Saat harga emas tinggi, sebagian orang memutuskan untuk melakukan pembelian dan sebagian lagi menunda pembelian. Apa alasannya? Kapan waktu yang tepat membeli emas?
15 Apr 2025 19:44 WIB · Nusantara
Harga emas yang terus merangkak naik tak menyurutkan minat sejumlah orang untuk memborong logam mulia tersebut. Pembeli meyakini, ke depan, harga emas akan terus melangit dan mereka bakal meraup untung. Namun, sebagian orang memilih menahan pembelian emas karena takut berspekulasi. Lantas, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk membeli emas?
Orang-orang datang silih berganti di Pegadaian Cabang Depok, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/4/2025). Rata-rata, mereka datang karena ingin membeli emas di Galeri 24, yang merupakan anak perusahaan PT Pegadaian.
Kendati antrean sudah mengular sejak pagi, orang-orang tersebut dengan sabar menunggu gilirannya dipanggil untuk bertransaksi. Setelah menunggu sekitar 30 menit hingga 1 jam, mereka keluar ruangan dengan senyuman di wajahnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/15/155e78769f2b989e9bac4dedb28804da-IMG_2404.JPG)
Salah satu orang yang pulang dengan senyuman adalah Winar (75), warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Perempuan lanjut usia itu lega karena akhirnya bisa membawa pulang emas batangan 5 gram dan 10 gram setelah pada dua kedatangannya, yakni pada Jumat (11/4/2025) dan Sabtu (12/4/2025), ia gagal membawa pulang emas.
”Saya kaget, biasanya beli emas itu gampang, tidak pakai antre. Tapi, sejak harganya naik, entah kenapa kok orang-orang berbondong-bondong. Saya kemarin-kemarin datang agak siang sudah tidak dapat nomor antrean, jadi ini tadi sengaja berangkat lebih pagi,” tutur Winar.
Winar mengatakan, dirinya sudah berinvestasi emas sejak 2019 saat harga emas kala itu sekitar Rp 660.000 per gram. Kini, saat harga emas hampir menyentuh Rp 2 juta per gram, Winar tetap memutuskan untuk membeli emas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/07/05a259a7-438a-4374-a3fc-24fccf40d2b9.jpg)
”Saya tetap beli emas karena untuk investasi. Investasi di emas itu tetap menjanjikan karena tidak mungkin harganya itu turun drastis,” ujarnya.
Hendra (24), warga Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, juga rela mengajukan cuti setengah hari untuk berburu emas di Galeri 24 pada Selasa (15/4/2025). Hendra datang untuk membeli emas batangan dengan berat total 10 gram.
Berbeda dengan Winar yang sudah bertahun-tahun investasi emas, Hendra baru akan memulai perjalanannya berinvestasi pada emas. Pekerja salah satu badan usaha milik negara itu sebelumnya menabung di bank.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/15/8d84b33b4e6d98b1de84955f327fd673-IMG_2416.JPG)
”Saya tertarik untuk investasi di emas karena harganya diprediksi naik terus ke depannya. Kebetulan, saya ada tabungan khusus yang mau saya pakai untuk beli properti, biar terkumpulnya lebih cepat, mau coba beralih menabung emas,” kata Hendra.
Tak hanya untuk diri sendiri, sebagian orang juga berburu emas untuk orang lain. Yasmin (34), warga Kecamatan Genuk, Kota Semarang, misalnya, membeli emas batangan seberat 0,5 gram dan 1 gram di Butik Emas Logam Mulia Antam Semarang pada Senin untuk kado pernikahan dua temannya. Kendati harga emas sedang tinggi, Yasmin tetap memilih emas sebagai kado pernikahan untuk teman-temannya.
”Kalau mau memberi perabotan, pasti sudah banyak yang mengado itu. Tapi, kalau emas itu, kan, mungkin jarang, ya. Selain itu, emas juga bisa menjadi investasi jangka panjang. Seandainya nanti dia ada kebutuhan, kado dari saya itu bisa dijual,” kata Yasmin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/15/155f008075e481f608c328a31d238712-IMG_2420.JPG)
Pekan sebelumnya, Yasmin yang rutin membeli emas batangan sejak 2016 itu mengaku sudah memborong emas batangan dengan berat total 15 gram untuk ditabung. Kelak, uang hasil penjualan emas itu akan digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya.
Lonjakan
Kepala Cabang Pegadaian Depok Sri Mahartini mengatakan, pembeli emas di Galeri 24, secara nasional, meningkat hingga 70 persen. Khusus di Galeri 24 Pegadaian Cabang Depok, lonjakan jumlah pembeli terjadi pada pekan lalu. Dalam sehari, ada lebih dari 50 transaksi pembelian emas yang dilayani. Di masa-masa sebelumnya, jumlahnya di bawah 40 transaksi per hari.
”Bahkan, pada Rabu (9/4/2025) itu sempat habis stok emas batangannya, tapi pembeli tetap berdatangan. Mereka berharap bisa mendapatkan emas batangan. Dalam sepekan, emas yang terjual sampai 4 kilogram,” kata Mahartini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/02/17/27c4de4d-7794-48d6-963e-b5c9748ec2d2.jpg)
Menurut Mahartini, penjualan pada pekan kedua April itu setara dengan jumlah penjualan emas batangan sepanjang Januari 2025. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat, melampaui jumlah penjualan emas batangan di Galeri 24 pada sepanjang Februari sebesar 7,1 kilogram dan sepanjang Maret sebesar 5,7 kilogram.
Harga emas di Galeri 24 juga disebut Mahartini mencapai harga tertinggi pada April. Pada awal pekan kedua April, harga emas batangan di tempat tersebut sekitar Rp 1,6 per gram. Kemudian, pada akhir pekan kedua April harganya melambung hingga Rp 1,8 juta per gram.
”Ada kemungkinan nanti harganya naik terus sampai tembus Rp 2 juta per gram. Namun, mungkin juga harganya turun sebentar, tapi paling penuruannya itu tidak signifikan, sekitar Rp 10.000-Rp 30.000 dari harga saat ini. Setelah itu, biasanya naik lagi,” tutur Mahartini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/15/f56eb0a60f328c729161bc7f4baf363b-IMG_2428.JPG)
Tak hanya di Galeri 24 Pegadaian, lonjakan pembelian juga terjadi di sejumlah butik logam mulia Antam. Di butik logam mulia Antam Semarang, misalnya, pada Selasa, certicard emas batangan dari berbagai ukuran, mulai 0,5 gram sampai 100 gram, telah habis terjual. Kondisi yang sama terjadi pada emas batangan mulai dari ukuran 250 gram hingga 1 kilogram serta emas batangan batik ukuran 10 gram dan 20 gram.
Di butik logam mulia Antam Semarang, produk yang tersedia pada Selasa, yakni emas batangan Imlek 2025 dengan berat 88 gram serta emas batangan gift series dengan berat 0,5 gram dan 1 gram.
”Kami telah mengantisipasi kondisi ini dengan memperkuat rantai pasok dan mengoptimalkan jaringan distribusi kami, termasuk butik logam mulia di berbagai wilayah serta menghadirkan solusi digital pembelian emas melalui aplikasi Antam Logam Mulia,” kata Corporate Secretary Antam, Faisal Alkadrie melalui keterangan tertulisnya, Selasa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/15/3cb2f6b5d9db35abc2ef97ee6d156042-IMG_2422.JPG)
Faisal menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan stabilitas pasokan emas batangan. Faisal mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan saluran resmi Antam dalam melakukan transaksi emas.
Saat sejumlah orang memutuskan untuk berbondong-bondong membeli emas, sebagian orang memilih untuk menunda pembelian. Tasya (36), warga Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, yang sudah berinvestasi emas sejak 2018, misalnya, memutuskan menunda pembelian karena tidak berani berspekulasi.
”Saya mau wait and see dulu. Harga emas yang naik gila-gilaan seperti sekarang ini justru membuat saya takut mau berspekulasi. Nanti, lihat dulu, kira-kira akan terkoreksi apa tidak harganya di akhir tahun, baru saya memutuskan untuk beli,” katanya saat dihubungi Selasa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/16/9a16d7aa-91a8-4758-99ef-7513e3549a63.jpg)
Sementara itu, keputusan menunda pembelian emas juga dipilih oleh Dahlia (30) warga Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Dahlia yang mulai berinvestasi emas batangan sejak tiga bulan lalu itu ingin menunggu harga emas turun untuk melakukan pembelian.
"Saya mau beli setelah nanti harganya turun dulu. Minimal ada penurunan sampai Rp 50.000 dulu, baru nanti beli," ucap Dahlia.
Sejak 2023, Dahlia sudah sering membeli emas. Namun yang dibelinya bukan emas batangan, melainkan emas perhiasan. Dalam setahun, emas perhiasan yang ia beli mengalami peningkatan nilai sebesar Rp 200.000 saat kembali dijual.
"Dari peristiwa itu saya jadi sadar, ternyata investasi emas menguntungkan juga. Sehingga, saya mulai mencoba beli emas yang batangan," ujar karyawan swasta yang sehari-hari bekerja di Kota Semarang tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/1c1b0163f535a639d516f8be301a1927-20250403PRI8HR.jpg)
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, fenomena orang berbondong-bondong memborong emas saat harganya melambung terjadi karena adanya ketakutan terhadap kondisi global. Adanya perang dagang dan inflasi di Amerika Serikat, yang diperkirakan akan membuat bank sentra menurunkan suku bunga hingga lebih dari tiga kali di tahun ini dan membuat dollar melemah, juga turut menjadi penyebab masyarakat takut.
"Adanya ketakutan bahwa ekonomi global itu tidak sedang baik-baik saja membuat masyarakat berbondong-bondong mencari lindung nilai terhadap hartanya. Emas, selama ini dianggap sebagai safe heaven. Harga emas dunia pasti di atas harga inflasi dan harganya akan terus naik, jadi dinilai bisa melindungi harta," kata Ibrahim.
Di saat ada uang menganggur di situlah saat yang tepat melakukan pembelian emas
Ibrahim menyebut, emas dianggap sebagai instrumen pelindung harta yang paling aman. Sebagian orang merasa, menabung di bank membuat mereka mengalami penyusutan atau pengurangan nilai karena adanya kewajiban membayar biaya administrasi dan biaya bunga. Sementara itu, deposito dianggap tak begitu menguntungkan karena bunganya relatif rendah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/07/58352649d38137c9413e2a9485897e5b-Screenshot_20250407_142425_Samsung_Internet.jpg)
Menurut Ibrahim, harga emas diperkirakan bakal mencapai puncaknya ketika sampai pada Rp 2,3 juta per gram. Kondisi itu diprediksi terjadi pada kuartal ketiga 2025.
Ibrahim mengatakan waktu yang tepat untuk membeli emas adalah ketika ada dana lebih yang tidak terpakai. Pembelian emas dengan uang operasional maupun uang pinjaman tidak disarankan. Sebab, emas merupakan investasi jangka menengah dan panjang. Keuntungannya baru bisa dipanen sekitar 3-5 tahun setelahnya.
"Kalau misalnya mau beli emas sekarang ya tidak masalah, kenapa tidak? Di saat ada uang menganggur di situlah saat yang tepat melakukan pembelian emas," ujarnya.
seperti fisiknya, investasi emas memang menyilaukan, namun akan lebih aman jika menggunakan dana dingin, atau dana yang tak terpakai untuk membelinya.
Penulis:
Kristi Dwi UtamiEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto