Hari Pertama Menjabat, Trump Ancam Kenakan Tarif Tinggi pada China, Kanada, Meksiko

Ini bentuk ”hukuman” Trump pada perdagangan ilegal narkoba, khususnya fentanil, dan imigran gelap. Tarif berlaku jika narkoba dan imigran ilegal tak dihentikan.

26 Nov 2024 20:35 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

WASHINGTON, SELASA — Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, akan menetapkan tarif tinggi terhadap Kanada, Meksiko, dan China pada hari pertama menjabat, 20 Januari 2025. Semua produk impor dari Meksiko dan Kanada akan dikenai tarif sebesar 25 persen.

Ini bentuk ”hukuman” Trump pada perdagangan ilegal narkoba, khususnya fentanil, dan imigran gelap. Tarif itu akan tetap berlaku sampai semua narkoba dan imigran gelap tak lagi masuk ke AS. Kebijakan Trump dinilai melanggar kesepakatan perdagangan bebas antara Meksiko dan Kanada dengan Amerika Serikat.

Hal ini ditulis Trump di akun laman media sosial miliknya, Truth Social, Senin (25/11/2024) waktu setempat atau Selasa waktu Indonesia. Trump juga akan memberlakukan tambahan 10 persen di atas tarif tambahan apa pun pada produk impor dari China.

Pemandangan udara boneka raksasa Little Amal setinggi 12 kaki yang merepresentasikan anak pengungsi Suriah berusia sepuluh tahun saat pertunjukan musik di dekat tembok perbatasan AS-Meksiko di Playas de Tijuana, negara bagian Baja California, Meksiko, Senin (6/11/2023). Little Amal mengunjungi Tijuana dalam rangka perjalanan melintasi Meksiko untuk meningkatkan kesadaran akan penderitaan para pengungsi dan migran di seluruh dunia. AFP/Guillermo Arias 06-11-2023 *** Local Caption *** Aerial view of Little Amal, a 12-foot-tall puppet representing a ten-year-old Syrian refugee child, during a music performance near the US-Mexico border wall in Playas de Tijuana, Baja California state, Mexico on November 6, 2023. Little Amal is visiting Tijuana within the framework of a journey across Mexico to raise awareness of the plight of refugees and migrants across the globe. (Photo by Guillermo Arias / AFP)

AS menyumbang sekitar 83 persen ekspor dari Meksiko pada 2023 dan 75 persen ekspor Kanada. Tarif tinggi tersebut dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan-perusahaan asing seperti produsen mobil dan elektronik dari Asia.

Perusahaan-perusahaan ini menggunakan Meksiko sebagai pintu masuk produksi berbiaya rendah untuk pasar AS. Ancaman tarif tinggi oleh Trump akan melanggar ketentuan Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) tentang perdagangan.

Kesepakatan yang ditandatangani Trump ketika menjabat periode pertama (2017-2021) telah menjadi undang-undang yang berlaku mulai 2020. Kesepakatan ini melanjutkan perdagangan bebas bea di antara ketiga negara.

Trump kemungkinan akan merundingkan kembali perjanjian tersebut pada 2026 karena saat itu kesepakatan akan berakhir. Jika berakhir, setiap negara bisa menarik diri atau kembali merundingkan jika ada perubahan-perubahan.

Setelah mengeluarkan ”ancaman” kenaikan tarif, Trump berkomunikasi dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Keduanya disebut membahas perdagangan dan keamanan perbatasan.

Mantan Presiden Dewan Perdagangan Luar Negeri Nasional AS William Reinsch mengatakan, Trump akan memanfaatkan ”ancaman” tarif itu untuk mendorong negosiasi ulang USMCA. ”Saya kira idenya mungkin jika Anda terus memukul wajah mereka, pada akhirnya mereka akan menyerah juga,” ujarnya.

Pemimpin Majelis Rendah Meksiko Ricardo Monreal mendesak penggunaan mekanisme bilateral dan kelembagaan untuk memerangi perdagangan manusia, narkoba, dan persenjataan.

Pengumuman rencana kebijakan Trump tentang tarif memicu kenaikan nilai mata uang dollar AS. Dollar AS naik 1 persen terhadap dollar Kanada dan 1,6 persen terhadap peso Meksiko. Sementara pasar saham di Asia turun, seperti halnya bursa Eropa pada awal perdagangan.

Perang tarif

Terhadap China, Trump menuding Beijing tidak mengambil tindakan cukup kuat untuk menghentikan aliran narkoba ke AS dari Meksiko. Jika China tak bisa menghentikan narkoba, tarif tambahan sebesar 10 persen akan diberikan pada semua produk yang masuk ke AS.

Kementerian Luar Negeri China bersedia melanjutkan kerja sama antinarkoba dengan AS atas dasar kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati. ”AS harus menghargai niat baik China dan menjaga kerja sama mengendalikan narkoba China-AS yang sudah susah payah dicapai,” sebut Kemlu China.

Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, meyakini kerja sama ekonomi dan perdagangan China-AS saling menguntungkan. Sejak pertemuan Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping pada 2023, banyak komitmen yang disepakati.

China berjanji akan membendung ekspor barang-barang yang terkait dengan produksi opioid fentanil, penyebab utama overdosis obat di AS. China juga telah memberi tahu AS tentang kemajuan dalam operasi penegakan hukum terhadap narkoba. ”Tidak seorang pun akan memenangi perang dagang atau perang tarif,” kata Liu.

Jaksa Agung China, Juni lalu, mendesak penegak hukum untuk fokus pada pemberantasan perdagangan narkoba. China dan AS sudah meluncurkan penyelidikan bersama yang langka terhadap narkoba.

Infografik Imigran yang Tewas dan Hilang di Perbatasan AS-Meksiko *** Local Caption *** Infografik Imigran yang Tewas dan Hilang di Perbatasan AS-Meksiko

Pada Agustus 2024, beberapa hari setelah pertemuan kelompok kerja antinarkotika gabungan AS-China, China berjanji memperketat kontrol terhadap tiga bahan kimia yang penting untuk membuat fentanil.

Wakil Presiden China Han Zheng mengatakan, China siap bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membangun sistem ekonomi dunia yang terbuka serta menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global.

Ekonomi China berada dalam posisi yang rentan di tengah kemerosotan properti yang berkepanjangan, risiko utang, dan permintaan domestik yang lemah.

Menjelang pemilu presiden AS pada 5 November, Trump melontarkan rencana untuk tarif yang menyeluruh sebesar 10-20 persen pada hampir semua produk impor. Ia juga akan mengenakan tarif setinggi 200 persen pada mobil yang melewati perbatasan AS-Meksiko.

Menanggapi ”ancaman” Trump, Kementerian Keuangan Meksiko menegaskan, Meksiko mitra dagang utama AS dan USMCA menyediakan kerangka kepastian bagi investor nasional dan internasional.

Para ekonom mengatakan, rencana tarif tinggi akan menaikkan bea masuk impor AS kembali ke kondisi pada tahun 1930-an, memicu inflasi, menghancurkan perdagangan AS-China, memicu pembalasan, dan secara drastis menata ulang rantai pasok. (REUTERS/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W