SEPAK BOLA

Transformasi Bayern Muenchen, dari FC Hollywood Menjadi  ”Spielplatz”

Sudah sembilan pemain remaja debutan dimainkan Vincent Kompany di musim ini. Bayern Muenchen ubah identitas jadi tim ramah "anak-anak" tanpa kurangi ambisi juara.

22 Mar 2026 15:00 WIB · Olahraga

AP/SVEN HOPPE

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Di musim kedua diasuh Vincent Kompany, Bayern Muenchen kian menegaskan diri sebagai tim yang sangat ramah bagi pemain debutan berusia remaja. Saban pekan, nyaris selalu ada lulusan akademi Bayern yang diorbitkan juru taktik berpaspor Belgia itu.

Jika di masa lalu Bayern dikenal sebagai FC Hollywood akibat kehadiran bintang-bintang besar lapangan hijau, kini mereka ibarat spielplatz alias taman bermain bagi pemain remaja untuk wujudkan mimpi tampil di tim utama.

Di tengah badai cedera musim ini, Kompany tidak lagi memaksa klub berbelanja pemain baru. Ia mengutamakan untuk mengamati pemain-pemain di tim akademi Bayern guna menambal kedalaman skuad.

Para pemain yang dibawanya dari akademi berusia 16-18 tahun. Kebijakan masyhur semacam itu telah dilakukan klub Spanyol, Barcelona, yang memiliki La Masia.

Pada laga pekan ke-27 Liga Jerman menghadapi Union Berlin, Sabtu (21/3/2026), di Stadion Allianz Arena, Kompany menurunkan gelandang muda, Erblin Osmani, pada menit ke-87. Meskipun hanya bermain sekitar lima menit, Osmani sudah menegaskan diri sebagai pemain termuda yang tampil untuk Bayern di musim ini.

Pemain kelahiran kota Gjilan, Kosovo, itu menjalani debut bersama ”Die Roten” ketika berusia 16 tahun dan 306 hari. Hebatnya, ia tidak perlu masuk ke dalam tim U-20 Bayern untuk dipanggil membela tim utama.

Germany Bundesliga Soccer

Osmani berstatus sebagai kapten tim U-17 Bayern. Ia pun tampil rutin untuk tim U-16 dan U-17 Jerman. Bakat besarnya adalah bermain sebagai nomor enam murni. Tak ayal, Osmani digadang-gadang sebagai penerus Joshua Kimmich.

Tidak hanya keahlian mengatur tempo permainan dan tembakan jarak jauh, Osmani juga dianggap memiliki keahlian unik yang penting dalam sepak bola modern. Ia dikenal pula dengan lemparan ke dalam jarak jauh.

Kompany menyebut kesempatan bermain kepada Osmani adalah wujud apresiasi dari perkembangan signifikan yang telah ditampilkannya di tim yunior Bayern. Namun, ia mengingatkan Osmani dan para pemain muda Bayern lainnya bahwa jalan mereka masih panjang untuk tampil reguler bersama klub terbaik di Jerman itu.

”Kami memberikan kesempatan untuk pengalaman mereka dengan merasakan betapa berartinya bermain untuk Bayern. Namun, dia (Osmani) harus terus membuktikan diri untuk mendapatkan kesempatan serupa di masa depan,” tutur Kompany, dilansir Bild.

Termuda kedua

Dalam sejarah Bayern, Osmani masuk ke dalam daftar pemain termuda kedua yang menjalani debut di kompetisi kasta tertinggi Jerman. Osmani hanya kalah muda dari Paul Wanner ketika menjalani debut pada usia 16 tahun dan 15 hari, Januari 2022.

Kompany telah menegaskan diri sebagai pelatih Bayern yang paling banyak memberikan kesempatan debut kepada pemain remaja. Bahkan, lima pemain debutan Bayern di musim ini masuk dalam 10 besar pemain termuda Bayern di Liga Jerman.

Selain Osmani, ada pula Cassiano Kiala (bek tengah), Wisdom Mike (penyerang sayap kiri), Maycon Cardozo (penyerang sayap kanan), dan Lennart Karl (gelandang serang). Kompany juga sudah memberikan kesempatan menjalani debut untuk empat pemain lain.

Mereka adalah Felipe Chavez (gelandang tengah), David Santos Daiber (gelandang tengah), Deniz Ofli (gelandang tengah), dan Filip Pavic (bek sayap kanan).

Germany Champions League Soccer

Khusus Ofli dan Pavic, laga debut mereka tercipta pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Atalanta, 19 Maret lalu. Pavic berstatus pemain kelahiran 2010 pertama yang tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.

Dari daftar susunan pemain kontra Union Berlin, Kompany masih memiliki dua pemain debutan lain yang masih menunggu giliran diberi kesempatan debut. Mereka adalah Leonard Prescott (kiper) dan Guido Della Rovere (gelandang tengah).

Kompany sangat terbuka untuk memberikan kesempatan kepada debutan lain. Bayern sudah unggul sembilan poin dengan menyisakan tujuh pertandingan di Liga Jerman. Kondisi itu membuat Kompany membutuhkan para pemain dari akademi Bayern untuk menjalani rotasi.

Bayern membutuhkan kondisi prima pemain-pemain utama untuk menjalani dua laga perempat final Liga Champions kontra Real Madrid pada April mendatang. Die Roten juga akan bertarung menghadapi Bayer Leverkusen pada semifinal DFB Pokal alias Piala Liga Jerman.

Namun, Kompany mengingatkan, para debutan itu belum memiliki garansi akan kekal di tim utama Bayern. Sebagai contoh, dari tujuh pemain yang sudah debut di Liga Jerman musim ini, hanya lima pemain yang sudah tampil lebih dari sekali.

Karl adalah pemain remaja paling rutin tampil. Sebanyak 23 pertandingan telah dijalani Karl, termasuk 14 kali sebagai pemain inti. Chavez dan Mike masing-masing sudah berlaga enam kali dan empat kali. Adapun Daiber dan Cardozo telah bermain dua gim.

”Saya pikir meskipun banyak pemain kami telah mendapatkan penampilan pertama musim ini, itu tidak berarti mereka sudah meraih sesuatu. Mereka harus memberikan banyak hal untuk tim,” kata Kompany.

Bayern Munich's Lennart Karl celebrates his goal to make it 3-0 against Atalanta Bergamo, Wednesday, March 18, 2026, in Munich, Germany. (Tom Weller/dpa via AP)

Ia menambahkan, ”Ini adalah kesempatan mereka untuk mengambil langkah pertama dalam karier panjang mereka. Kami tentu akan mendukung mereka.”

Serge Gnabry, penyerang sayap Bayern, memuji kontribusi dari para yuniornya. Ia menyebut para debutan telah menampilkan kualitas untuk mengimbangi skuad utama Bayern.

”Kami memiliki pemain-pemain (muda) yang telah memahami peran mereka di lapangan,” ucap Gnabry, dilansir laman klub.

Peringatan

Sementara itu, Kompany mengingatkan para pemain remajanya untuk tidak mudah berpuas diri. Justru, kata Kompany, tantangan akan semakin besar untuk menjaga performa tetap konsisten dan meningkat dalam tahun-tahun mendatang.

Jamal Musiala adalah satu-satunya debutan remaja Bayern dalam satu dekade terakhir yang masih bertahan di skuad utama Bayern. Paul Wanner, pemain termuda dalam sejarah Bayern, sudah tersisih dari Die Roten.

Setelah menjalani debut di bawah kendali Julen Nagelsmann, Wanner hanya mencatatkan enam penampilan bersama Bayern. Kini, ia membela tim Belanda, PSV Eindhoven.

”Jika mereka bekerja keras, kami akan mendukung mereka. Jika mereka melalui masa-masa sulit, kami bakal selalu ada untuk mereka. Namun, para pemain muda itu harus memahami bahwa hal terpenting adalah mempertahankan performa yang nyaris sempurna,” ujar Kompany.

Tak ayal, Kompany memimpin era baru Bayern yang ramah bagi pemain remaja. Bayern bak spielplatz.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto