Tiga Emas dan Rekor Dunia, Kado Perpisahan Lifter Rahmat Erwin Abdullah dengan Kelas 73 Kg

Nama lifter Rahmat Erwin Abdullah akan abadi di kelas 73 kg. Dia menutup kisah di kategori ini dengan tiga medali emas dan pertajam rekor dunia di Kejuaraan Asia.

12 Mei 2025 07:36 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JIANGSHAN, MINGGU — Bukan Rahmat Erwin Abdullah namanya jika tak membawa pulang medali dan memecahkan rekor dunia. Meskipun sempat ”menghilang”, versi Rahmat yang cemerlang telah kembali. Dengan tiga medali emas dan rekor dunia yang dipertajam, Rahmat memberi kado perpisahan yang indah untuk kelas andalannya, 73 kilogram.

Rahmat Erwin Abdullah mengukir capaian terbarunya itu saat berlomba pada kelas 73 kg Grup A Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 di Jiangshan, China, Minggu (11/5/2025). Rahmat memborong tiga medali emas dari angkatan snatch (mengangkat beban tanpa jeda dari lantai hingga di atas kepala) seberat 155 kg, clean and jerk (mengangkat beban dalam dua tahap) seberat 205 kg, dan total angkatan 360 kg.

Dengan clean and jerk seberat 190 kg yang dia tuntaskan pada angkatan pertama saja, Rahmat sebenarnya sudah bisa memastikan tiga medali emas itu. Sembilan lifter lain tak ada yang bisa melampaui angkatan Rahmat, baik di clean and jerk, snatch, maupun total angkatan.

Namun, Rahmat ingin lebih dari sekadar tiga medali. Maka, lifter juara dunia 2021 dan 2022  ini pun mencoba angkatan 205 kg dan berhasil. Artinya, dia menajamkan rekor dunia atas namanya sendiri yang ditorehkan di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan, dengan 204 kg.

Lifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah (empat dari kanan), memborong tiga medali emas di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 di Jiangshan, China, Minggu (11/5/2025).

Selepas menuntaskan angkatan yang menajamkan rekornya itu, Rahmat memberikan hormat. Lifter berusia 24 tahun ini memberikan penghormatan sekaligus kado perpisahan untuk kelas 73 kilogram.

”Adalah keinginan Rahmat memberikan kado terindah untuk perpisahan pada berlakunya kelas 73 kg. Ini indah sekali sebab akan menjadi rekor abadi dan tercatat sepanjang masa,” tutur ayah sekaligus pelatih Rahmat, Erwin Abdullah.

Per Juni 2025, kelas 73 kg tidak akan dilombakan lagi setelah IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) menerapkan kategori berat badan baru. Pada sektor putra, kategori berat badan yang baru itu terdiri dari delapan kelas, meliputi 60 kilogram, 65 kg, 71 kg, 79 kg, 88 kg, 98 kg, 110 kg, dan +110 kg.

Jumlah ini lebih sedikit dari kategori sebelumnya yang terdiri dari 10 kelas. Kelas lama meliputi 55 kg, 61 kg, 67 kg, 73 kg, 81 kg, 89 kg, 96 kg, 102 kg, 109, dan +109 kg.

Quote

Seperti yang Erwin sampaikan, rekor dunia itu akan abadi tanpa pernah terpecahkan lagi.

Sementara pada sektor putri, kategori baru dimulai dari 48kg, 53kg, 58kg, 63kg, 69kg, 77kg, 86kg, dan +86 kg. Sebelumnya, 10 kelas untuk lifter putri terdiri dari 46 kg, 49 kg, 55 kg, 59 kg, 64 kg, 71 kg, 76 kg, 81 kg, 87 kg, dan +87 kg.

Hasil perlombaan kelas 73 kg di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025

Kejuaraan Asia menjadi kesempatan terakhir Rahmat tampil di kelas 73 kg. Kategori berat badan ini merupakan spesialiasi Rahmat, selain 81 kg. Dari kategori ini pula, Rahmat menorehkan beragam prestasi dan memecahkan berbagai rekor, termasuk rekor dunia clean and jerk sejak 2022.

Rahmat meraih dua medali emas SEA Games saat berlaga pada kelas 73 kg. Lifter asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini juga menjadi juara Asia pada level yunior di kelas tersebut pada 2019 dan 2020. Dua kali pula dia menjadi juara Asia saat sudah masuk level senior saat turun di kategori ini.

Bakal abadi

Di Asian Games Hangzhou 2022, Rahmat juga berhasil meraih medali emas saat berlomba di kelas 73 kg. Selain itu, Rahmat mengoleksi lima medali emas kelas 73 kg di Kejuaraan Dunia. Kelas ini juga adalah kategori berat badan Rahmat saat meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Wajar jika kemudian Rahmat ingin menandai momen terakhirnya dengan kelas 73 kg dengan ”hobi”-nya. Sebab, dengan demikian, seperti yang Erwin sampaikan, rekor dunia itu akan abadi tanpa pernah terpecahkan lagi.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, tampil di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (6/2/2024), Rahmat menyapu bersih tiga medali emas.

Padahal, Rahmat dengan versi membawa pulang medali dan memecahkan rekor dunia ini sempat ”menghilang” saat Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 di Manama, Bahrain, akhir tahun lalu. Tak ada medali ataupun pemecahan rekor darinya yang turun di kelas 81 kg.

Sebelum berangkat, Rahmat memang sudah bilang tidak akan terlalu memaksakan diri di Bahrain. Alasannya, ajang itu hanya turnamen penutup tahun setelah serangkaian agenda yang padat, termasuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024.

Rahmat juga pernah mengatakan bahwa tak terlalu menargetkan diri untuk mengejar rekor dunia lagi. Baru pada Kejuaraan Asia yang jadi turnamen awal tahun ini, Rahmat kembali ke versi yang telah melekat padanya.

”Sekalipun kami sudah tahu bahwa apa yang dibuat ini juga tidak akan mendapatkan apresiasi, sebagaimana juga pada rekor-rekor yang sebelumnya dibuat, terpenting sebagai anak bangsa inilah persembahannya,” ucap Erwin.

”Saya bangga dengan putra saya,” ujarnya lagi.

Dominan

Rahmat tampil cukup dominan di Jiangshan. Hanya lifter Turkmenistan, Bunyad Rashidov, yang sempat menyamai jumlah angkatan Rahmat pada jenis snatch. Rashidov mengangkat beban 150 kg pada angkatan kedua, lebih berat tiga kg dari angkatan pertamanya.

Namun, Rashidov gagal mengangkat beban 153 kg pada percobaan ketiga. Sementara Rahmat, yang mampu mengangkat 150 kg pada percobaan pertama, mengangkat beban tambahan lima kg pada percobaan kedua. Dia melepas kesempatan ketiga karena dengan 155 kg pun sudah memastikan medali emas.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, berpose setelah berhasil memborong tiga medali emas dan menajamkan rekor dunia di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (6/2/2024).

Pada jenis angkatan clean and jerk, dominasi Rahmat lebih kuat lagi. Angkatan terbaik lifter China, Haifeng Wu, misalnya, bahkan masih lebih ringan sekilogram dari beban yang diangkat Rahmat pada percobaan pertama seberat 190 kg.

Pada kelas ini, banyak wajah baru yang ikut serta. Sementara beberapa atlet terbaik kelas 73 kg lainnya, seperti peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Shi Zhiyong (China); peraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah (Indonesia); dan peraih perak di Paris 2024, Weeraphon Wichuma (Thailand), absen atau turun di kelas lain.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah saat berlaga dalam cabang olahraga angkat besi kelas 73kg putra Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Rabu (28/7/2021). Erwin berhasil mengangkat total beban 342 kilogram (snatch 152 kg dan clean & jerk 190 kg). AP/Luca Bruno

Dengan tambahan prestasi Rahmat, Indonesia menempati peringkat keempat klasemen medali hari ketiga. Selain tiga emas dari Rahmat, Indonesia juga meraih satu medali perunggu snatch dari Juliana Klarisa yang turun di kelas 55 kg.

Adapun lifter Indonesia yang juga berlomba di kelas 73 kg, Ardaraya, masih jauh dari angkatan Rahmat. Dengan snatch 130 kg, clean and jerk 175 kg, dan total angkatan 305 kg, Ardaraya menempati posisi kesembilan.

Indonesia mengirim total 10 atlet ke Kejuaraan Asia ini dengan komposisi empat atlet putra dan enam lifter putri. Hanya dua lifter yang belum tampil, yakni Rizki Juniansyah (81 kg) dan Indah Afriza (71 kg). Rizki akan bersaing pada Senin (12/5/2025), sedangkan Indah keesokan harinya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .