Ambisi lolos Piala Dunia 2026 sebagai pendamping Jepang harus dilupakan timnas Indonesia. Jalan ke pentas dunia realistis melalui putaran keempat.
21 Mar 2025 14:40 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Kekalahan telak dari Australia mendaratkan kembali tim nasional Indonesia ke bumi setelah terbang dengan ekspektasi tinggi. Ambisi Pelatih Indonesia Patrick Kluivert membantu skuadnya lolos ke Piala Dunia 2026 melalui putaran ketiga harus diurungkan. Tim ”Garuda” saatnya kembali ke target sebelumnya, yakni fokus mengejar tiket ke putaran keempat.
Setelah menjalani gim ketujuh, peringkat Indonesia turun satu tangga di Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Jepang sudah memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi.
Australia membuntuti di peringkat kedua dengan 10 poin, kemudian Arab Saudi memburu pada posisi ketiga berkat koleksi sembilan poin. Dengan tiga gim tersisa, Australia berpeluang maksimal mengumpulkan 19 poin, sedangkan Arab Saudi bisa mengemas 18 poin.
Tak ayal, dua tim langganan Piala Dunia itu menjadi tim yang paling difavoritkan untuk menjadi pendamping Jepang ke babak utama Piala Dunia 2026. Hasil pertandingan kedua tim menghadapi Jepang pada laga-laga selanjutnya bisa menentukan tim penghuni peringkat kedua.
Setidaknya, tim yang bisa terhindar kekalahan dari ”Samurai Biru” akan memiliki kans lebih besar lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, duel pamungkas putaran ketiga, 10 Juni 2025, yang mempertemukan kedua tim di Riyadh berpeluang menentukan tim yang menyegel peringkat kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/21/d782f45a9520ffc10bc01d63bbe91191-FBL_WC_2026_ASIA_AUS_INA_128350173.jpg)
Anda tidak memiliki spirit yang kami miliki di dalam tim. Tentu, kami akan bereaksi secara positif menghadapi Bahrain.
Dengan kondisi itu, maka tiga tim lain di Grup C yang sama-sama memiliki enam poin, yaitu Indonesia, Bahrain, dan China, sudah sepatutnya fokus mengejar finis di peringkat ketiga atau keempat demi melaju ke putaran keempat.
Indonesia jelas lebih diunggulkan untuk menjadi salah satu tim dari Grup C yang tampil ke babak berikutnya. Sebab, skuad Garuda akan menghadapi dua pesaing langsung, Bahrain dan China, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Bahrain akan dijamu pada 25 Maret, sedangkan laga kontra China bakal berlangsung 5 Juni mendatang.
Kluivert tidak khawatir dengan kondisi skuadnya setelah pulang dari Australia dengan kekalahan telak kedua menghadapi Australia. Sebelumnya, Indonesia tumbang 0-6 dari ”Socceroos” pada laga kualifikasi Piala Dunia 1974, Maret 1973, di Sydney.
”Anda tidak memiliki spirit yang kami miliki di dalam tim. Tentu, kami akan bereaksi secara positif menghadapi Bahrain,” tutur Kluivert dalam konferensi pers usai laga kontra Australia, Kamis (20/3/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/21/1c39cd1a6a54ed14e7addd77d3eda302-FBL_WC_2026_ASIA_AUS_INA_128351927.jpg)
Alih-alih membahas kekalahan hingga blunder individu yang dilakukan pemainnya di Sydney, Kluivert menekankan skuad Indonesia sudah harus melupakan kekalahan dari Australia. Timnas Indonesia tiba di Jakarta pada Jumat (21/3/2025) sore.
Jay Idzes dan kawan-kawan diagendakan melakukan latihan pemulihan fisik pada Jumat malam dan Sabtu (22/3/2025) pagi. Latihan intensif di lapangan untuk bersiap menjamu Bahrain akan digelar pada Sabtu petang.
”Pertama-tama yang paling penting adalah mengembalikan energi positif ke dalam tim. Kami harus menegakkan kepala bersama dan mencoba meraih hasil yang bagus,” ucap Kluivert.
”Kami harus mendapatkan kemenangan melawan Bahrain di kandang,” tambahnya.
Indonesia wajib mengalahkan Bahrain dan China demi memastikan tempat ke putaran keempat. Skuad Garuda wajib unggul rekor pertemuan dengan kedua pesaing utama itu demi memiliki peringkat lebih baik jika memiliki poin akhir setara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/21/9c0930a5410224be6236009b4c0aa55a-FBL_WC_2026_ASIA_AUS_INA_128352337.jpg)
Merujuk aturan tiebreakers kualifikasi Piala Dunia 2026, rekor pertemuan menjadi acuan utama untuk menentukan peringkat dua atau lebih tim yang mengemas poin sama. Kemudian, penghitungan itu disusul selisih gol dan produktivitas gol.
Pada gim pertama, Indonesia bermain imbang, 2-2, di kandang Bahrain. Adapun demi unggul head-to-head atas China, Garuda wajib unggul lebih dari dua gol atas ”Tim Naga” pada duel, Juni nanti.
Pelatih Bahrain Dragan Talajic bertekad anak asuhannya mampu menjaga intensitas performa tingkat tinggi seperti tumbang 0-2 dari Jepang. Menurut dia, kualitas individu dan tim Jepang menyebabkan Bahrain gagal memberikan kejutan.
”Jepang bermain dengan kualitas tinggi. Kami juga harus mempertahankan performa kami pada tiga gim tersisa demi meraih hasil bagus demi lolos ke babak berikutnya. Kami juga berharap Jepang menyapu bersih tiga laga tersisa agar membantu jalan kami,” tutur Talajic dilansir Gulf Daily News.
Apabila Indonesia bisa memenuhi target awal untuk menyegel peringkat ketiga atau keempat dan melaju ke putaran keempat, maka skuad Garuda berpotensi menjadi satu-satunya tim non-Arab yang bertarung di babak tersebut. Enam tim akan bertarung ke putaran keempat demi memperebutkan dua jatah terakhir lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/3469c413-310f-4057-81e9-d315b5e3c5f7_jpg.jpg)
Di Grup A, misalnya, tiket ke putaran keempat mengerucut kepada dua tim yang merupakan rival di Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab (10 poin) dan Qatar (10). Untuk zona dua besar sudah sulit dilepaskan dari Iran (19) dan Uzbekistan (16).
Iran bahkan berpeluang besar menjadi tim kedua yang lolos ke Piala Dunia 2026 untuk menyusul Jepang. Sardar Azmoun dan kawan-kawan bisa lolos pada Selasa (25/3/2025) nanti jika bisa menumbangkan Uzbekistan di Teheran.
Kemudian, di Grup B, tiga tim berpeluang lolos ke putaran keempat. Mereka adalah Jordania (12 poin), Irak (12), dan Oman (7). Selain berpeluang melaju ke babak selanjutnya, Jordania dan Irak masih memiliki asa untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dengan menghuni peringkat dua besar bersama Korea Selatan (15).
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase