Israel dan Hamas memulai kesepakatan genjatan senjata dan membebaskan sandera Israel dan tahanan Palestina.
20 Jan 2025 13:08 WIB · Foto
Akhirnya gencatan senjata di Gaza, Palestina, bisa terwujud, Minggu (19/1/2025) pukul 11.15 waktu setempat, tertunda selama tiga jam, dari rencana semula pukul 08.00 waktu setempat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/f2f8bedd-16dc-43b5-a43a-5436b246a363_jpg.jpg)
Penundaan terjadi salah satunya karena kepastian tiga nama sandera yang akan dibebaskan Hamas. Namun, setelah pihak Hamas merilis nama yang akan dibebaskan, gencatan senjata yang direncanakan berlangsung selama enam minggu sebagai bagian dari upaya menghentikan kekerasan akhirnya dimulai.
Militer Israel lantas menarik pasukan dan kendaraan militernya dari pusat kota Rafah menuju perbatasan selatan Gaza dengan Mesir ke daerah yang disebut koridor Philadelphi.
Pihak Hamas merespons dengan membebaskan tiga sandera, yakni Romi Gonen (24 tahun), Emily Damari (28 tahun), dan Doron Steinbrecher (31 tahun). Romi Gonen diculik dari festival musik Nova sewaktu Hamas diam-diam menyerbu ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan lebih dari 260 orang pengunjung festival.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/a672cccb-00a0-4322-8e3f-6da8f7bbaf1f_jpg.jpg)
Tak lama berselang, pihak Israel membalas pembebasan tiga warganya dengan membebaskan 90 sandera yang terdiri dari 69 perempuan dan 21 remaja lelaki yang sebelumnya ditahan di Tepi Barat dan Jerusalem. Dua bus berisi 90 sandera itu disambut meriah laksana pahlawan setiba di Kota Beitunia di Tepi Barat, Palestina. Kibaran bendera Hamas dan teriakan kegembiraan bergema di penjuru kota.
Terwujudnya gencatan senjata kali ini tak lepas dari peran penting negara Qatar dan Mesir. Gencatan senjata ini disetujui kedua belah pihak setelah hampir satu tahun mediasi intensif oleh Qatar dan Mesir.
Ini diharapkan menjadi langkah awal mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 15 bulan di Gaza, yakni sejak 7 Oktober 2023. Saat itu Israel melancarkan serangan ke Gaza, wilayah Palestina untuk menghancurkan Hamas yang menyerang mereka dan menewaskan warganya.
Dalam konflik singkat itu, tak kurang dari 47.000 orang Palestina tewas dalam serangan Israel dan ribuan penduduk Palestina mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di pihak Israel, 400 tentaranya juga dinyatakan tewas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/d049c9f2-0b2a-4a02-a4a6-66d801339170_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/c6cf9679-168f-4835-b0ab-2e2ae67f4443_jpg.jpg)
Kini warga Palestina bisa sejenak merasakan kedamaian. Banyak di antara mereka yang mengungsi kembali ke daerah asalnya untuk melihat tempat tinggalnya dan mencari sanak saudaranya yang tercerai-berai karena perang. Semoga situasi ini berlangsung lama, syukur-syukur selamanya.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari