Trump memakai klaim palsu untuk menyerang Iran. Intelijen AS sekalipun menyanggah klaim Trump soal rudal dan nuklir Iran.
28 Feb 2026 15:34 WIB · Internasional
Tangkapan Layar/Truth Social
WASHINGTON DC, SABTU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membenarkan serangan ke Iran. Sementara Iran menyatakan sedang menyiapkan pembalasan.
Trump mengonfirmasi serangan itu pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu Washington DC. ”Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi tempur besar di Iran,” kata Trump dalam pidato yang disiarkan di media sosial.
Pidato konfirmasi disiarkan hampir sejam sejak ledakan terdengar di Teheran dan sejumlah kota lain di Teheran. ”Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudalnya,” kata Trump.
Ia juga meminta semua aparat bersenjata Iran menyerah. Ia mengancam akan terus menyerang seluruh lokasi Garda Revolusi Iran (IRGC) dan angkatan bersenjata Iran, Artesh. ”Tak ada yang boleh menantang kekuatan dan kuasa Angkatan Bersenjata AS,” ujarnya.
Trump tak menyebut nama operasi serangan itu. Pada Juni 2025, serangan AS-Israel ke Iran dinamai Operasi Godam Tengah Malam (Midgnight Hammer).
Ia hanya menyebut, Teheran mengancam pangkalan-pangkalan AS di sekitar Iran. Di sana, AS menempatkan ribuan tentara dan aneka peralatan perang sejak puluhan tahun lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/28/98997128caed2a1943da41029303f0ba-APTOPIX_Iran_US_Israel_136523908.jpg)
Serangan dilancarkan tak sampai sepekan setelah Trump menyebut Iran akan segera membuat rudal balistik antarbenua (ICBM) yang bisa menjangkau AS. Dilaporkan The New York Times (NYT), klaim itu palsu atau tak terbukti.
Trump juga menyebut telah memulai lagi program nuklirnya dan bisa membuat bom nuklir dalam hitungan hari. Klaim itu juga palsu.
Reuters dan NYT mengutip sumber di lembaga-lembaga intelijen AS untuk menilai pernyataan Trump dan para pejabat AS itu. Salah satu sumber Reuters dan NYT mengutip penilaian China dan Korea Utara yang dekat dengan Iran. Menurut Beijing dan Pyongyang, Iran paling cepat punya ICBM delapan tahun lagi.
Mantan pemeriksa senjata untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), David Albright, juga menyebut Iran masih jauh dari kemampuan memasang hulu ledak di ICBM atau peluncur lain yang melintasi atmosfer. ”Iran dapat meluncurkan rudal jarak jauh karena program peluncuran luar angkasanya,” kata Albright yang kini memimpin Institute for Science and International Security itu.
Rudal yang dipakai Iran untuk membalas Israel pada Juni lalu adalah rudal biasa. Iran memakai rudal berbahan bakar padat dan cair di rudal-rudal tersebut.
Serangan AS-Israel kali ini menyasar Teheran, ibu kota Iran. Serangan juga dilancarkan ke Isfahan, Qom, Lorestan, Karaj, Kermanshah, dan Tabriz.
Sejumlah pejabat AS menyatakan, serangan menyasar para pemimpin Iran serta petinggi ataupun anggota IRGC dan Artesh. Sejauh ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Pezeshkian dinyatakan dalam kondisi aman.
Sementara IRGC menyatakan, pembalasan sedang disiapkan. ”Kami sudah memperingatkan Anda. Sekarang, Anda memulai jalan yang ujungnya tak bisa dikendalikan,” tulis Ketua Komisi Keamanan di parlemen Iran, Ebrahim Azizi, di media sosial.
Media Iran, IRNA, melaporkan seluruh wilayah udara ditutup. Untuk sementara, penutupan berlaku selama 6 jam. Irak juga mengumumkan penutupan ruang udaranya.
Kepada CNN, sejumlah warga Teheran mengaku mendengar sejumlah ledakan pada Sabtu pagi. ”Sangat menakutkan, orang-orang berlarian,” katanya.
Sejumlah sumber Reuters menyebut setidaknya tujuh rudal meluncur ke kawasan Jamhouri dan universitas. Kawasan itu dekat dengan Kantor Pemimpin Tertinggi Iran dan sejumlah kantor lain. (AP/AFP)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto