Tim Evakuasi Temukan Dua Jenazah di Tambang Bawah Tanah Freeport

Dua jenazah yang ditemukan diduga merupakan bagian dari tujuh pekerja yang terjebak selama sekitar 12 hari di tambang bawah tanah Freeport.

20 Sep 2025 12:15 WIB · Nasional

Oleh Nasrun Katingka

JAYAPURA, KOMPAS — Tim penyelamat PT Freeport Indonesia menemukan dua jenazah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (20/9/2025). Dua jenazah ini diduga merupakan bagian dari tujuh pekerja yang terjebak selama sekitar 12 hari akibat terjangan material basah di tambang bawah tanah.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati mengatakan, dua jenazah tersebut ditemukan pada Sabtu pukul 08.45 WIT. Namun, Freeport belum memberikan keterangan detail terkait lokasi dan proses evakuasi dua jenazah itu.

”Dua jenazah itu diduga adalah rekan-rekan kami yang terjebak dalam insiden luncuran material basah di Grasberg Block Cave. Proses identifikasi kedua jenazah menunggu kehadiran pihak kepolisian,” kata Katri.

Insiden terjangab lumpur basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/9/2025).

Hingga Sabtu siang, tim penyelamat dari internal PT Freeport Indonesia terus melanjutkan pencarian korban lain. Adapun insiden terjangan aliran material basah di tambang bawah itu terjadi pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIT.

Katri menyatakan, pihaknya menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan. PT Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan pendampingan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.

”Kami terus melanjutkan pencarian dan penyelamatan rekan-rekan lainnya dengan mengerahkan segala daya upaya,” ujarnya.

Tantangan tinggi

Sejak awal upaya penyelamatan terhadap pekerja yang terjebak, tim menyebut adanya tantangan dan risiko tinggi. Upaya penyelamatan juga ikut dipantau tim Inspektur Tambang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mimika.

PT Freeport Indonesia mengatakan, terjangan material basah sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini membuat penyelamatan menjadi kompleks dan penuh risiko. Perlu waktu tambahan untuk membersihkan material dalam jumlah besar tersebut.

Upaya evakuasi dilakukan dengan berbagai alat, seperti alat berat, bor, hingga drone. Tim evakuasi juga memaksimalkan upaya dengan pembuatan lubang vertikal ke atas menuju lokasi yang diduga merupakan lokasi para pekerja berada. Para pekerja diyakini berada di area yang disebut sebagai level servis.

Proses evakuasi pekerja PT Freeport Indonesia yang terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (17/9/2025).

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridho Kresna Wattimena memaparkan, tambang Grasberg Block Cave memiliki struktur bertingkat. Pada bagian paling atas terdapat level undercut yang merupakan tempat batuan diledakkan.

Tepat di bawahnya terdapat level ekstraksi, lokasi penarikan material melalui lubang drawbell. Lapis berikutnya adalah level servis, yang dipenuhi pipa ventilasi dan jalur utilitas. Paling bawah terdapat level pengangkutan untuk mengalirkan material hasil tambang.

Quote

Dua jenazah itu diduga adalah rekan-rekan kami yang terjebak dalam insiden luncuran material basah di Grasberg Block Cave.

Ridho berpendapat, peristiwa ini menunjukkan prosedur operasi standar (SOP) yang selama ini dianggap memadai ternyata belum mampu mengantisipasi risiko larian lumpur dengan volume besar.

Menurut dia, SOP yang ada lebih efektif untuk volume larian lumpur dengan skala kecil. Oleh karena itu, setelah peristiwa kali ini, diperlukan peninjauan ulang secara menyeluruh.

”Selama ini jarak aman dari potensi larian lumpur ditetapkan sampai 100 meter. Namun, dengan volume sebesar ini, mungkin satu level penuh harus dikosongkan. SOP mitigasi harus ditinjau kembali,” kata Ridho, Rabu (17/9/2025).

Proses evakuasi pekerja PT Freeport Indonesia yang terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (17/9/2025).

Ridho mengungkapkan, dalam insiden kali ini, volume lumpur diperkirakan mencapai 400.000-500.000 ton. Hal ini setara dengan produksi empat hari tambang.

Besarnya material membuat larian lumpur tidak hanya memenuhi sebagian terowongan di level ekstraksi, tetapi juga masuk ke level di bawahnya, yakni level servis, melalui lubang vertikal penghubung.

”Tujuh pekerja yang terjebak kemungkinan berada di level servis, bukan di level ekstraksi. Lumpur yang keluar di atas kemudian mengalir turun. Dengan volume sebesar itu, kemungkinan ada jalur pengangkutan di bawahnya juga terdampak,” ungkapnya (Kompas.id, 17/9/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Nasrun Katingka
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan