Bekas lubang tembakan ditemukan, antara lain, di bagian kepala dan dada tiga polisi korban penggerebekan sabung ayam.
18 Mar 2025 15:59 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Tim Disaster Victim Identification atau DVI Kepolisian Daerah Lampung mengungkap hasil otopsi tiga polisi yang tewas tertembak saat menggerebek arena sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3/2025). Bekas lubang tembakan ditemukan, antara lain, pada bagian kepala dan dada.
Vice Commander DVI Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Legowo menjelaskan, otopsi berlangsung selama 10 jam, dimulai pada Selasa (18/3/2025) pukul 02.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Otopsi dilakukan secara maraton oleh dua dokter forensik.
Suara Legowo tercekat dan matanya berkaca-kaca saat hendak menyampaikan hasil otopsi tersebut. Ia sedih dengan insiden yang menewaskan tiga anggota polisi itu.
Legowo mengungkapkan, pada jasad Ajun Komisaris Anumerta Lusiyanto ditemukan lubang bekas peluru dari arah depan di dada bagian kanan. ”Dan saat dilaksanakan otopsi, proyektil peluru ditemukan ada di rongga dada sebelah kiri,” kata Legowo saat menyampaikan hasil otopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung, Bandar Lampung, Selasa (18/3/2025)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/f2ea3dc895bfb6f5a072000dab810652-DSC00640.JPG)
Adapun pada jasad Aipda Anumerta Petrut Apriyanto ditemukan lubang bekas peluru dari arah depan, persis di mata sebelah kiri. Saat dilakukan otopsi, proyektil peluru ditemukan di bagian tempurung anggota polisi tersebut.
Sementara pada jasad Briptu Anumerta Ghalib terdapat lubang bekas peluru pada sisi kiri di bibir menembus rongga mulut. Saat dilakukan otopsi, proyektil peluru berada di tempurung kepala belakang dan tenggorokan. ”Ketiga hal tersebut yang menyebabkan kematian dari anggota terbaik kami yang gugur saat melaksanakan tugas,” kata Legowo.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, tim DVI Polda Lampung telah memaparkan hasil otopsi dari ketiga jenazah. Selanjutnya, penyidik akan melakukan rangkaian penyidikan dari hasil otopsi yang telah dilakukan. Tim juga sedang melakukan olah kejadian perkara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/f604fcc20a38af0d73d7c1d833f63262-DSC00632.JPG)
Yuni mengatakan, Kepala Polri memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ketiga anggota Polri yang telah gugur dalam melaksanakan tugas dengan menaikkan pangkat ketiganya. Inspektur Satu Lusiyanto mendapatkan kenaikan pangkat menjadi ajun komisaris anumerta, Brigadir Kepala Petrus Apriyanto menjadi aipda anumerta, dan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Way Kanan, Brigadir Dua Ghalib Surya Ganta, menjadi briptu anumerta.
Ketiga hal tersebut yang menyebabkan kematian dari anggota terbaik kami yang gugur saat melaksanakan tugas.
Seusai acara pelepasan jenazah secara kedinasan, jasad ketiga anggota polisi itu langsung dibawa ke rumah duka. ”Dua jenazah akan disemayamkan di Sumatera Selatan dan satunya akan disemayamkan di TPU Tanjung Senang,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/f17d197f282d62194037484e27bc956f-DSC00615.JPG)
Sebelumnya diberitakan, tiga polisi dilaporkan tewas saat menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, pada Senin (17/3/2025) pukul 16.50 WIB. Ketiga anggota polisi yang tewas itu mengalami luka tembak di bagian kepala. Penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Polres Way Kanan menggerebek tempat sabung ayam pada Senin sore. Saat penggerebekan, pemilik sabung ayam melawan sehingga mengakibatkan tiga personel Polri tewas di lokasi.
Insiden itu bermula saat 17 personel Polri dari Polres Way Kanan mendatangi tempat sabung ayam. Saat tiba di lokasi, anggota kepolisian langsung ditembaki oleh orang tak dikenal sehingga tiga personel gugur dalam tugas.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti