Transjakarta Tambah 200 Unit Bus Listrik

Sebanyak 200 armada ini merupakan tambahan dari 100 bus listrik yang sebelumnya telah diluncurkan sebelumnya. Sehingga, kini total ada 300 bus listrik.

10 Des 2024 15:47 WIB · Metro

Oleh Atiek Ishlahiyah Al

JAKARTA, KOMPAS - PT Transportasi Jakarta resmi menambah 200 unit bus listrik baru berjenis high deck atau dek tinggi pada Selasa (10/12/2024). Transportasi listrik dinilai dapat menghemat biaya operasional hingga 20 persen apabila dihitung dengan subsidi bahan bakar minyak.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza mengatakan, 200 armada ini merupakan tambahan dari 100 bus listrik yang sebelumnya telah diluncurkan sebelumnya. Sehingga, kini total ada 300 bus listrik.

"Penambahan 200 armada bus listrik ini bukan hanya capaian teknis, tetapi juga untuk perubahan besar menuju mobilitas yang lebih hijau," ujar Welfizon di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Peluncuran ini merupakan kali pertama dalam sejarah peluncuran bus listrik terbanyak di Indonesia. Welfizon mengatakan, transportasi listrik dapat menghemat biaya operasional hingga 20 persen apabila dihitung dengan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Penggunaan bus listrik dapat menghadirkan moda transportasi yang lebih efisien dan hemat biaya operasional hingga 5-10 persen. Terlebih jika kita memperhitungkan penghematan dari subsidi BBM maka angka penghematan yang dapat kita capai 18-20 persen," ujar Welfizon.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza 
 dalam acara peluncuran 200 unit bus listrik baru Transjakarta di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Seluruh bus listrik terbaru dari Transjakarta tersebut berjenis dek tinggi atau high deck dengan ketinggian lantai lebih dari 100 sentimeter (cm) atau menyesuaikan halte. Bus berwarna biru dan putih. Adapun 100 bus listrik sebelumnya yang sudah beroperasi tahun lalu berjenis low deck dengan ketinggian lantai sekitar 20 cm (sejajar dengan trotoar). Bus ini berwarna oranye dan putih.

Quote

Penambahan 200 armada bus listrik ini bukan hanya capaian teknis, tetapi juga untuk perubahan besar menuju mobilitas yang lebih hijau

Saat berkesempatan mencoba, bus listrik jenis high deck ini tidak mengeluarkan suara bising dan AC nya juga terasa dingin. Bus ini dilengkapi oleh 16 CCTV yang dipantau langsung dari area pengemudi, serta dilengkapi oleh tangga darurat otomatis yang akan terbuka jika bus mengalami keadaan darurat.

Tidak seperti bus jenis low deck yang ruang di dalamnya terbatas karena ada ruang penyimpanan baterai, ruang bus listrik jenis high deck lebih lega karena ruang penyimpanan baterai diletakkan di lantai bawah bus.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Menurut Welfizon, bus listrik lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bus konvensional. Pengadaan bus listrik dinilai mampu menurunkan potensi emisi sekitar 420.000 karbon monoksida ekuivalen atau setara dengan penanaman 1,25 juta pohon.

Penambahan 200 unit bus listrik ini merupakan hasil kerja sama Transjakarta dengan beberapa operator, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pertama, Perum Damri yang mengoperasikan 60 unit bus listrik high deck bermerek Skywell dan 30 unit bus high deck bermerek Zhongtong.

Kemudian, PT Bianglala Metropolitan mengoperasikan 90 unit bus bermerek Sinar Armada Globalindo atau Golden Dragon (dari China). Lalu, PT Sinarjaya menghadirkan operator baru, yakni 20 unit bus listrik dari PT VKTR Teknologi Mobilitas atau BYD (dari China).

Ketiga mitra ini memiliki kontrak operasional selama 10 tahun dengan sarana pengisian bahan bakar disediakan oleh pihak operator.

Adapun armada bus baru ini dioperasikan terutama di koridor 2 dan 8, yakni Lebak Bulus dan Pulo Gadung. Sedangkan sisanya nanti akan disebar di koridor lainnya.

”Untuk rencana penyediaan bus listrik tahun depan, masih menunggu persetujuan anggaran. Nanti, awal tahun akan kami sampaikan,” ucap Welfizon.

Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi dalam acara peluncuran 200 unit bus listrik baru Transjakarta di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Sementara itu, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Damri telah mendukung layanan Transjakarta sebanyak 116 unit bus listrik, dari semula sebanyak 26 armada jenis low deck pada tahun 2023 dan 90 armada jenis high deck pada tahun 2024.

Tiko menyampaikan harapan besar dengan adanya kerja sama antara BUMN dan Pemprov Jakarta untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik. Tidak hanya Transjakarta dan Damri, tetapi juga dengan KRL Commuter dan LRT.

"Sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas, kepastian waktu, dan kenyamanan bagi seluruh penumpang transportasi Jakarta dengan menggunakan konsep multimoda. Ini tentunya akan menjadi satu terobosan bagi Jakarta sebagai kota modern dengan memberikan layanan multimoda yang berkelas internasional," ujarnya.

Mengurangi emisi

Penjabat Gubernur Provinsi Jakarta Teguh Setyabudi mengapresiasi upaya Transjakarta untuk mengatasi polusi udara dengan meluncurkan armada bus listrik.

"Pencapaian ini juga menjadi tonggak penting dalam mendukung komitmen untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Teguh.

Peluncuran 200 unit bus listrik baru Transjakarta di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Teguh mengatakan, Pemerintah Provinsi Jakarta menargetkan seluruh armada Transjakarta akan terelektrifikasi sepenuhnya pada 2030. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mendukung pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2050.

Teguh pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan sistem transportasi berkelanjutan di Jakarta. Ia menilai, dengan kerja sama antara pemerintah, operator, dan masyarakat, Jakarta diharapkan mampu mewujudkan visi menjadi kota yang berorientasi pada transportasi publik dan berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Jakarta Rani Mauliani juga menyampaikan dukungannya terhadap target Pemprov Jakarta tersebut. Ia berharap, seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mewujudkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.

“Mudah-mudahan harapan warga Jakarta akan udara Jakarta yang lebih sehat bisa terwujud,” kata Rani.

Ia juga meminta Transjakarta terus mempertahankan kenyamanannya. Hal itu demi menyambut elektrifikasi transportasi publik serta mengurangi emisi dan polusi di wilayah Jakarta.

Peluncuran 200 unit bus listrik baru Transjakarta di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jakarta Wahyu Dewanto menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan layanan Transjakarta. Salah satunya, melalui pemberian public service obligation (PSO) yang terus meningkat setiap tahunnya untuk mendukung mobilitas masyarakat dan penggunaan angkutan massal.

"Tapi juga diharapkan Transjakarta pelayanannya menjadi lebih baik. Kemudian, rutenya lebih banyak lagi," ucapnya.

Wahyu menegaskan, transportasi menjadi kebutuhan dasar untuk seluruh masyarakat Jakarta. Melalui layanan yang semakin meningkat diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Ia juga mendorong PT Transjakarta untuk bisa memperluas layanannya ke transportasi perairan, khususnya di wilayah Kepulauan Seribu. Dengan kemampuan dan pengalaman yang lebih baik dalam menjalankan usahanya, PT Transjakarta dinilai bisa mengembangkan bisnisnya hingga daerah lain.

"Dalam rapat kita juga sudah sampaikan agar PT Transjakarta bisa menjadi operator transportasi di Kepulauan Seribu," ujar Wahyu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum