Trump Buktikan Ancamannya terhadap Houthi

Serangan pesawat tempur Amerika Serikat menargetkan daerah yang dikuasai pemberontak Houthi.

21 Mar 2025 09:09 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghancurkan pemberontak Houthi di Yaman benar-benar dilakukan. Sejak Rabu, 19 Maret 2025, belasan pesawat dikerahkan ke target sasaran terkait Houthi di Yaman. Sedikitnya 10 serangan menghantam sejumlah wilayah Yaman, termasuk Provinsi Saada yang disebut sebagai tempat persembunyian para pemimpin Houthi.

Kota pelabuhan Hodeidah, yang ada di tepi Laut Merah dan dikuasai Houthi, juga menjadi target serangan udara AS. Serangan ini setidaknya menewaskan 53 orang, termasuk warga sipil dan anak-anak. 

Jet tempur F/A-18 Super Hornet AS lepas landas dari kapal induk USS Harry S Truman di laut pada 16 Maret 2025. Serangan udara ini menghantam ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, Sanaa, pada 15 Maret.
Sebuah pesawat lepas landas dari USS Harry S. Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu, 15 Maret 2025.
Sebuah pesawat lepas landas dari USS Harry S. Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu, 15 Maret 2025.
Asap mengepul di atas gedung-gedung setelah pengeboman ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, Sanaa, pada 19 Maret 2025. Media Yaman melaporkan sejumlah serangan AS pada 19 Maret di wilayah yang dikuasai pemberontak di sekitar Yaman, termasuk ibu kota Sanaa
Petugas keamanan memeriksa lokasi yang dilaporkan terkena serangan udara AS semalam di Sanaa, Yaman, Kamis, 20 Maret 2025.
Warga setempat memeriksa lokasi yang dilaporkan terkena serangan udara AS pada malam hari di Sanaa, Yaman, Kamis, 20 Maret 2025.

Ketika serangan terjadi, Trump menulis di media sosialnya ”kerusakan besar telah menimpa kaum barbar Houthi”.

Houthi, yang menurut Trump didukung oleh negara Iran, sebelumnya meluncurkan rudal ke kapal-kapal raksasa pembawa peti kemas yang melewati Laut Merah dan Teluk Aden. Kelompok ini bertekad melakukan serangan kepada kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika sebagai dukungan terhadap warga Palestina di Gaza.

Jet tempur F/A-18 Super Hornet AS lepas landas dari kapal induk USS Harry S Truman milik Angkatan Laut AS di laut pada 16 Maret 2025.
Gambar ledakan di kapal kargo ditampilkan di layar raksasa saat protes pemberontak Houthi Yaman di Sanaa pada 17 Maret 2025. Serangan mematikan AS menewaskan puluhan orang dan memicu kekhawatiran akan siklus kekerasan baru di negara yang dilanda konflik tersebut.
Pendukung Houthi meneriakkan slogan-slogan saat unjuk rasa anti-AS dan anti-Israel di Sanaa, Yaman, Senin, 17 Maret 2025.
Sebuah pesawat lepas landas dari USS Harry S. Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu, 15 Maret 2025.
Para pendukung Houthi meneriakkan slogan-slogan dan memegang foto Abdul Malik al-Houthi, pemimpin gerakan Houthi, saat unjuk rasa anti-AS dan anti-Israel di Sanaa, Yaman, Senin, 17 Maret 2025.

Houthi telah menyerang kapal perang AS sebanyak 174 kali dan kapal komersial sebanyak 145 kali sejak 2023. Bahkan, pada Senin (17/3/2025), Houthi menyerang kapal induk AS USS Harry Truman di Laut Merah bagian utara dengan rudal balistik dan rudal jelajah serta drone.

Ini menjadi alasan Trump menyerang Houthi dan memberi ultimatum sekutunya, termasuk Iran. Serangan Amerika ini bahkan tidak menyurutkan nyali Houthi. Tak berapa lama setelah diserang pesawat tempur Amerika, kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman meluncurkan rudal hipersonik menargetkan Bandara Internasional Ben Gurion di Israel.

Pendukung Houthi mengangkat senjata sambil meneriakkan slogan-slogan saat unjuk rasa anti-AS dan Israel di Sanaa, Yaman, Jumat, 14 Februari 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

yuniadhi agung