Tim ”Garuda Muda” Tersengat Transisi Kilat India

Laga uji coba melawan India memberi banyak pelajaran berharga bagi tim sepak bola U-23 Indonesia. Hal paling utama adalah ketepatan dan kecepatan dalam bertransisi.

10 Okt 2025 22:32 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Tim sepak bola U-23 Indonesia menelan pil pahit dalam laga uji coba kontra India di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Tim yang masih menjalani proses seleksi pemain itu takluk 1-2.

Para pemain Indonesia kerepotan menghadapi kecepatan pemain sayap India. Selain itu, transisi kilat India juga menjadi kunci mereka dalam meraih kemenangan.

Dua gol kemenangan India dilesakkan penyerang Suhail Ahmad Bhat. Sementara gol balasan Indonesia dicetak bek Donni Tri Pamungkas yang kali ini dimainkan sebagai pemain depan.

Sejak laga dimulai, para pemain ”Garuda Muda” sangat kewalahan mengimbangi kecepatan dua pemain sayap India, Muhammed Suhail dan Thingujam Korou Singh. Serangan-serangan India mayoritas dimulai dari proses transisi dengan mengandalkan kecepatan kedua pemain sayap tersebut dalam bermanuver.

Alfharezzi Buffon yang mengawal sisi kanan pertahanan Indonesia selalu kalah cepat dalam menutup pergerakan Suhail. Selain cepat, India juga kerap mengubah-ubah alur serangan (switch play) yang membuat pertahanan Indonesia terbongkar. Gol kedua India bermula dari serangan dari sayap kiri yang secara cepat diubah ke sisi kanan.

Pemain tim Indonesia U-23 Muhammad Ferrari (bawah) berebut bola dengan pemain India U-23 saat pertandingan uji coba di Stadion Madya, Kompleks GBK, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Laga ini menjadi persiapan tim Indonesia U-23 yang akan tampil di ajang SEA Games Thailand 2025, Desember mendatang.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

India juga sangat disiplin dalam mengawal pertahanan. Gelandang bertahan dan juga empat bek mereka senantiasa sigap mundur ketika kehilangan bola. Hal itu mengakibatkan nyaris tiada ruang kosong di lini pertahanan India yang bisa dieksploitasi para pemain ”Garuda Muda”.

Mengetahui Indonesia juga punya pemain sayap cepat, India yang menggunakan empat bek mengawal dengan sistem zona (zonal marking). Tujuannya adalah agar tidak tertinggal langkah saat sayap Indonesia yang diisi Victor Dethan memanfaatkan skema muncul dari belakang (coming from behind).

Rencana itu cukup berhasil meredam pergerakan Victor sehingga suplai bola ke penyerang Hokky Caraka relatif bisa ditekan.

Untuk mencegah India leluasa mengembangkan permainan, para pemain Indonesia beberapa kali coba melakukan pressing sejak lawan membangun serangan dari belakang. Sayangnya, upaya ini lebih sering dilakukan Hokky tanpa diimbangi Victor dan Donny. Akibatnya, pressing Indonesia bisa dengan mudah dilewati dan menjadi sumber awal serangan India.

Sorotan layak ditujukan pada pertahanan Indonesia yang amat rentan ketika meladeni transisi kilat India. Situasi ini bisa terjadi juga lantaran dua gelandang bertahan Indonesia, Toni Firmansyah dan Raehan Alief, terlambat melindungi keempat bek.

Pemain tim Indonesia U-23 Frengky Deaner Missa berebut bola dengan pemain India U-23 saat pertandingan uji coba di Stadion Madya, Kompleks GBK, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Laga ini menjadi persiapan tim Indonesia U-23 yang akan tampil di ajang SEA Games Thailand 2025, Desember mendatang.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Menjelang berakhirnya babak pertama, India yang sedikit kelelahan akibat memainkan tempo cepat sejak awal mulai kehilangan kontrol permainan. Kondisi itu dimanfaatkan Indonesia untuk berbalik menekan. Hasilnya, Donny memperkecil ketertinggalan Indonesia melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti.

Gol Donny tercipta dari skema kombinasi umpan pendek di area sepertiga akhir India. Proses seperti ini yang relatif jarang muncul di awal laga. Para pemain bertahan India terkesan tidak menyangka Donny akan melepaskan tembakan jarak jauh yang pada akhirnya berbuah gol.

Dipantau Indra Sjafri

Sebelum laga dimulai, Pelatih Indonesia Indra Sjafri sudah menegaskan bahwa kemenangan bukan tujuan utama timnya. Laga uji coba ini dimaksudkan untuk memantau kualitas pemain yang saat ini masih dalam tahap pemusatan latihan jelang bertarung di SEA Games Thailand 2025.

Untuk memaksimalkannya, Indra menyatakan akan memanfaatkan kuota pergantian pemain sebanyak 12 kali. Pada babak kedua, Indra mengganti enam pemain.

Posisi yang diganti Indra, antara lain, bek sayap yang dihuni Buffon dan Frengky Missa. Raka Cahyana Rizky masuk menggantikan Buffon. Mikael Tata dipercaya menggantikan Missa sebagai bek kiri.

Kiper India U-23 Kaithamalai Mohanraj mengamankan bola saat pertandingan uji coba melawan  tim Indonesia U-23 di Stadion Madya, Kompleks GBK, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Laga ini menjadi persiapan tim Indonesia U-23 yang akan tampil di ajang SEA Games Thailand 2025, Desember mendatang.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-10-2025

Pergantian juga dilakukan di depan. Jens Raven menggantikan Hokky. Lini tengah pun diperkuat dengan memasukkan Arkhan Fikri.

Masuknya pemain baru membuat serangan Indonesia lebih hidup. Namun, upaya itu masih bisa dipatahkan India yang merespons dengan mempertebal pertahanan dengan menerapkan strategi overload di sisi kiri, tempat Indonesia sering memulai serangan.

Tidak hanya Indonesia, kuota pergantian pemain yang cukup banyak turut dimanfaatkan India. Pelatih India Naushad Mossa melakukan lima pergantian pemain. Dua pemain sayap India, Suhail dan Thingujam, yang kerap jadi momok pertahanan Indonesia, turut diganti. Mereka digantikan Huidrom Thoi dan Parthib Sundar.

Keluarnya Suhail dan Thingujam melemahkan kekuatan serang India lantaran Huidrom dan Parthib tidak memiliki kualitas yang setara. Manuver Huidrom dan Parthib cukup mudah dibaca pertahanan Indonesia. Hingga laga usai, keunggulan 2-1 India tetap bertahan.

Laga ini merupakan yang pertama dari rangkaian uji coba Indonesia. Pada laga berikutnya, Indonesia kembali menantang India di tempat yang sama pada Senin (13/10/2025) malam.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati