel Schalit)

Lebih lagi, mental bermain di liga elite bukan hal yang baru-baru saja terjadi. Di era 2000-an publik sepak bola pasti mengenal Park Ji-sung yang menjadi gelandang kunci di Manchester United selama beberapa musim.

Bedanya kini, tidak hanya satu dua pemain yang diperhitungkan di kancah global. Telah semakin banyak pemain bintang Korea Selatan yang berhasil menunjukkan kualitas bersaing di liga-liga elite dunia.

Fleksibilitas strategi

Penunjukan Hong Myung-bo sebagai juru taktik timnas Korea Selatan mungkin menimbulkan keraguan. Akan tetapi, dia pernah menjadi kapten Korsel pada Piala Dunia 2002. Kala itu Korsel mencapai salah satu prestasi terbaiknya dengan mencapai laga semifinal.

Ketika menangani tim, Hong tampak mengedepankan fleksibitas dalam berstrategi menyesuaikan lawan yang dihadapi. Timnas Korea Selatan sepanjang pertandingan melawan Ceko menampilkan fleksibilitas tersebut.

Gelandang Korea Selatan Son Heung-min melakukan selebrasi seusai pertandingan Grup H Piala Dunia Qatar antara Korea Selatan dan Portugal, di Stadion Education City, Al Rayyan, Jumat (2/12/2022). ***TOPSHOT - South Korea's midfielder #07 Son Heung-min celebrates his team's victory during the Qatar 2022 World Cup Group H football match between South Korea and Portugal at the Education City Stadium in Al-Rayyan, west of Doha on December 2, 2022. (Photo by Glyn KIRK / AFP)

Mereka menguasai pertandingan mulai dari penguasaan bola, operan, hingga akurasi. Penguasaan bola mencapai 62 persen dengan akurasi operan 87 persen. Tapi, bukan berarti hanya memainkan bola tanpa arah, penguasaan dan operan tampak diarahkan ke tujuan serangan efektif.

Tercatat 15 tembakan diarahkan ke gawang lawan dengan tujuh di antaranya tepat ke arah gawang. Dua di antaranya yang berbuah menjadi gol. Formasi tiga bek pun menjadi pilihan tepat untuk memaksimalkan peran Kim Min-jae.

Kim menjadi jenderal pertahanan yang bisa mengatur kapan formasi menyerang dengan tambahan dari sayap kiri dan kanan atau sebaliknya turun ke belakang dengan menempatkan lima pemain di garis pertahanan.

Setidaknya di laga pertama dapat dilihat bagaimana keseimbangan taktis antara menyerang dan bertahan dipamerkan oleh Korsel. Kemampuan mengubah struktur bertahan dan menyerang saat menguasai bola ataupun kehilangan bola.

Infografik riset Daftar Pemain Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

Daya tahan fisik

Fleksibilitas strategi yang diusung Korea Selatan menuntut satu hal, ketahanan fisik tinggi. Kecepatan instan bertahan dan menyerang memerlukan daya tahan fisik. Apabila variabel ini tidak terpenuhi, maka fleksibiltas yang diharapkan akan berubah menjadi kedodoran, terutama di paruh kedua laga.

Namun, reputasi timnas Korea Selatan yang tak kenal lelah sudah terkenal lama. Bahkan, julukan pemain dengan dua paru-paru melekat sejak Park Ji-sung masih aktif bermain dulu. Namun, menghadapi Piala Dunia 2026 Korea Selatan tidak berhenti pada label melekat ini.

Pemain Korea Selatan Cho Gue-sung merayakan golnya ke gawang Ghana pada laga penyisihan Grup H Piala Dunia Qatar 2022 di Stadion Education City, Al-Rayyan, sebelah barat Doha, Senin (28/11/2022). *** Local Caption *** TOPSHOT - South Korea's forward #09 Cho Gue-sung celebrates after scoring his team's second goal during the Qatar 2022 World Cup Group H football match between South Korea and Ghana at the Education City Stadium in Al-Rayyan, west of Doha, on November 28, 2022. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Korea JoongAng Daily dan Korea Institute of Sports Science melaporkan timnas Korea Selatan menggelar kamp latihan pra-Piala Dunia 2026 di Salt Lake City dan Provo, Utah, Amerika Serikat. Eksperimen ini memperhitungkan penerapan hydration break (jeda minum) di laga Piala Dunia kali ini.

Perlu diingat, pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di dataran tinggi Meksiko menuntut daya tahan fisik lebih dari para pemain. Tanpa persiapan fisik yang khusus, para pemain rentan kekurangan oksigen.

Ketika latihan, para pemain menggunakan rompi bersensor biometrik mutakhir untuk melacak denyuat jantung dan kadar saturasi oksigen secara real-time.

Akhirnya, mewaspadai Korea Selatan pada laga Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar karena mereka memiliki daya tahan fisik yang kuat. Tim ini tidak lagi mengandalkan determinasi tanpa arah ataupun keajaiban individu sesaat.

Kegigihan fisik pemain Korea Selatan kali ini telah dilengkapi dengan kematangan kualitas pemain berpadu dengan fleksibilitas strategi. Dengan kelengkapan ini Korea Selatan siap menjungkirbalikkan kehebatan para raksasa sepak bola dunia. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Vincentius Gitiyarko
 | 

Editor:

Yohanes Mega Hendarto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto