Tiga Kapal Terlambat Sandar Jadi Penyebab Kemacetan Horor di Tanjung Priok

Keterlambatan tiga kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok dinilai jadi penyebab kemacetan. Otoritas melakukan mitigasi dan evaluasi secara menyeluruh.

18 Apr 2025 18:46 WIB · Metro

Oleh Rhama Purna Jati

JAKARTA,KOMPAS — Kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (17/4/2025), disebabkan oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat akibat keterlambatan tiga kapal yang bersandar di New Priok Container Terminal One atau NPCT 1.

”Tiga kapal bersandar secara bersamaan di NPCT 1 sehingga volume bongkar muat meningkat hingga  4.000 kendaraan. Padahal, kapasitas NPCT 1 hanya 2.500 truk,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok M Takwim Masuku saat memberikan keterangan pers, Jumat (18/4/2025).

Peningkatan aktivitas bongkar muat inilah yang menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan yang mengarah ke Pelabuhan Tanjung Priok. Ruas jalan itu antara lain Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, dan Jalan Plumpang Raya.

Agar kejadian itu tidak terulang, pihaknya melakukan sejumlah langkah mitigasi, yakni mengurangi aktivitas bongkar muat di NPCT 1 dan mengalihkannya ke terminal lain.  

Ada tujuh terminal dengan kapasitas berbeda. Terminal Jakarta International Container Terminal (JICT), misalnya, bisa untuk bongkar muat hingga 5.000 truk dalam sehari.

Terminal Koja bisa menampung kegiatan bongkar muat 1.300 truk. Adapun Terminal Mustika Alam Lestari (MAL) memiliki kapasitas 800 truk. ”Rencananya, kelebihan volume truk di NPCT 1 akan dialihkan ke terminal JICT dan Koja,” ujar Takwim.

Langkah mitigasi lanjutan yang akan dilakukan adalah menunda kegiatan bongkar muat dari sisi laut sehingga proses bongkar muat dapat dilakukan secara bersamaan.

Supir truk kontainer mematikan mesin dan membuka pintu saat terjebak kemacetan di Jalan Raya Sulawesi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2025). Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang berlangsung sejak Kamis (17/4/2025) mulai terurai sekitar pukul 12.00 WIB. Meski lalu lintas berangsur normal, masih terjadi antrean truk kontainer di ruas jalan mendekati pelabuhan. Menurut Pelindo, situasi ini terjadi karena adanya peningkatan arus barang peti kemas yang akan melakukan kegiatan penerimaan dan pengiriman peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 18-04-2025

Sementara itu, Direktur Eksekutif PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo (Persero) Regional 2 Drajat Sulistyo menjelaskan, dua kapal yang terlambat itu seharusnya sudah bersandar sejak pekan lalu. Sementara satu kapal lain dijadwalkan bersandar 24 jam lalu atau Kamis (17/4/2025).

Selain peningkatan aktivitas bongkar muat, kemacetan juga terjadi sebagai buntut dari meningkatnya aktivitas ekonomi setelah Lebaran. ”Ada geliat aktivitas bongkar muat sesudah Lebaran,” katanya. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024, geliat bongkar muat tahun ini meningkat 4,2 persen.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai kejadian itu merupakan dampak dari kesalahan kebijakan yang diterapkan pemerintah. ”Pada angkutan Lebaran, pemerintah terlalu lama membatasi (aktivitas) operasional logistik, bahkan sampai 16 hari,” katanya. Pembatasan operasional angkutan logistik semestinya tidak boleh lebih dari tiga hari.

Kondisi itu menyebabkan bongkar muat di pelabuhan menumpuk, bahkan tersendat. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat pertumbuhan ekonomi mengingat kelancaran distribusi logistik menjadi salah satu indikator perputaran ekonomi.

Di sisi lain, kemacetan parah yang terjadi juga jadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih mengedepankan angkutan barang berbasis rel dibanding jalan raya. ”Sebenarnya, di zaman Belanda, jalur rel sudah terhubung dengan dermaga. Tujuannya, agar alur angkutan barang bisa lebih lancar. Namun, kini hampir semua jalur itu diputus,” ujarnya.

Polisi mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan di Raya Sulawesi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2025). Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang berlangsung sejak Kamis (17/4/2025) mulai terurai sekitar pukul 12.00 WIB. Meski lalu lintas berangsur normal, masih terjadi antrean truk kontainer di ruas jalan mendekati pelabuhan. Menurut Pelindo, situasi ini terjadi karena adanya peningkatan arus barang peti kemas yang akan melakukan kegiatan penerimaan dan pengiriman peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 18-04-2025

Oleh karena itu, pemerintah harus mengevaluasi kebijakan itu agar tidak terulang. ”Jangan sampai ada pihak yang dirugikan lagi akibat kesalahan kebijakan,” kata Djoko.

Lalu lintas lancar

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Hendrico Tampubolon menuturkan, situasi lalu lintas pada Jumat ini lebih lancar dibandingkan Kamis kemarin ketika kemacetan panjang terjadi di sejumlah ruas jalan yang mengarah ke Tanjung Priok.

Kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, antara lain Jalan Yos Sudarso yang mengarah ke Pos 9. Jalur lambat dari Pos 9 sampai persimpangan Kramat juga padat. Kondisi ini merupakan imbas dari antrean truk kontainer di pintu masuk NPCT 1.

Selain itu, lalu lintas kendaraan di persimpangan Kramat yang mengarah ke Pos 9 juga padat sebagai imbas dari truk kontainer yang ingin berputar balik mengarah ke pintu masuk NPCT 1.

Pemulung duduk di samping antrean truk kontainer di Jalan Raya Sulawesi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2025). Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang berlangsung sejak Kamis (17/4/2025) mulai terurai sekitar pukul 12.00 WIB. Meski lalu lintas berangsur normal, masih terjadi antrean truk kontainer di ruas jalan mendekati pelabuhan. Menurut Pelindo, situasi ini terjadi karena adanya peningkatan arus barang peti kemas yang akan melakukan kegiatan penerimaan dan pengiriman peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 18-04-2025

Sementara itu, lalu lintas dari arah Plumpang ke Simpang Lima Semper tersendat karena antrean kendaraan yang mengarah ke Tugu dan Kramat padat. Kondisi ini terjadi akibat antrean truk kontainer di pintu masuk NPCT 1.

Kepadatan kendaraan juga terjadi di Jalan Enggano yang mengarah ke Pos 9. Lalu lintas di Jalan Plumpang Raya yang mengarah ke Simpang Lima Semper pun padat. Demikian pula kondisi di ruas Jalan Syech Nawawi Al Bantani yang mengarah ke Kebon Baru.

Namun, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan itu lebih lancar pada Jumat sore. Hanya, kata Hendrico, pihaknya terus merekayasa lalu lintas untuk memastikan tidak ada kemacetan panjang lagi. ”Kepadatan hanya terjadi di pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti