Serangan pesawat tempur Amerika Serikat menargetkan daerah yang dikuasai pemberontak Houthi.
21 Mar 2025 09:09 WIB · Foto
Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghancurkan pemberontak Houthi di Yaman benar-benar dilakukan. Sejak Rabu, 19 Maret 2025, belasan pesawat dikerahkan ke target sasaran terkait Houthi di Yaman. Sedikitnya 10 serangan menghantam sejumlah wilayah Yaman, termasuk Provinsi Saada yang disebut sebagai tempat persembunyian para pemimpin Houthi.
Kota pelabuhan Hodeidah, yang ada di tepi Laut Merah dan dikuasai Houthi, juga menjadi target serangan udara AS. Serangan ini setidaknya menewaskan 53 orang, termasuk warga sipil dan anak-anak.
Ketika serangan terjadi, Trump menulis di media sosialnya ”kerusakan besar telah menimpa kaum barbar Houthi”.
Houthi, yang menurut Trump didukung oleh negara Iran, sebelumnya meluncurkan rudal ke kapal-kapal raksasa pembawa peti kemas yang melewati Laut Merah dan Teluk Aden. Kelompok ini bertekad melakukan serangan kepada kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika sebagai dukungan terhadap warga Palestina di Gaza.
Houthi telah menyerang kapal perang AS sebanyak 174 kali dan kapal komersial sebanyak 145 kali sejak 2023. Bahkan, pada Senin (17/3/2025), Houthi menyerang kapal induk AS USS Harry Truman di Laut Merah bagian utara dengan rudal balistik dan rudal jelajah serta drone.
Ini menjadi alasan Trump menyerang Houthi dan memberi ultimatum sekutunya, termasuk Iran. Serangan Amerika ini bahkan tidak menyurutkan nyali Houthi. Tak berapa lama setelah diserang pesawat tempur Amerika, kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman meluncurkan rudal hipersonik menargetkan Bandara Internasional Ben Gurion di Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/ab9437cf-da5a-41b4-a5c3-734a05faa919_jpg.jpg)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
yuniadhi agung