PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI

Transformasi Indosat Berlanjut, AI Jadi Tumpuan Pertumbuhan Baru

Vikram Sinha kembali memimpin Indosat dalam lima tahun ke depan. Perusahaan telekomunikasi ini pun terus bertransformasi dengan menjadikan AI sebagai tumpuan.

09 Jul 2026 07:00 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Oleh Abdullah Fikri Ashri

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (tiga dari kiri), bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, dan President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha (kiri ke kanan) melihat penggunaan Sahabat-AI, platform akal imitasi (AI) berbasis aplikasi setelah peluncuran platform tersebut di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Mulai diperkenalkan dan dikembangkan sejak 2024 Sahabat-AI merupakan teknologi model bahasa besar atau large language model (LLM) yang dirancang dalam bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah di Tanah Air. Kehadiran Sahabat-AI menandai langkah penting menuju ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berakar pada kebutuhan lokal.

JAKARTA, KOMPAS — PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk melanjutkan transformasi bisnis dengan menjadikan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) sebagai tumpuan pertumbuhan baru dalam lima tahun ke depan. Untuk memastikan kesinambungan itu, Indosat memperpanjang masa jabatan pimpinan eksekutifnya.

Indosat mengumumkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) itu melalui siaran pers pada Senin (6/7/2026). Keputusan Dewan Komisaris tersebut akan diformalkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan mendatang.

”Persetujuan Dewan Komisaris untuk memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha selama lima tahun ke depan mencerminkan keyakinan kami terhadap kepemimpinannya beserta jajaran manajemen dalam terus menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujar President Commissioner Indosat Nezar Patria dalam keterangan tertulis.

Wakil Menteri Komnuikasi dan Digital, Nezar Patria, di acara Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026). Menjelang puncak Hari Pers Nasional yang digelar setiap 9 Februari, Dewan Pers bersama Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar acara Konvensi Nasional Media Massa 2026. Pada acara ini, Dewan Pers mendeklarasikan Pers Nasional yang diantara poinnya mendorong negara memberikan dukungan infrastruktur digital dan insentif fiskal bagi perusahaan pers dan lembaga penyiaran serta mendesak pemerintah dan DPR untuk menetapkan karya jurnalistik sebagai karya yang dilindungi hak cipta. Selain deklarasi, acara ini juga menggelar panel diskusi mengenai tantangan keberlanjutan media di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan, serta pentingnya adaptasi industri pers untuk mempertahankan jurnalisme sehat.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
08-02-2026

Menurut Nezar, keputusan itu didasarkan pada kemajuan signifikan yang dicapai perusahaan sejak Indosat merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia pada 2022. Vikram turut memimpin penggabungan kedua operator seluler itu. Merger entitas bisnis ini menjadi salah satu tonggak transformasi perusahaan.

Kini, lanjut Nezar, Indosat memasuki fase transformasi berikutnya dengan mempercepat implementasi AI North Star. Kerangka strategi ini menjadi acuan perusahaan untuk mengintegrasikan AI ke seluruh organisasi sekaligus memperluas bisnis berbasis AI. Tujuannya, memperdalam loyalitas pelanggan serta membangun ekosistem kedaulatan AI Indonesia.

Nezar menilai, strategi untuk mengembangkan AI telah mendorong pertumbuhan bisnis Indosat. Dalam laporan keuangan Indosat triwulan I-2026, perusahaan membukukan pendapatan Rp 15,22 triliun. Pendapatan itu tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13,58 triliun. 

Hingga triwulan I-2026, pendapatan terbesar operator seluler yang memiliki 94 juta pelanggan ini masih berasal dari layanan seluler dengan kontribusi Rp 12,70 triliun dari total Rp 15,22 triliun. Pendapatan dari layanan data, seperti kuota internet hingga solusi digital, ini tercatat tumbuh 11,2 persen secara tahunan.

Selain bisnis seluler, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) juga tumbuh signifikan sebesar 17,5 persen menjadi Rp 2,31 triliun. Segmen ini, antara lain, mencakup layanan teknologi informatika, internet untuk korporasi, solusi AI, hingga layanan komputasi.

Adapun EBITDA atau laba operasional perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi meningkat 13 persen secara tahunan menjadi Rp 7,2 triliun. Dewan Komisaris pun mendukung ambisi Indosat untuk menggandakan EBITDA, sebagai bentuk keyakinan terhadap arah strategis jangka panjang perseroan. 

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha


KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
09-06-2026

”Memasuki babak transformasi berikutnya, dengan fokus memperluas sovereign (kedaulatan) AI dan mewujudkan ambisi EBITDA perseroan, Dewan Komisaris terus menaruh kepercayaan kepada kepemimpinan Vikram Sinha,” ujar Nezar yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital. 

Sebelumnya, Vikram mengatakan, Indosat fokus menjalankan transformasi berbasis AI. Sejak 2024, misalnya, pihaknya berkolaborasi dengan Nvidia, perusahaan semikonduktor dari Amerika Serikat, untuk mengembangkan infrastruktur komputasi awan (cloud). 

Melalui anak usahanya, Lintasarta, Indosat menyediakan layanan graphics processing unit (GPU), yang dapat mengakselerasi aplikasi AI. Layanan itu memungkinkan perusahaan mengakses komputasi AI berkinerja tinggi tanpa harus membangun infrastruktur sendiri. 

Tampilan unduhan Sahabat-AI, platform akal imitasi (AI) berbasis aplikasi pada Playstore sistem operasi Android setelah resmi diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Mulai diperkenalkan dan dikembangkan sejak 2024 Sahabat-AI merupakan teknologi model bahasa besar atau large language model (LLM) yang dirancang dalam bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah di Tanah Air. Kehadiran Sahabat-AI menandai langkah penting menuju ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berakar pada kebutuhan lokal.

Indosat juga mengembangkan Sahabat-AI, platform terbuka yang dirancang untuk membuat teknologi AI semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan lokal melalui pemahaman terhadap bahasa serta budaya Indonesia. Model bahasa besar (LLM) AI ini bahkan dirancang dalam beberapa bahasa daerah.

Pihaknya juga telah mengembangkan fitur AI-powered Anti-Spam dan Scam yang dapat mendeteksi indikasi penipuan pada layanan pesan singkat maupun suara dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen. Melalui berbagai kemitraan strategis dengan sektor publik maupun swasta, Indosat turut mengembangkan talenta digital, serta kewirausahaan untuk mendukung lahirnya generasi tenaga kerja digital.

”Dengan strategi transformasi berbasis AI ini, Indosat dapat lebih relevan dalam setiap interaksi, tecermin dari keeratan yang semakin kuat, pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Vikram.

Pergeseran persaingan 

Secara terpisah, Izzudin Al Farras, Kepala Pusat Ekonomi Digital dan UMKM Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menilai, perusahaan telekomunikasi mengembangkan AI, antara lain, untuk meningkatkan efisiensi operasional. Operator seluler juga memperluas lini bisnis ke AI tidak terlepas pertumbuhan pelanggan yang cenderung melambat.

”Selama ini, pendapatan operator telekomunikasi itu stagnan, sekitar 5 persen. Ketika ada kerja sama dengan perusahaan AI, perlahan (pendapatannya) meningkat,” ujar Farras. Pengembangan AI juga penting di tengah ketatnya persaingan bisnis operator seluler, seperti perang tarif internet. 

Pengunjung mencoba menggerakkan Robodog (robot anjing) di sela-sela demo perdana panggilan berbasis 5G dengan teknologi Artificial Intelligence Radio Acces Network (AI-RAN) di Indosat AI-RAN Research Center, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026). Dalam demo itu, seseorang dari Barcelona, Spanyol, memberikan perintah kepada Robodog (robot anjing) di yang ada di Surabaya. Hal ini bisa terwujud berkat jaringan 5G dan teknologi AI-RAN. Teknologi jaringan nirkabel ini mengintegrasikan akal imitasi (AI) langsung ke dalam infrastruktur RAN.

Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia Information dan Communication Technology (ICT) Institute, lembaga yang fokus pada isu informatika dan komunikasi, sepakat, persaingan bisnis di industri ini cukup ketat. Apalagi, berbagai operator seluler telah memperluas bisnisnya ke AI. 

Survei terbaru Global System for Mobile Communications Association (GSMA) Intelligence, asosiasi operator telekomunikasi dunia, terhadap 580 perusahaan di Asia Tenggara merekam tren tersebut. Survei ini, antara lain, mendata potensi pengeluaran perusahaan dalam mengadopsi dan menjadikan AI sebagai lini bisnis baru.

Perusahaan seluler di Indonesia diperkirakan mengalokasikan rata-rata 10 persen dari pendapatan mereka untuk transformasi digital pada 2025-2030. Dua pertiga responden menempatkan AI dalam tiga prioritas pengeluaran utama mereka sedangkan lebih dari separuh responden menilai internet of things (IoT) berbasis 5G masih penting. 

Quote

Dalam lima tahun ke depan, persaingan tidak lagi hanya antaroperator telekomunikasi, tetapi juga antarperusahaan yang mampu menguasai AI, data, dan layanan digital.

”Dalam lima tahun ke depan, persaingan tidak lagi hanya antaroperator telekomunikasi, tetapi juga antarperusahaan yang mampu menguasai AI, data, dan layanan digital,” ujar Heru. Terlebih lagi, sejumlah perusahaan teknologi global telah mengembangkan model AI. OpenAI, misalnya, memiliki ChatGPT, Google punya Gemini, dan Deepseek dengan model AI asal China.

Indosat pun perlu bersaing dengan berbagai perusahaan yang menjadikan AI sebagai fokus bisnis. ”Jika mampu memanfaatkan momentum ini dengan baik, Indosat tidak hanya akan memperkuat posisinya di Indonesia, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu pemain AI dan digital terdepan di kawasan,” ungkap Heru.



Kerabat Kerja

Penulis:

Abdullah Fikri Ashri
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan