Kebiasaan unik pendukung timnas Jepang di Piala Dunia, yaitu membersihkan sampah di area yang mereka tempati.
15 Jun 2026 11:45 WIB · Olahraga
AFP/Francois Nel/GETTY IMAGES
Laga pembuka Piala Dunia bagi Jepang dan Belanda berlangsung seru di Stadion Dallas, Minggu (14/6/2026) waktu Texas, Amerika Serikat. Belanda yang berada di peringkat ke-8 FIFA dan mempunyai catatan apik menang empat kali berturut-turut dalam pertandingan pembuka Piala Dunia berusaha melanjutkan tren itu.
Sementara Jepang, yang berada di peringkat ke-18, juga mempunyai catatan kemenangan di dua pertandingan pembuka Piala Dunia terakhir mereka. Namun, hasil pertarungan hari itu imbang 2-2. Penonton riuh mendukung kesebelasan masing-masing.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/48fb8306-62b8-42e4-abd3-4a488a7a3b71_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/34e835c6-8197-4479-898d-5679a9f337a3_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/24344e8f-6958-4bf8-97d0-4ff5711165e6_jpg.jpg)
Selebrasi pemain Jepang, Daichi Kamada. (AP PHOTO/JESSICA TOBIAS)
Selebrasi pemain Jepang Keito Nakamura dan kawan-kawannya usai menjebol gawang Belanda. (AFP/GETTY IMAGES/CHARLOTTE WILSON)
Tepuk tangan pemain Jepang untuk suporter (AFP/GETTY IMAGES/MICHAEL STEELE)
Babak pertama berlalu tanpa adanya gol. Memasuki babak kedua, kapten Virgil van Dijk memberi Belanda keunggulan 1-0 pada menit ke-51 lewat sundulan yang gagal diantisipasi kiper lawan. Gol itu juga menjadi gol pertama pemain ini di Piala Dunia.
Sayang, keunggulan ini hanya bertahan 6 menit. Tendangan keras Keito Nakamura dari luar kotak penalti berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Ini gol Nakamura ke-11 bagi negaranya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/7c025bee-3a50-4b3f-a199-c344711af1d9_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/621d15cc-c20b-4758-ba50-d328c58d4c7a_jpg.jpg)
Belanda kembali unggul tujuh menit kemudian. Crysencio Summerville yang menerima umpan dari Ryan Gravenberch berhasil melepaskan tembakan yang membentur tiang kiri dan masuk ke gawang. Dalam rentang waktu 13 menit, terjadi 3 gol. Penonton makin riuh.
Menjelang berakhirnya babak kedua, pada menit ke-88, Daichi Kamada berhasil menyamakan kedudukan, 2-2. Jepang berhasil menggagalkan perolehan tiga angka Belanda.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/e6b3752e-10c1-46b8-8a81-e11877562797_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/4ba8e224-d4cc-40e3-96bf-cd03e08775e7_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/c853ec6e-baaf-49d6-8b03-953bf1ee3434_jpg.jpg)
Para pemain Jepang berterima kasih kepada para pendukung. (AFP/ARIC BECKER)
Suporter Jepang memungut sampah di tribun (AP PHOTO/JESSICA TOBIAS)
Penggemar Jepang dan Belanda memungut sampah di stadion setelah pertandingan. (AP PHOTO/JESSICA TOBIAS)
Tribune yang dipenuhi suporter Jepang dipenuhi sorak-sorai. Mereka berteriak sambil mengibarkan bendera Jepang dan plastik berwarna biru. Puluhan plastik dikibarkan layaknya bendera.
Pertandingan pun usai, skor bertahan imbang 2-2, dan penonton kedua kesebelasan perlahan meninggalkan stadion. Sambil berjalan meninggalkan bangku, suporter Jepang memungut dan mengumpulkan sampah.
Kantong-kantong plastik biru yang dikibarkan para penggemar Jepang dengan histeris setelah timnya mencetak gol, setelah peluit akhir berbunyi, berubah fungsi menjadi tempat sampah. Ini mempertahankan tradisi bersih-bersih sampah oleh suporter Jepang setiap timnasnya selesai bertanding.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/62f24303-4290-46b2-a286-26b4c805817b_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/d2dfee3a-542e-4b78-b3bf-9ad9ef636998_jpg.jpg)
Para penggemar ”Samurai Biru”, julukan timnas Jepang, membersihkan stadion sebelum meninggalkannya. Mereka memungut sampah satu demi satu dari tribune. Beberapa pendukung Belanda terlihat bergabung, bersama-sama mengumpulkan sampah ke dalam plastik biru.
Ini kontras dengan beberapa menit sebelumnya. Tas-tas biru yang saat itu kosong dipergunakan untuk merayakan keberhasilan sundulan Daichi Kamada. Sepanjang pertandingan, sorakan dan suara plastik berkibar selalu terdengar dari tribune Jepang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/f44336ee-2f1a-4e24-b372-6136498faf7e_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/15/2a80856c-0bb0-43ea-ab70-53afaf3dedb2_jpg.jpg)
Adegan para penggemar sepak bola Jepang memungut dan menyapu sampah pertama kali menarik perhatian saat tim tersebut tampil di Piala Dunia di Perancis pada 1998. Mereka telah melakukannya setiap empat tahun sekali sejak itu, termasuk di Qatar pada 2022.
Di Amerika, mereka kembali melakukan itu, meninggalkan lapangan tanpa meninggalkan jejak sampah. Tradisi kantong biru Jepang yang luar biasa.…
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan