Ange Postecoglou mengubah Tottenham Hotpurs menjadi tim yang agak berbeda saat menjamu Bodo/Glimt. Namun, perubahan itu justru mendekatkan Spurs ke final.
02 Mei 2025 11:25 WIB · Olahraga
LONDON, JUMAT — Ange Postecoglou yang biasanya keras kepala terhadap pendirian secara tiba-tiba berubah haluan. Pilihan pemain mula manajer Tottenham Hotspur itu mengejutkan para fans. Ia turut mengingkari prinsip yang lama dianutnya, yaitu membangun serangan dari belakang. Namun, berkat taktik janggal itu, Spurs menikmati kemenangan penting 3-1 atas Bodo/Glimt, Jumat (2/5/2025) dini hari WIB, yang mendekatkan mereka ke final Liga Europa.
Laga pertama semifinal Liga Europa menghadapi Bodo/Glimt di Stadion White Hart Lane, London, itu bisa dibilang adalah pertandingan besar bagi Spurs musim ini. Hanya di turnamen inilah Spurs masih punya harapan meraih trofi. Pada laga mahapenting seperti itu, Postecoglou justru mengubah Spurs menjadi berbeda dari biasanya.
Postecoglou sejak lama dikenal sebagai pelatih keras kepala. Sudah tidak terhitung banyaknya kritik yang diarahkan kepada pendekatan menyerang Postecoglou. Hujan kritik itu tidak pernah membuat manajer berpaspor Australia itu merevisi filosofinya. Ia tetap bergeming dengan pendekatan penguasaan bola serta membangun serangan dari belakang.
Pendekatan yang telah lama ia percaya itu justru agak tidak begitu terlihat saat menghadapi Bodo/Glimt. Para pemain Spurs tidak banyak berupaya membangun serangan dari belakang, tetapi melepaskan umpan-umpan bola panjang langsung ke area pertahanan Bodo/Glimt.
Statistik laga menunjukkan, Spurs melepaskan 21 umpan panjang akurat. Cara membongkar pertahanan lawan dengan bola panjang bukanlah ciri khas Spurs di bawah arahan Postecoglou. Di Liga Inggris, Spurs adalah tim dengan jumlah umpan panjang paling sedikit musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/f00c1107ea9e705b378278b6204f5ce4-APTOPIX_Britain_Soccer_Europa_League_129422531.jpg)
Taktik ”menyimpang” Postecoglou itu pada akhirnya justru mampu membawa Spurs lebih banyak menghadirkan ancaman ke gawang Bodo/Glimt. Gol cepat yang dicetak Brennan Johnson saat laga baru berjalan 39 detik adalah buahnya.
”Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan itu adalah momen yang bagus bagi kami (untuk mencetak gol di menit pertama). Ini adalah hasil yang bagus untuk minggu depan,” kata bek Spurs, Pedro Porro.
Spurs begitu dominan dari segala aspek. ”Si Lili Putih” melepaskan 24 tendangan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Nilai harapan gol (expected goal/xG) Spurs juga tergolong tinggi, 3,06.
Statistik tersebut berbeda jauh dengan Bodo/Glimt yang kebingungan menghalau agresivitas para pemain Spurs. Sepanjang laga, para pemain Bodo/Glimt dipaksa bertahan sehingga hanya sempat menciptakan tiga tendangan dengan hanya satu yang tepat sasaran dan dikonversi jadi gol.
Perubahan janggal lain yang dilakukan Postecoglou ialah memainkan Yves Bissouma untuk menggantikan Lucas Bergvall akibat cedera pergelangan kaki. Bissouma telah lama menjadi pelengkap di bangku cadangan sehingga kemampuannya diragukan untuk meningkatkan daya serang Spurs. Adapun di sayap kiri, Postecoglou memercayakannya kepada Richarlison alih-alih Mathys Tel. Ini untuk pertama kalinya Richarlison masuk susunan pemain mula sejak Oktober 2023.
Dalam situasi satu lawan satu, kami harus lebih baik. Kami terlalu mudah kehilangan bola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/10516dd6675f321789404cc65bb34af6-Britain_Soccer_Europa_League_129420819.jpg)
Akan tetapi, perubahan mengejutkan itu justru berakhir manis bagi Spurs. Kontribusi Richarlison dan Bissouma berujung gol cepat Spurs. Kebobolan gol cepat di hadapan puluhan ribu pendukung lawan amat memengaruhi mentalitas para pemain Bodo/Glimt. Mereka seperti sudah kalah lebih dini sehingga kehilangan semangat mengatasi ketertinggalan.
”Dalam situasi satu lawan satu, kami harus lebih baik. Kami terlalu mudah kehilangan bola. Kami suka mengendalikan dan mendominasi permainan, tetapi kami terlalu sering kehilangan bola dan kami harus banyak berlari dalam transisi,” ujar Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen.
Gol cepat Johnson memantik daya juang para pemain Spurs. Mereka mampu menggandakan keunggulan berkat sepakan James Maddison dari dalam kotak penalti pada menit ke-34. Dominic Solanke kemudian menambah gol Spurs lewat eksekusi penalti pada menit ke-61.
Satu-satunya gol Bodo/Glimt dilesakkan gelandang Ulrik Saltnes tujuh menit sebelum waktu normal usai. Itulah satu-satunya tendangan tepat sasaran Bodo/Glimt pada laga ini yang dikonversi menjadi gol. Berkat gol tersebut, Bodo/Glimt masih memiliki harapan untuk membalikkan keadaan di markas sendiri pada laga kedua.
”Selama 80 persen pertandingan, saya sangat senang dengan penampilan kami. Namun, secara mental, sangat sulit bagi kami karena kami adalah tim yang sangat tidak diunggulkan sebelum pertandingan ini. Jadi, untuk selalu memiliki keyakinan pada diri sendiri dan rasa percaya diri tidaklah mudah, tetapi saya pikir kami dapat melihat dengan baik dari penampilan ini,” ujar Saltnes.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/f28ec7b86e0995f0c1e94c4c45ae5a54-APTOPIX_Britain_Soccer_Europa_League_129421302.jpg)
Bermain di markas Bodo/Glimt bukanlah tugas yang enteng bagi Spurs. Sebelumnya, Bodo/Glimt pernah mengalahkan FC Porto, Besiktas, Olympiakos, dan Lazio di markasnya. Rasio kemenangan Bodo/Glimt di kandang sendiri pada ajang Liga Europa sejak 2022-2023 mencapai 70 persen. Hal ini cukup kuat untuk menjadi modal Bodo/Glimt melanjutkan kisah dongeng mereka musim ini. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji